Sosok Sakti Wahyu Trenggono ini mencuri perhatian dari rakyat Indonesia.
Bagaimana tidak, Sakti Wahyu Trenggono dinobatkan menjadi menteri terkaya di Indonesia di era pemerintahan Presiden Prabowo.
Berapa harta kekayaan Sakti Wahyu Trenggono hingga dinobatkan menjadi menteri terkaya di era Prabowo?
Simak inilah harta kekayaan Sakti Wahyu Trenggono berikut ini:
Sakti Wahyu Trenggono sendiri memiliki kekayaan mencapai Rp 2.665.900.513.951.
Jumlah tersebut dilaporkan ke Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara Komisi Pemberantasan Korupsi (LHKPN KPK) pada 26 Maret 2024.
Kekayaan Trenggono mayoritas didominasi berupa aset tanah dan bangunan.
Sakti Wahyu Trenggono memiliki 48 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai kabupaten/kota, mulai Selman, Jakarta, Bekasi, Sragen hingga Bali.
Baca: Komjen Agus Andrianto Jadi Menteri, Ini Sosok Berpeluang Jabat Wakapolri, Alumni Akpol 1991
Aset terbesar kedua ada di bagian surat berharga yang mencapai Rp2.227.009.518.100.
Untuk kas dan setara kas senilai Rp156.109.589.895.
Harta lainnya yang tercatat di LHKPN sebanyak Rp166.981.828.901.
Meskipun memiliki harta mencapai triliunan rupiah, isi garasi Trenggono hanya terdapat 3 kendaraan bermotor saja.
Sakti Wahyu Trenggono mempunyai satu kendaraan roda dua dan dua kendaraan roda empat.
Dalam laporan LHKPN, Trenggono menyimpan motor Honda Beat keluaran tahun 2018.
Motor buatan pabrikan Jepang itu kini ditaksir senilai Rp3.250.000.
Perlu diketahui, harga baru Honda Beat 2024, antara Rp18-19 juta.
Adapun untuk kendaraan roda empat, Trenggono memiliki mobil mewah Audi RS 5 tahun 2015.
Mobil jenis sedan itu memiliki harga Rp800.000.000.
Mobil mewah terakhir, bermerek Mini Cooper S Countryman F60 Minibus tahun 2023.
Mobil yang diproduksi British Motor Corporation (BMC) itu senilai Rp1.010.000.000.
Ketiga kendaraan tersebut diperoleh Trenggono lewat hasil sendiri.
Masih ada harta bergerak milik pengusaha asal Jawa Tengah itu.
Total nilainya mencapai Rp22.958.500.000. Namun tidak diketahui harta tersebut berbentuk apa.
Sebagai informasi, Sakti Wahyu Trenggono bukanlah sosok baru di dunia politik Indonesia.
Baca: Profil Abdul Muti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Pilihan Prabowo Gantikan Nadiem Makarim
Sakti Wahyu Trenggono dikenal sebagai tokoh yang aktif dalam tim pemenangan Presiden Jokowi.
Sakti Wahyu Trenggono menjabat sebagai Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pemilihan Presiden 2019.
Kiprah Sakti Wahyu Trenggono di dunia politik sudah dimulai sejak Jokowi masih menjadi Wali Kota Solo, di mana Trenggono turut menjadi bendahara tim pemenangan Jokowi.
Selain itu, Sakti Wahyu Trenggono pun pernah menjabat sebagai Bendahara Partai Amanat Nasional (PAN) pada periode 2009-2013.
Bukan hanya aktif di dunia politik, Sakti Wahyu Trenggono pun mempunyai latar belakang yang kuat di dunia bisnis.
Usai Sakti Wahyu Trenggono menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Industri dan S2 Magister Manajemen di Institut Teknologi Bandung (ITB), Trenggono memulai kariernya sebagai programmer di Federal Motor pada 1986 hingga 1992.
Karier bisnisnya terus berkembang, dan Sakti Wahyu Trenggono lanjut menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan di INKUD serta menjadi komisaris di PT Tower Bersama Tbk sejak 2009.
Trenggono juga menjadi komisaris PT Merdeka Copper Gold, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan pada tahun 2018.
Sakti Wahyu Trenggono dilantik menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) hari ini (21/10) di Istana Kepresidenan Jakarta.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri KKP ini menyatakan keinginannya untuk membawa Indonesia unggul di bidang kelautan dan perikanan.
Bahkan Wahyu juga menyebut, Indonesia tak boleh kalah dari negara tetangga.
Sebelumnya itu, Prabowo Subianto menyampaikan pidato pertamanya usai dilantik hari ini (21/10) di Gedung MPR/DPR Jakarta.
Dalam pidato perdananya, Prabowo berjanji, bersama dengan wakilnya Gibran Rakabuming Raka, akan menjalankan undang-undang untuk berbakti pada negara dan bangsa.
Prabowo juga berjanji akan mengutamakan kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia di atas kepentingan pribadi atau golongan.
Menteri dan Wamen Kemeterian Kelautan dan Perikanan di Kabinet Prabowo
Presiden Prabowo Subianto tidak mengubah nomenklatur Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Dalam Kabinet Merah Putih yang dibentuk Prabowo, KKP dipimpin oleh seorang menteri yang dibantu oleh satu orang wakil menteri (wamen).
Berikut susunan kepemimpinan di Kementerian Pekerjaan Umum dalam Kabinet Merah Putih:
- Menteri Kelautan dan Perikanan: Sakti Wahyu Trenggono
- Wamen Kelautan dan Perikanan: Didit Herdiawan.
Keduanya diketahui telah resmi dilantik oleh Prabowo bersama 48 menteri dan 56 wakil menteri di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2024). Hanya saja dalam waktu yang berbeda.
Pelantikan 48 menteri dilakukan pada pagi hari. Sedangkan, 56 wamen dilantik pada siang hari.
Kembali dipercaya menukangi KKP, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, Presiden Prabowo Subianto memintanya mendukung program ketahanan pangan dari hasil kelautan.
Oleh karena itu, dia menyebut bahwa kementeriannya akan menggenjot budidaya hasil perikanan.
Kemudian, Trenggono juga menyinggung soal pencurian benih lobster yang angkanya mencapai ratusan juta benih lobster per tahun.
"Angkanya kira-kira antara 300 sampai 500 juta bibit. Yang selalu memanennya ke negara tetangga. Saya tidak sebut namanya, negara tetangga, tapi teman media saya kira juga sudah tahu," ujar Trenggono usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Senin
"Saya pergi ke sana, itu industrinya sudah masif, Mereka sudah terbentuk, strukturnya,” katanya lagi.
Baca berita terkait di sini