Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Embung Batara Sriten merupakan telaga buatan yang berada di Padukuhan Sriten, Desa Pilangrejo, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul, Yogyakarta.
Embung Batara Sriten dikenal sebagai embung tertinggi yang ada di Yogyakarta.
Hal ini karena Embung Batara Sriten dibangun di sebuah bukit dengan ketinggian mencapai 859 meter di atas permukaan air laut.
Diberikan nama Embung Batara Sriten karena lokasi embung ini berada di kawasan Pegunungan Baturagung Urtara yang kemudian disingkat menjadi Batara.
Pegunungan Baturagung ini terletak di Padukuhan Sriten, Desa Pilangrejo, Nglipar.
Sehingga dinamailah embung tersebut dengan Embung Batara Sriten. (1)
Selain sebagai tempat wisata, Embung Batara Sriten sebenarnya dibangun untuk penyedia air bagi pertanian di sekitarnya.
Embung Batara Sriten bisa dibilang masih cukup baru karena baru dibangun pada 2014.
Peresmian Embung Batara Sriten dilakukan langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono pada 17 Maret 2015 silam.
Peresmian Embung Batara Sriten bersamaan dengan peresmian Embung Gunung Panggung di Desa Tambakromo, Ponjong, Gunungkidul.
Pembangunan kedua embung tersebut memakan biaya hingga Rp 3 miliar. (2)
Spesifikasi #
Embung Btara Sriten memiliki luas sekitar 4.700 meter persegi dengan panjang keliling sekitar 330 meter.
Embung Batara Sriten memiliki kapasitas atau daya tampung air sebesar 10 ribu meter kubik.
Sekeliling Embung Batara Sriten terdapat pagar besi rendah dan jalan conblock di tepinya.
Sebelum mencapai Embung Batara Sriten, terdapat jalan yang curam sepanjang kurang lebih lima kilometer.
Seperti kawasan di Gunungkidul kebanyakan, kawasan Pegunungan Baturagung Utara juga merupakan pegunungan karst tandus dan kerap dilanda kekeringan ketika musim kemarau.
Pembangunan retention basin atau yang dikenal dengan Embung Batara Sriten kemudian dianggap sebagai sebuah solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Selain itu, di sekitar Embung Batara Sriten juga terdapat kawasan agrowisata buah dengan memanfaatkan air hujan yang ditampung oleh embung tersebut.
Embung Batara Sriten terkenal dengan keindahan panorama matahari terbitnya ketika menjelang pagi.
Di sekitar Embung Batara Sriten juga terdapat makam tiban yang oleh masyarakat sekitar dipercaya sebagai petilasan Syeh Wali Jati, seorang kerabat Sultan pada masanya.
Sementara itu, puncak Tugu Magir menampakkan pemandangan wilayah-wilayah di sekitarnya.
Sejauh mata memandang, terlihat pemandangan-pemandangan seperti pemandangan Kota Klaten, Yogyakarta, hingga Wonogiri di sebelah timur. (3)
Baca: Telaga Jonge
Baca: Bukit Sikunir
Fasilitas #
Untuk menarik wisatawan, telah dibangun berbagai fasilitas pendukung oleh pemerintah setempat.
Beberapa fasilitas yang ada di Embung Batara Sriten antara lain area parkir yang luas, toilet, spot foto, gazebo, serta warung-warung kuliner yang ada di sekitar tempat wisata. (4)
Untuk memudahkan wisatawan, pemerintah setempat juga telah membangun jalan menuju Embung Batara Sriten.
Jalan sepanjang 6,5 kilometer tersebut diresmikan pada 5 Maret 2019 oleh Bupati Gunungkidul.
Pembangunan jalan itu memakan biaya mencapai Rp 6,8 miliar.
Setelah dibangunnya jalan tersebut, kendaraan roda dua maupun roda empat sudah bisa masuk hingga area embung. (5)
Kawasan ini juga sering dijadikan lokasi olahraga dirgantara atau aerosport yakni paralayang, paramotor, dan gantole.
Dari klub-klub olahraga paralayang ada yang pernah menjajali take off dari puncak Mangir menuju kawasan Embung Sriten. (6)
Jam Operasional dan Tiket Masuk #
Embung Batara Sriten buka setiap hari sejak pukul 05.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB.
Kebanyakan wisatawan yang berkunjung adalah untuk menikmati panorama terbitnya matahari atau sunrise ketika pagi menjelang.
Biaya tiket masuk ke Embung Batara Sriten yaitu Rp 5 ribu per orang.
Sedangkan untuk parkir, sepeda motor dikenai biaya parkir sebesar Rp 3 ribu sedangkan roda empat sebesar Rp 10 ribu. (7)
*Update informasi terakhir pada 15 Juli 2019
(TribunnewsWIKI/Widi Hermawan)
Jangan lupa subscribe kanal Youtube TribunnewsWIKI Official
| Nama | Embung Batara Sriten |
|---|
| Alamat | Padukuhan Sriten, Desa Pilangrejo, Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 5585211 |
|---|
| Posisi | Utara berbatasan dengan wilayah Padukuhan Sriten, Pilangrejo, Nglipar, Gunungkidul |
|---|
| Selatan berbatasan dengan wilayah Padukuhan Sriten, Pilangrejo, Nglipar, Gunungkidul |
| Timur berbatasan dengan wilayah Padukuhan Sriten, Pilangrejo, Nglipar, Gunungkidul |
| Barat berbatasan dengan wilayah Padukuhan Sriten, Pilangrejo, Nglipar, Gunungkidul |
| Titik Koordinat | 7°49'55.6 |
|---|
| Google Maps | https://goo.gl/maps/aBUTA5iTN2ztcuoM6 |
|---|
Sumber :
1. www.yogyes.com
2. kabar24.bisnis.com
3. www.yogyes.com
4. www.alodiatour.com
5. jogja.tribunnews.com
6. www.tuguwisata.com
7. www.datawisata.com