Pertama Kali, Wuhan Laporkan Tidak Ada Kasus Covid-19 Baru Tanpa Gejala (OTG)

Wuhan melaporkan tidak ada kasus tanpa gejala (OTG) baru, pada Minggu (31/5/2020)


zoom-inlihat foto
orang-orang-yang-memakai-masker-wajah-tiba-di-stasiun-kereta-api-hankou-di-wuhan.jpg
NOEL CELIS / AFP
ILUSTRASI Suasana Wuhan Tanpa Kasus Tanpa Gejala ---- Orang-orang yang memakai masker wajah tiba di Stasiun Kereta Api Hankou di Wuhan untuk mengambil salah satu kereta pertama yang meninggalkan kota di provinsi Hubei, China awal pada 8 April 2020. Ribuan warga yang lega mengalir keluar dari Wuhan China pada 8 April setelah pihak berwenang mengangkat kebijakan lockdown setelah berbulan-bulan karena virus corona, menawarkan beberapa harapan kepada dunia meskipun rekor kematian di Eropa dan Amerika Serikat. NOEL CELIS / AFP


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Wuhan melaporkan tidak ada kasus tanpa gejala (asimtomatik) baru, pada Minggu (31/5/2020).

Laporan ini menjadi yang pertama sejak Wuhan mencatatkan kasus asimtomatik Covid-19.

Laporan itu disampaikan oleh pejabat kesehatan China, seperti diberitakan The Guardian.

Sementara itu, China Daratan melaporkan 16 kasus baru secara keseluruhan pada hari Minggu.

Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dalam tiga minggu.

Semua kasus itu adalah kasus impor, dengan rincian 11 di provinsi Sichuan, tiga di Mongolia Dalam, dan dua di Guangdong.

Xinhua melaporkan dari sebanyak 60 ribu tes yang dilakukan pada Minggu, tidak ditemukan kasus tanpa gejala di Wuhan.

Baca: Donald Trump Akhiri Hubungan dengan WHO setelah Klaim Organisasi PBB Itu Jadi Boneka China

Suasana di Wuhan - Penumpang memakai masker ketika mereka tiba di Stasiun Kereta Api Wuhan Wuchang di Wuhan, awal 8 April 2020, untuk meninggalkan kota di provinsi Hubei tengah Cina. Ribuan pelancong Tiongkok berbondong-bondong untuk mengejar kereta api meninggalkan Wuhan yang dilanda virus korona awal 8 April, ketika pihak berwenang mencabut larangan lebih dari dua bulan pada perjalanan keluar dari kota tempat pandemi global pertama kali muncul.
Suasana di Wuhan - Penumpang memakai masker ketika mereka tiba di Stasiun Kereta Api Wuhan Wuchang di Wuhan, awal 8 April 2020, untuk meninggalkan kota di provinsi Hubei tengah Cina. Ribuan pelancong Tiongkok berbondong-bondong untuk mengejar kereta api meninggalkan Wuhan yang dilanda virus korona awal 8 April, ketika pihak berwenang mencabut larangan lebih dari dua bulan pada perjalanan keluar dari kota tempat pandemi global pertama kali muncul. (NOEL CELIS / AFP)

China Siap Produksi Vaksin

Diberitakan sebelumnya oleh TribunnewsWiki.com, China mengklaim vaksin buatannya akan siap dipasarkan pada akhir tahun ini.

Komisi Pengawasan Aset dan Administrasi Negara Dewan Negara China (SASAC) mengatakan, vaksin virus corona baru buatan negari tirai bambu itu siap dipasarkan akhir tahun ini.

Dalam uji coba, lebih dari 2.000 orang telah menerima vaksin virus Corona baru yang dikembangkan oleh Institut Produk Biologi Wuhan dan Institut Produk Biologi Beijing.

"Vaksin bisa siap untuk dipasarkan pada akhir tahun ini atau awal tahun depan," kata SASAC dalam posting di platform WeChat, Jumat (29/05/2020), lalu.

Ilustrasi vaksin virus corona
Ilustrasi vaksin virus corona (Fresh Daily)

Baca: Rusia Berhasil Temukan Vaksin Virus Corona, Disebut Anti Virus Covid-19 Paling Menjanjikan di Dunia

Vaksin dari Institut Produk Biologi Wuhan dan Institut Produk Biologi Beijing telah memasuki uji klinis fase dua.

Mereka berafiliasi dengan Sinopharm, perusahaan farmasi milik negara yang manajemennya diawasi oleh SASAC.

Peserta dalam uji klinis kedua akan ada ribuan pasien positif Covid-19.

Fasilitas produksi milik Institut Produk Biologi Beijing akan memiliki kapasitas mencapai 100 juta hingga 120 juta dosis per tahun, menurut unggahan SASAC di WeChat.

China memiliki lima vaksin virus corona yang saat ini dalam uji coba ke manusia, ketika dunia berlomba untuk menemukan formula guna menghentikan pandemi Covid-19.

ILUSTRASI - Foto Angkatan Darat AS pada 8 Maret 2020 menunjukkan seorang karyawan USAMRIID (Institut Penelitian Medis Angkatan Darat Amerika Serikat) sedang melakukan penelitian terhadap virus coronavirus baru, COVID-19
ILUSTRASI - Foto Angkatan Darat AS pada 8 Maret 2020 menunjukkan seorang karyawan USAMRIID (Institut Penelitian Medis Angkatan Darat Amerika Serikat) sedang melakukan penelitian terhadap virus coronavirus baru, COVID-19 (ERIN BOLLING / US ARMY / AFP)

Baca: Kematian Covid-19 di India Lampaui China, Ini 10 Negara dengan Kasus Positif Terbanyak di Dunia

Sebelumnya, Zeng Yixin, Wakil Direktur Komisi Kesehatan Nasional China, mengatakan, sejauh ini belum ada "reaksi merugikan utama" yang dilaporkan di antara 2.575 sukarelawan yang berpartisipasi dalam uji coba fase dua itu.

"Menurut rencana, jika semuanya berjalan dengan baik, proyek-proyek tersebut akan menyelesaikan fase kedua uji klinis pada Juli tahun ini," kata Zeng dalam konferensi pers seperti dikutip Channelnewsasia.com.

Para ilmuwan di seluruh dunia bekerja dengan kecepatan sangat tinggi untuk mengembangkan vaksin virus corona baru yang telah menewaskan lebih dari 365.000 orang dan menginfeksi lebih dari 5,95 juta orang secara global.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur/Ris)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved