Namun penyanyi asal Malang itu sukses menghibur ratusan penggemarnya di taman Ratu Safiatuddin tanpa ada protes dari pihak manapun.
Usai insiden tersebut, pihak Base Jam pun menyampaikan pernyataan lewat unggahan video di Instagram.
Sigit Wardhana, sang vokalis mewakili rekan-rekan bandnya, meminta maaf terhadap semua pihak atas ketidaknyamanan tersebut.
Sigit juga menyampaikan permohonan maaf terutama bagi fans yang telah menanti 25 tahun agar Base Jam tampil di Aceh.
"Kami meminta terhadap semua pihak dan terutama Base Jam Friends yang telah menanti 25 tahun, kami bisa bermain pertama kali di Aceh," ujarnya.
Base Jam mengaku menyesal dan menyayangkan insiden yang terjadi, sehingga membuat durasi mereka terpotong.
Awalnya, Base Jam dijadwalkan membawakan 10 lagu, namun hanya menjadi 3 lagu.
Base Jam berharap agar dapat kembali tampil di Aceh dalam kondisi yang lebih kondusif.
Sebelumnya, Base Jam juga menulis ucapan terima kasih atas dukungan terhadap mereka, dalam kondisi kurang menyenangkan itu.
"Terima kasih dukungannya teman-teman
Kejadian kemarin itu hanya oknum saja yang menuntut beberapa hal tambahan diluar permintaan persyaratan utama
Tapi, semua sudah aman ya teman-teman
Base Jam friends di Aceh juga semua luar biasa supportnya dan pemprov Aceh juga support memastikan semua tetap aman dan nyaman
Aceh, kita semua bersaudara :)," tulis Base Jam.
(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas)