Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Muhamad Mardiono adalah seorang politisi ulung sekaligus pengusaha Indonesia.
Muhammad Mardiono dilantik sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Muhamad Mardiono merupakan pengusaha yang memiliki sejumlah perusahaan yang bergerak di berbagai sektor.
Muhamad Mardiono lahir di Yogyakarta pada 11 Juli 1957.
Sosok Muhamad Mardiono sendiri lebih dikenal di kalangan terbatas, terutama di dunia usaha dan politik.
Perihal masa pendidikan Muhamad Mardiono dimulai di Yogyakarta.
Di Yogyakarta itulah menjadi tempat Muhamad Mardiono menempuh sekolah dasar.
Sedangkan, masa sekolah menengah pertama dan atasnya dilalui di Magelang.
Akan tetapi, catatan soal di mana Muhamad Mardiono melanjutkan pendidikan tinggi tidak ditemukan.
Muhamad Mardiono juga seorang CEO dan pemilik beberapa perusahaan.
Perusahaan-perusahaan tersebut mulai dari PT Walle Jasa Pratama, PT Albantani Cipta Niaga, PT Bahari Caraka Sarana, PT Serang Asri Hotel, PT Cipta Niaga Internasional, sampai PT Buana Centra Swakarsa (BCS).
Baca: Komjen. Pol. Agus Andrianto
Bukan hanya itu saja, Muhamad Mardiono juga mempunyai PT Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Muámalah yang beroperasi di wilayah Cilegon, Serang, dan Tangerang.
Sementara untuk rekam jejaknya di dunia politik, Muhamad Mardiono pernah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada 5 September 2022 lalu.
Sebelumnya, Muhamad Mardiono pernah menduduki posisi sebagai Wakil Ketua Umum DPP PPP dan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Provinsi Banten.
PPP sempat mengusulkan supaya Muhamad Mardiono mencalonkan diri sebagai gubernur Banten ada tahun 2017 silam.
Namun Muhamad Mardiono menolak tawaran itu
Muhamad Mardiono pun pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden pada periode 2019-2022.
Muhamad Mardiono juga memegang posisi penting di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Di mana Muhamad Mardiono menempati posisi sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Provinsi Banten dari 2007 hingga 2017, serta sebagai Ketua Kadin Provinsi Banten bidang Industri dan Perdagangan pada periode 2002-2007.
Dengan pengalaman panjang di dunia politik dan bisnis, Muhamad Mardiono terus menunjukkan kiprahnya sebagai figur yang berpengaruh di berbagai sektor.
Kepiawaiannya dalam memimpin sejumlah perusahaan, ditambah dengan rekam jejaknya di ranah politik, menjadikannya sosok yang patut diperhitungkan di kancah nasional.
Meski sempat berada di pihak oposisi pada Pilpres 2024, langkah Mardiono yang kini mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan fleksibilitasnya dalam beradaptasi dengan dinamika politik.
Keputusan mengenai peran apa yang akan ia emban di pemerintahan mendatang mungkin belum terungkap, namun kontribusinya dalam pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan menjadi indikasi bahwa ia akan terus berperan aktif dalam membangun bangsa. (1)(2)
Baca: Prof. Dr. Abdul Muti M.Ed.
Karier
Sebelum Muhamad Mardiono jadi Plt Ketum PPP, pengusaha sekaligus politis ini dikenal sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden atau Wantimpres.
Muhamad Mardiono menjabat mulai dari 13 Desember 2019 sampai 2022.
Muhammad Mardiono juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerja Sama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan di era pemerintahan Prabowo Subianto.
Muhammad Mardiono tercatat pernah menjabat sebagai Ketua DPW Provinsi Banten saat di PPP.
Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan ini juga sempat menjabat sebagai Waketum PPP di kepimpinan Romahurmuziy.
Pada Muktamar IX yang digelar di Makassar pada Desember 2020, Mardiono pernah mendeklarasikan maju pada pemilihan ketua umum PPP.
Belakangan pria kelahiran Yogyakarta ini mengurungkan niatnya sehingga Suharso Monoarfa terpilih secara aklamasi.
Muhammad Mardiono menjabat sebagai Plt Ketua Umum PPP sejak 5 September 2022.
Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP PPP dan Ketua DPW PPP Provinsi Banten.
Pada tahun 2017, PPP mendorongnya untuk mencalonkan diri sebagai gubernur Banten, tetapi ia menolak tawaran tersebut.
Selain itu, Muhamad Mardiono pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden pada 2019-2022.
Muhamad Mardiono pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Banten dari 2007 hingga 2017, dan sebagai Ketua Kadin Provinsi Banten untuk bidang Industri dan Perdagangan pada periode 2002-2007.
Mardiono lebih dikenal di kalangan pengusaha.
Mengutip laman Wantimpres, Muhamad Mardiono disebut sebagai pemilik Buana Centra Swakarsa Group atau BCS Group.
Ini adalah perusahaan yang bergerak di berbagai bidang jasa logistik.
BCS Group juga memiliki berbagai anak perusahaan. Berikut daftar perusahaan milik Muhammad Mardiono:
1. PT Buana Centra Swakarsa – bidang logistik
2. PT Bahari Caraka Sarana – bidang freight forwarder
3. PT Serang Asri Hotel – bidang perhotelan
4. PT Jackron Cipta Sakina – bidang perawatan pesawat dan helikopter
5. PT Walie Jasa Pratama – bidang perkapalan
6. PT Cipta Niaga Internasional – bidang properti
7. PT Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Muámalah – bidang finansial
8. PT BCS Industry – bidang industri pipa dan manufaktur fabrikasi dan galvanising
9. PT Albantani Cipta Niaga – bidang perdagangan baja, mesin dan peralatan industri lainnya
10. PT Amanah Perkasa Nusantara – bidang perdagangan peralatan militer. (3)(4)
Baca: Profil Tito Karnavian, Menteri Jokowi yang Masuk ke Kabinet Prabowo dan Adhi Makayasa Akpol 1987
Harta kekayaan
Muhamad Mardiono tercatat mempunyai kekayaan yang cukup fantastis.
Menurt laporan harta kekayaan yang diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 30 Maret 2022, Muhamad Mardiono memiliki total harta senilai Rp 1,27 triliun.
Sebagian besar kekayaannya adalah 179 aset tanah dan bangunan dengan total nilai Rp 676,5 miliar.
Yang mana hal itu tersebar di Cilegon, Banten, dan Yogyakarta.
Di bidang transportasi, Mardiono memiliki 11 mobil dan 5 motor dengan total nilai mencapai Rp 7,7 miliar.
Salah satu mobil termahalnya adalah Lexus LX 570 AT tahun 2014 senilai Rp 1,4 miliar.
Selain itu, ia juga memiliki dua motor klasik, yakni DKW Hummel tahun 1962 dan Lambretta tahun 1970.
Kekayaan lainnya mencakup harta bergerak senilai Rp 1,125 miliar, surat berharga Rp 704 miliar, serta kas dan setara kas sebesar Rp 6,6 miliar.
Dengan segala kekayaan yang dimiliki, Mardiono juga melaporkan hutang sebesar Rp 149 miliar. (2)