Asal Usul Anggur Shine Muscat, Buah yang Viral Akibat Temuan Residu Kimia Melebihi Batas Aman

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ilustrasi anggur muscat

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Anggur Shine Muscat tengah menjadi perbincangan di media sosial setelah ditemukannya residu kimia melebihi batas aman dalam anggur Shine Muscat asal China di Thailand pada Kamis (24/10/2024).

Menurut Kompas.com, Selasa (29/10/2024), temuan ini dilaporkan oleh Jaringan Peringatan Pestisida Thailand (Thai-PAN), Dewan Konsumen Thailand (TCC), dan Badan Pengawas Obat dan Makanan Thailand (FDA).

Jadi, apa itu anggur Shine Muscat?

Dilansir dari Tasting Table, anggur Shine Muscat sering disebut sebagai "mango grape" atau anggur mangga.

Anggur ini istimewa karena berwarna kuning kehijauan, umumnya tidak berbiji, memiliki daging yang renyah, juicy, dan manis, serta kulit tipis sehingga mudah dimakan tanpa dikupas.

Meskipun banyak ditemukan di Asia, seperti Korea Selatan dan China, anggur Shine Muscat sebenarnya berasal dari Jepang.

Menurut Organisasi Penelitian Pertanian dan Pangan Nasional Jepang (NARO), anggur ini dihasilkan dari persilangan Akitsu-21 dan Hakunan, dan diperkenalkan pada 2003.

Di Jepang, anggur Shine Muscat termasuk buah premium, dijual di supermarket kelas atas dengan kemasan mewah, dan harganya mencapai 7.000 yen (sekitar Rp 718.000) per pon.

Namun, jika beruntung, anggur ini dapat ditemukan dengan harga sekitar Rp 394.000.

Tingginya harga ini menyebabkan anggur Shine Muscat dari Jepang kurang populer dibandingkan yang berasal dari Korea Selatan dan China.

ilustrasi anggur muscat (DOK.WIKIMEDIA COMMONS/Scudsvlad)

Menurut The Straits Times, anggur Shine Muscat asal Korea Selatan dan China tampil mirip, namun lebih murah karena bibitnya diambil dari Jepang dan dicangkokkan ke tanaman lokal. 

Harga anggur ini di Korea Selatan dapat mencapai 42.225 won (sekitar Rp 479.568) per dua kilogram, tetapi sempat turun pada awal 2023 menjadi 26.466 won (sekitar Rp 300.586).

Di China, harganya pernah melonjak hingga 400 yuan (sekitar Rp 662.878) per ikat sebelum akhirnya turun menjadi 10 yuan (sekitar Rp 22.095) per kilogram.

Thailand Temukan Residu Kimia di Anggur Shine Muscat

Thai-PAN menemukan kontaminasi residu kimia melebihi batas aman pada anggur Shine Muscat.

Menurut Bangkok Post, Jumat (25/10/2024), Thai-PAN, TCC, dan FDA Thailand menemukan kontaminasi ini melalui tes laboratorium pada Kamis (24/10/2024).

Koordinator Thai-PAN, Prokchon Usap, menyatakan bahwa TCC mengambil 24 sampel anggur muscat dari berbagai tempat, dan 23 dari 24 sampel tersebut mengandung residu pestisida melebihi batas aman.

"Hanya sembilan sampel yang dapat diidentifikasi sebagai barang impor dari China, sedangkan 15 sampel lainnya tidak dapat diidentifikasi asal negaranya," kata Prokchon.

"Sangat mengejutkan ketika kami melihat bahwa 23 dari 24 sampel mengandung residu pestisida yang melebihi batas yang diizinkan," lanjutnya.

Salah satu sampel bahkan mengandung klorpirifos, insektisida yang dilarang di Thailand. 

Halaman
12


Penulis: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer