TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa meminta jajarannya untuk mengawal istri prajurit Praka M Arifin, Intan Sari, yang positif Covid-19.
Andika Perkasa juga ingin mengetahui perkembangan istri prajuritnya secara langsung, seperti diberitakan Tribun-Bali.com.
Karenanya, KSAD meminta Kakesdam VI Mulawarman Kolonel Ckm Puguh Santoso untuk melaporkan kepadanya.
Kondisi Intan Sari memang tidak memungkinkan untuk dipindahkan.
Hal itu diketahui lewat postingan di akun Instagram resmi TNI AD.
Oleh karenanya, Jenderal Andika meminta jajarannya untuk mengkomunikasikan tindakan yang perlu dilakukan.
"Dengan kondisi tidak memungkinkan untuk transportable (dipindahkan), mungkin perlu dikomunikasikan selain plasma convalescent adalah obat-obatan yang diberikan."
"Saya minta dikawal, termasuk Kakesdam kawal. Karena apa, saya ingin tahu perkembangannya," kata Andika dalam tayangan TNI AD 60 Detik yang diunggah di akun Instagram resmi TNI AD, @tni_angkatan_darat, yang diunggah pada Senin (10/8/2020).
Baca: Harganya Capai Rp 22 Juta, Ini Sederet Keunggulan Masker Istri KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa
Puguh menjelaskan awalnya Intan dilarikan ke Rumah Sakit Tingkat IV Guntung Payung dengan keluhan demam, diare, mual, nyeri perut, tanda vital masih normal.
Selanjutnya Intan diuji swab dan specimennya dikirim ke RSPAD.
"Hasilnya pun positif, Lalu dirujuk ke RSUD Ulin dan dirawat di ruang ICU. Pagi tadi mendapat kabar dari beliau bahwa kondisi sudah agak lumayan dibanding kemarin,” kata Puguh.
Kepala Bagian Instalasi Anastesi RSPAD dr Hasyim mengatakan awalnya Intan hendak dibawa ke RSPAD untuk ditangani tim dokter di sana.
Namun, setelah dilakukan pengecekan lebih jauh kondisi dari Intan tidak mumpuni untuk dilakukan evakuasi karena fungsi dari parunya sudah tidak dalam kondisi baik.
"Saturasinya memang rendah, karena fungsi dari parunya sudah sangat jelek. Apabila dievakuasi tidak memungkinkan. Saran kami dirawat di sana, kita akan support segala kebutuhan obat-obatan seperti Plasma Convalescent,” kata Hasyim.
Jenderal TNI Andika Perkasa Jadi Wakil Komite Covid-19
Baca: Resmi 10 Agustus 2020 Gaji ke-13 PNS Pensiunan Cair, Ini Besaran yang Diterima PNS, TNI & Polri
Menurut pemerintah, persoalan kurang taatnya masyarakat dengan protokol kesehatan menjadi salah satu penyebab melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia.
Masyarakat dinilai perlu untuk lebih ditertibkan dalam menjalankan protokol kesehatan sehari-hari.
Minimnya tindakan penegakan protokol kesehatan dan hanya berkutat pada tahap sosialisasi tak membuat masyarakat patuh.
Terlebih, arus informasi yang semakin cepat dan merata membuat masyarakat tidak semua teredukasi dengan baik terkait persoalan bahayanya Covid-19 ini.
Kehadiran aparat penegak protokol kesehatan disebut menjadi wacana dari pemerintah demi meminimalisir laju persebaran Covid-19.
Baca: Vaksin Covid-19 Buatan China Akan Disuntikkan pada 1.620 Relawan Besok, Disaksikan Presiden