Militernya Terdesak, Menteri Pertahanan Rusia Diminta 'Tembak Dirinya Sendiri'

Pejabat pro-Rusia di Ukraina meminta Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu untuk "menembak dirinya sendiri" karena dianggap tidak becus.


zoom-inlihat foto
Menteri-Pertahanan-Sergei-Shoigu.jpg
OZAN KOSE / AFP
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu di Istanbul, Turki, (22/7/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang pejabat Ukraina yang diangkat oleh Kremlin meminta Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu untuk "menembak dirinya sendiri".

Pejabat itu bernama Kirill Stremousov dan menjabat di wilayah Kherson yang diduduki oleh pasukan Rusia.

Stremousov yang pro-Rusia merasa kecewa karena militer Rusia harus mundur setelah mendapat serangan balik dari tentara Ukraina.

Dia menyebut penarikan mundur pasukan Rusia disebabkan oleh "para pemimipin militer yang tidak becus".

Hal itu disampaikan Stremousov melalui video di kanal Telegram ketika menginformasikan situasi di Kherson.

"Banyak orang yang berkata bahwa Menteri Pertahanan yang membuat kekacauan ini terjadi bisa, layaknya seorang perwira, menembak dirinya sendiri," kata Stremousov dikutip dari Newsweek, (7/10/2022).

"Namun, kalian tahu bahwa kata 'perwira' adalah kata yang tidak bisa dipahami oleh banyak orang," kata dia menambakan.

Baca: Ingin Menyerah, Ribuan Tentara Rusia Panggil Nomor Telepon Ukraina

Stremousov mengatakan Kementerian Pertahanan Rusia terdiri atas "menteri, jenderal yang medioker dan korup, serta penyerbu".

Baca: Sebut Putin Tak Hanya Menggertak, Biden Singgung Ancaman Armageddon

Kekecewaan Stremousov muncul setelah pasukan Ukraina berhasil menekan pasukan Rusia dengan serangan balik. Pada hari Selasa, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan ada tiga lagi permukiman di Kherson yang direbut oleh pasukannya.

Sementara itu, Stremousov mengatakan pasukan Rusia kini terus mendesak pasukan Ukraina. Dia juga menyebut bahwa pasukan Rusia sedang melakukan "pengelompokan kembali" guna menyelamatnya nyawa tentara.

"Kami mengatakan sekali lagi bawa meski muncul kepanikan yang disebarkan oleh media, di wilayah Kherson, Kementerian Pertahanan dan Garda Rusia bertahan hingga akhir. Di wilayah Kherson, segalanya dalam situasi ini, tanpa perubahan dan kepanikan," kata Stremousov.

Baca: Kepada Rusia, Presiden Ukraina Zelenskiy: Kalian Telah Kalah Perang

Foto yang dirilis oleh Angkatan Bersenjata Ukraina memperlihatkan kendaraan lapis baja yang ditinggalkan pasukan Rusia di Kharkiv, (11/9/2022).
Foto yang dirilis oleh Angkatan Bersenjata Ukraina memperlihatkan kendaraan lapis baja yang ditinggalkan pasukan Rusia di Kharkiv, (11/9/2022). (HANDOUT / GENERAL STAFF OF THE UKRAINIAN ARMED FORCES / AFP)

Beberapa pekan ini memang muncul banyak kritik terhadap militer Rusia.

Dua sekutu dekat Putin, yakni pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov, dan pendiri perusahaan yang memproduksi seragam untuk Kelompok Wagner, turut melontarkan kritik.

Kadyrov juga mengkritik para jenderal Rusia, termasuk Oleksandr Lapin. Jika menjadi atasan Lapin, Kadyrov mengaku akan menurunkan pangkat Lapin dan mengirimnya ke garis depan pertempuran bersama dengan senapan mesin untuk "menghapus rasa malunya dengan darah".

Selain itu, Kadyrov juga menyarankan Rusia untuk mempertimbangkan penggunan senjata nuklir berukuran kecil di Ukraina.

Baca: Banyak Pengacara Diminta Bantu Warga Rusia yang Tak Ingin Dikirim ke Ukraina

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Rusia di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved