TRIBUNNEWSWIKI.COM - Wuhan melaporkan tidak ada kasus tanpa gejala (asimtomatik) baru, pada Minggu (31/5/2020).
Laporan ini menjadi yang pertama sejak Wuhan mencatatkan kasus asimtomatik Covid-19.
Laporan itu disampaikan oleh pejabat kesehatan China, seperti diberitakan The Guardian.
Sementara itu, China Daratan melaporkan 16 kasus baru secara keseluruhan pada hari Minggu.
Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dalam tiga minggu.
Semua kasus itu adalah kasus impor, dengan rincian 11 di provinsi Sichuan, tiga di Mongolia Dalam, dan dua di Guangdong.
Xinhua melaporkan dari sebanyak 60 ribu tes yang dilakukan pada Minggu, tidak ditemukan kasus tanpa gejala di Wuhan.
Baca: Donald Trump Akhiri Hubungan dengan WHO setelah Klaim Organisasi PBB Itu Jadi Boneka China
China Siap Produksi Vaksin
Diberitakan sebelumnya oleh TribunnewsWiki.com, China mengklaim vaksin buatannya akan siap dipasarkan pada akhir tahun ini.
Komisi Pengawasan Aset dan Administrasi Negara Dewan Negara China (SASAC) mengatakan, vaksin virus corona baru buatan negari tirai bambu itu siap dipasarkan akhir tahun ini.
Dalam uji coba, lebih dari 2.000 orang telah menerima vaksin virus Corona baru yang dikembangkan oleh Institut Produk Biologi Wuhan dan Institut Produk Biologi Beijing.
"Vaksin bisa siap untuk dipasarkan pada akhir tahun ini atau awal tahun depan," kata SASAC dalam posting di platform WeChat, Jumat (29/05/2020), lalu.
Baca: Rusia Berhasil Temukan Vaksin Virus Corona, Disebut Anti Virus Covid-19 Paling Menjanjikan di Dunia
Vaksin dari Institut Produk Biologi Wuhan dan Institut Produk Biologi Beijing telah memasuki uji klinis fase dua.
Mereka berafiliasi dengan Sinopharm, perusahaan farmasi milik negara yang manajemennya diawasi oleh SASAC.
Peserta dalam uji klinis kedua akan ada ribuan pasien positif Covid-19.
Fasilitas produksi milik Institut Produk Biologi Beijing akan memiliki kapasitas mencapai 100 juta hingga 120 juta dosis per tahun, menurut unggahan SASAC di WeChat.
China memiliki lima vaksin virus corona yang saat ini dalam uji coba ke manusia, ketika dunia berlomba untuk menemukan formula guna menghentikan pandemi Covid-19.
Baca: Kematian Covid-19 di India Lampaui China, Ini 10 Negara dengan Kasus Positif Terbanyak di Dunia
Sebelumnya, Zeng Yixin, Wakil Direktur Komisi Kesehatan Nasional China, mengatakan, sejauh ini belum ada "reaksi merugikan utama" yang dilaporkan di antara 2.575 sukarelawan yang berpartisipasi dalam uji coba fase dua itu.
"Menurut rencana, jika semuanya berjalan dengan baik, proyek-proyek tersebut akan menyelesaikan fase kedua uji klinis pada Juli tahun ini," kata Zeng dalam konferensi pers seperti dikutip Channelnewsasia.com.
Para ilmuwan di seluruh dunia bekerja dengan kecepatan sangat tinggi untuk mengembangkan vaksin virus corona baru yang telah menewaskan lebih dari 365.000 orang dan menginfeksi lebih dari 5,95 juta orang secara global.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur/Ris)