Informasi Awal
TRIBUNNEWS.COM - Grebeg Syawal di Solo Safari tahun ini berlangsung pada Sabtu (28/3/2026).
Acara Grebeg Syawal Solo Safari 2026 menampilkan Kirab Jaka Tingkir dan pembagian ketupat kepada pengunjung.
Grebeg Syawal juga menjadi upaya Solo Safari memperkuat peran sebagai tempat rekreasi yang juga bisa menjadi ruang pelestarian budaya.
Solo Safari menghadirkan program Grebeg Syawal pada 28 Maret sebagai bagian dari rangkaian aktivitas selama periode libur Lebaran, Safari Raya Festive, dengan mengangkat kekayaan tradisi budaya Jawa dalam balutan wisata keluarga.
Grebeg Syawal di Solo Safari akan menampilkan berbagai rangkaian tradisi khas yang lekat dengan masyarakat Jawa, mulai dari kirab budaya, hingga simbolisasi gunungan ketupat yang identik dengan perayaan Syawal.
Salah satu atraksi utama yang dihadirkan adalah tradisi Joko Tingkir naik gethek, dilanjutkan tarian untuk menyambut Joko Tingkir yang merepresentasikan nilai perjuangan dan perjalanan dalam budaya lokal.
Rangkaian kegiatan ini dirancang sebagai pengalaman yang dapat dinikmati oleh seluruh pengunjung, dengan menghadirkan perpaduan antara unsur budaya, hiburan, dan edukasi. Pengunjung tidak hanya dapat menyaksikan prosesi budaya, tetapi juga merasakan suasana kebersamaan khas Lebaran di kawasan Solo Safari.
Melalui Grebeg Syawal, Solo Safari memperkuat peran sebagai ruang yang tidak hanya menghadirkan rekreasi, tetapi juga menjadi medium pelestarian budaya yang dapat diakses oleh masyarakat luas.
Program ini juga melengkapi rangkaian Safari Raya Festive yang berlangsung selama periode libur Lebaran 14 – 31 Maret 2026 dengan waktu operasional 08:30 – 16:30 WIB, dengan berbagai aktivitas lain seperti pertunjukan edukatif, interaksi satwa, serta hiburan tematik bagi pengunjung.
Baca: Sosok Klaudia Krish, Pemandu Wisata di Solo Safari Mirip Pevita Pearce sampai Dilirik Sang Artis
Tentang
Solo Safari adalah destinasi wisata edukasi satwa yang berada di Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Dikelola oleh Taman Safari Indonesia pada 27 Januari 2023, tempat ini menawarkan pengalaman yang mendalam dan interaktif bagi pengunjung, dengan fokus pada pelestarian satwa dan edukasi lingkungan.
Solo Safari menempati area seluas 14 hektar dan menjadi rumah bagi lebih dari 400 satwa dari 90 spesies yang beragam.
Pengunjung dapat menjelajahi berbagai zona yang dirancang untuk menampilkan satwa endemik Indonesia, serta menikmati berbagai fasilitas hiburan yang mendukung pembelajaran yang menyenangkan, seperti Paint and Brush, Gokart, Dino Ride, Human Claw, Savannah Zipline dan Jeep Adventure.
Pengunjung juga dapat menikmati pengalaman kuliner unik di Makunde Bistro, dengan pemandangan langsung ke exhibit singa, atau bersantai di Bengawan Resto yang menyajikan pemandangan tenang Danau Solo Safari, menciptakan perpaduan sempurna antara petualangan, edukasi, rekreasi dan Kuliner.
Melalui pendekatan yang lebih modern, Solo Safari tidak hanya menjadi destinasi wisata tetapi juga pusat konservasi dan penelitian yang berperan penting dalam menjaga keberlanjutan satwa liar di Indonesia.