Ekonom Bhima Yudhistira Sebut Kartu Prakerja Program Abal-abal, Syok dengan Pernyataan Sri Mulyani

Bhima Yudhistrira mengatakan program Kartu Prakerja ini tidak menyelesaikan masalah. Ia pun mengaku syok mendengar pernyataan Sri Mulyani soal hal ini


zoom-inlihat foto
ekonom-dari-institute-for-development-of-economics-and-finance-indef-bhima-yudhistira-adhinegara.jpg
Tribunnews
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perihal keberadaan program Kartu Prakerja hingga kini masih mendapatkan banyak protes dari masyarakat.

Banyak yang menilai program Kartu Prakerja tidak efektif, justru terlihat seperti proyek yang sekadarnya.

Bahkan menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira secara terang-terangan menyebut Kartu Prakerja hanyalah program abal-abal.

Dilansir TribunWow.com, Bhima Yudhistira menyebut Kartu Prakerja tak bisa menyelesaikan masalah pengangguran saat pandemi Virus Corona melanda.

Terkait hal itu, ia lantas mengungkap jawaban Menteri Keuangan, Sri Mulyani saat ditanya soal Kartu Prakerja.

Bahkan, jawaban Sri Mulyani itu disebutnya membuat dirinya syok.

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun (kiri), dan Ekonom INDEF Bhima Yudhistira (kanan) dalam kanal YouTube Refly Harun, Sabtu (23/5/2020). Bhima Yudhistira secara terang-terangan menyebut Kartu Prakerja hanyalah program abal-abal.
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun (kiri), dan Ekonom INDEF Bhima Yudhistira (kanan) dalam kanal YouTube Refly Harun, Sabtu (23/5/2020). Bhima Yudhistira secara terang-terangan menyebut Kartu Prakerja hanyalah program abal-abal. (dok. YouTube Refly Harun)

Hal tersebut disampaikannya melalui kanal YouTube Refly Harun, Sabtu (23/5/2020).

Mulanya, Bhima mengungkapkan diskusinya dengan Sri Mulyani yang membahas soal Kartu Prakerja.

"Jadi saya itu beberapa minggu yang lalu dengeri Bu Sri Mulyani ngundang beberapa pengamat, kita ngobrol via Zoom," terangnya.

"Kemudian ada pertanyaan soal Kartu Prakerja."

Bhima mengatakan, Kartu Prakerja sama sekali tak dibutuhkan oleh para pencari kerja.

Baca: Peserta Kartu Prakerja Keluhkan Dana Insentif Tak Kunjung Cair, Begini Penjelasan Pemerintah

Bahkan, ia menyebut Kartu Prakerja hanya memberikan pelatihan abal-abal yang banyak tersedia di YouTube.

"Kan seharusnya kalau benar-benar teknokrat hitung-hitungannya kan jelas bahwa Kartu Prakerja ini enggak menyelesaikan masalah."

"Karena pengangguran enggak butuh pelatihan online yang sorry to say ya, abal-abal, yang di YouTube banyak yang lebih berkualitas," sindir Bhima.

Ilustrasi Kartu Pra Kerja yang akan dibuka pendaftaran mulai Kamis (9/4/2020).
Ilustrasi Kartu Pra Kerja yang akan dibuka pendaftaran mulai Kamis (9/4/2020). (Kolase Foto Surya/Tribunnews)

Lebih lanjut, ia menilai banyaknya pengangguran di masa pandemi tidak disebabkan karena kurangnya kemampuan.

Melainkan karena ketidakmampuan perusahaan membayar karyawan saat Virus Corona melanda.

"Kehilangan pekerjaan bukan karena skill kan, tapi karena PHK perusahaannya enggak kuat bayar," jelas Bhima.

Melanjutkan penjelasannya, Bhima lantas mengungkap percakapannya dengan Sri Mulyani.

Bhima membeberkan, Kartu Prakerja tetap diluncurkan karena adanya keinginan Jokowi.

Sri Mulyani menjelaskan mengenai pinjaman yang dilakukan pemerintah sebagai sarana pembiayaan negara di masa pandemi Virus Corona, Kamis (14/5/2020). (YouTube KompasTV)
Sri Mulyani menjelaskan mengenai pinjaman yang dilakukan pemerintah sebagai sarana pembiayaan negara di masa pandemi Virus Corona, Kamis (14/5/2020). (YouTube KompasTV) (Tangkapan Layar YouTube Kompas TV)

Di masa pandemi, Jokowi disebutnya ingin memberi kegiatan warga yang kehilangan pekerjaan.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved