Kabar Baik, PT Kalbe Farma Gandeng Perusahaan asal Korea Selatan untuk Uji Coba Vaksin Covid-19

PT Kalbe Farma yang merupakan perusahaan BUMN kini menggandeng perusahaan bioteknologi Korea Selatan, Genexine untuk uji coba klinis vaksin corona.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-vaksin-untuk-virus-corona.jpg
Fresh Daily
Ilustrasi vaksin virus corona. Kabarnya, PT Kalbe Farma menggandeng perusahaan asal Korea Selatan untuk melakukan uji coba vaksin Covid-19.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Wabah virus Corona membuat berbagai negara dan lembaga riset kesehatan dunia melakukan uji coba pembuatan vaksin.

Mulai dari negara besar seperti Amerika Serikat, Jerman, China dan lembaga yang dibiayai oleh miliarder dunia, Bill Gates saat ini sedang berlomba membuat vaksin untuk meredam penularan Covid-19.

Bagaimana dengan Indonesia?

Setelah lembaga biomolekuler, Lembaga Eijkman menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) menguji plasma darah pasien sembuh untuk terapi di pasien positif Covid-19 yang masih dirawat, kali ini muncul kabar menyejukkan lagi.

BUMN di bidang obat-obatan, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) baru saja menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan bioteknologi asal Korea Selatan, Genexine untuk mengembangkan vaksin Covid-19.

Vaksin ini dijadwalkan uji klinis di Indonesia pada Juni 2020.

Uji klinis vaksin dengan nama GX-19 mencakup pengembangan vaksin DNA terhadap virus corona baru oleh konsorsium Genexine, Binex, the International Vaccine Institute (IVI), GenNBio, the Korea Advanced Institute of Science & Technology (KAIST), dan Pohang University of Science & Technology (POSTECH).

Baca: Australia Mulai Uji Coba Vaksin Covid-19 pada Manusia, Kemungkinan Bisa Tersedia Tahun Ini

Baca: Kabarnya Diringkus di India terkait Vaksin Covid-19, Berikut Fakta Kabar Bill Gates Sebenarnya

Foto Angkatan Darat AS pada 8 Maret 2020 menunjukkan seorang karyawan USAMRIID (Institut Penelitian Medis Angkatan Darat Amerika Serikat) sedang melakukan penelitian terhadap virus coronavirus baru, COVID-19
Foto Angkatan Darat AS pada 8 Maret 2020 menunjukkan seorang karyawan USAMRIID (Institut Penelitian Medis Angkatan Darat Amerika Serikat) sedang melakukan penelitian terhadap virus coronavirus baru, COVID-19 (ERIN BOLLING / US ARMY / AFP)

“Kerja sama pengembangan vaksin Covid-19 ini merupakan kontribusi Kalbe untuk membantu pemerintah mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia," kata Sie Djohan, Direktur Kalbe Farma melalui siaran media, Jumat (29/5/2020).

 Sie Djohan berharap dengan penelitian dan pengembangan vaksin Covid-19 bisa membuahkan hasil, sehingga kebutuhan vaksin di Indonesia dapat terjamin ketersediaannya.

Riset vaksin ini sebelumnya telah dilakukan kepada primata, dan telah terbukti menghasilkan antibodi yang mampu menetralisir virus Corona Baru, sehingga tahap berikutnya akan diuji kepada manusia.

Baca: Kabar Gembira, Ratusan Relawan Suntik Vaksin Virus Corona di China Tunjukkan Hasil Menjanjikan

Ilmuan akhirnya mengungkap alasan pengembangan vaksin untuk virus corona sangat lambat, WHO: perlu waktu 18 bulan.
Ilmuan akhirnya mengungkap alasan pengembangan vaksin untuk virus corona sangat lambat, WHO: perlu waktu 18 bulan. (YouTube WGBH News)

Sie Djohan juga menambahkan, Kalbe akan menggandeng lembaga pemerintah untuk berkolaborasi mengembangkan vaksin Covid-19 ini sehinggga proses penelitiannya berjalan lancar dan hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kesehatan masyarakat Indonesia.

 Sebagai informasi, PT Kalbe Farma Tbk Menjalin kerja sama dengan Genexine Inc, perusahaan obat biologi asal Korea Selatan, membentuk PT Kalbe Genexine Biologic (KGBio), sebuah perusahaan joint venture dalam mengembangkan dan membuat bahan baku obat-obatan bioteknologi di Indonesia.

Update Covid-19 di Indonesia

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, terdapat cukup banyak provinsi yang tidak mengalami penambahan kasus baru virus corona pada Jumat (29/05/2020).

Berdasarkan data pemerintah, ada delapan provinsi yang tidak memiliki penambahan pasien baru Covid-19.

"Hari ini cukup banyak provinsi yang tidak kita temukan kasus positif, di antaranya Aceh, Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan Barat," ujar Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jumat sore.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. (Dok. BNPB via Kompas.com)

Selain itu, empat provinsi lainnya yakni, Kalimantan Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.

Penambahan jumlah pasien Sementara itu, berdasarkan data yang dipaparkan Yuri, penambahan kasus baru Covid-19 tersebar di 26 provinsi.

Dari 26 provinsi itu, 5 di antaranya mencatat jumlah penambahan tertinggi.

Kelimanya provinsi itu yakni DKI Jakarta (125 kasus baru); Jawa Timur (101 kasus baru); dan Kalimantan Selatan (74 kasus baru). Kemudian, Papua (56 kasus baru); dan Sulawesi Selatan (41 kasus baru).

Selain itu, Yuri juga menyebutkan sejumlah provinsi lain yang penambahan kasus barunya berkisar antara 1 hingga 3 kasus.

"Yakni Kepulauan Riau, Gorontalo, DIY, Bengkulu dan Sulawesi Tenggara," kata Yuri.

(Tribunnewswiki.com/Ris)

Sebagian artikel tayang di Kompas.com dengan judul Bulan Depan, Kalbe Farma Bakal Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Indonesia.

dan di Tribunnews.com dengan judul Kabar Baik, PT Kalbe Farma Gandeng Perusahaan asal Korea Selatan untuk Uji Coba Vaksin Covid-19





Penulis: Haris Chaebar
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved