TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pengamat Politik Rocky Gerung mengatakan bahwa harus ada 'badai' baru untuk menghasilkan rekonsiliasi dari kubu calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan capres nomor 02 Prabowo Subianto.
Hal tersebut disampaikan Rocky Gerung dalam acara Indonesian Lawyer Club (ILC) yang tayang pada Selasa (2/7/2019).
Awalnya Rocky Gerung mengritik keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk melegitimasi kemenangan Jokowi.
Menurutnya, ada yang tidak tuntas di MK, dan hal ini dirasakan oleh publik.
"Terlihat bahwa ada yang tidak tuntas di dalam ruang sidang Mahkamah Konstitusi. Ketidaktuntasan itu spillover ke dalam masyarakat," kata Rocky Gerung seperti dikutip TribunnewsWiki.com dari tayangan YouTube Indonesia Lawyers Club, Kamis (4/7/2019).
Baca: Minta Maaf atas Vakumnya ILC selama Dua Bulan, Karni Ilyas: ILC yang Cuti, Bukan Saya
"Jadi bukan cuma dua lawyer yang masih kesal, atau mengintip argumen baru untuk membuktikan bahwa anda kalah, anda menang. Di publik juga hal itu terjadi," lanjut Rocky Gerung.
Menurut Rocky Gerung, persoalan yang sama akan terjadi pada pemilu yang akan datang.
"Demokrasi kita mungkin akan menghadapi hal yang sama 10 bulan ke depan di 2020 ada Pilkada 60 kabupaten di situ," katanya.
Sementara itu Rocky Gerung juga menyebutkan soal rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo.
Rocky Gerung menambahkan bahwa pihak Jokowi masih gugup karena menunggu kepastian rekonsiliasi dengan pihak Prabowo.
"Nah yang mengagetkan saya adalah, saya lihat tadi potongan layar tv Pak Karni, Pak Prabowo justru gembira saja menghadapi soal ini."
"Yang agak gugup justru adalah kubu Pak Jokowi karena menunggu kepastian kapan rekonsiliasi dengan Prabowo itu," ujar Rocky Gerung.
Rocky Gerung lantas menyebut bahwa kubu Jokowi tidak merasa lega.
"Jadi agak ajaib, seorang yang memenangkan atau berpesta justru hatinya tidak lega," kata Rocky Gerung.
"Itu yang menerangkan bahwa, saya menganggap bahwa Pak Jokowi dimenangkan secara legal, tetapi legitimasi ada pada Prabowo, dan itu yang musti didamaikan, bagaimana cara mendamaikan? Dua problem satu di kutub utara, satu di kutub selatan," paparnya.
Baca: Pansel KPK
Baca: Bendera Merah Putih
Menurutnya rekonsiliasi Jokowi dengan Prabowo adalah hal yang sulit, sehingga harus ada badai baru untuk bisa menghasilkan rekonsiliasi dua kubu tersebut.
"Harus ada badai baru untuk menghasilkan rekonsiliasi, itu yang kita cari, jadi kita harus menciptakan badai baru sebetulnya," kata Rocky Gerung.
Badai ini, tambahnya, akan dinikmati tak hanya dua kubu namun juga masyarakat.
"Supaya kita bisa berselancar di situ dan menikmati tantangan di depan gelombang. Bukan sekedar Pak Karni yang berselancar, seluruh negeri ini." lanjutnya.
"Problemnya adalah siapa yang punya pengalaman berselancar di tengah badai itu. yang ada berselancar di tengah ombak kedunguan itu. Itu yang kita hadapi hari ini," sambungnya.