Insiden ini terjadi pada Sabtu (14/9/2024) sekitar pukul 22.30 WIB di Lapangan Binamarga, Desa Gunung Putri, dalam acara Gunung Putri Scooter Festival (GSF).
Pelaku yang diduga terlibat, berinisial K (42), menyerahkan diri ke polisi setelah diantar oleh keluarganya.
Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, membenarkan hal ini, mengatakan bahwa K diantar langsung oleh orang tuanya pada Sabtu (21/9/2024).
Menurut Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Teguh Kumara, K mengaku melakukan penganiayaan untuk membela istrinya yang lebih dulu dipukul oleh korban menggunakan botol minuman keras di bagian pelipis kiri.
K merasa tidak terima istrinya diperlakukan kasar, sehingga ia langsung bertindak.
Kasus ini menjadi ramai diperbincangkan karena beredar kabar bahwa K mencungkil mata korban.
Namun, AKP Teguh Kumara menyatakan pihaknya masih mendalami apakah pencongkelan tersebut benar terjadi atau tidak.
Baca: Fakta Penangkapan Pembunuh Gadis Penjual Gorengan, Buron 11 Hari, Ternyata Residivis Pencabulan
Kapolsek Gunung Putri, AKP Auilia Robby, menjelaskan bahwa korban mengalami luka di wajah dan mata, namun saat ini kondisinya sudah mulai stabil dan sedang dalam perawatan medis.
Hasil visum untuk memastikan kebenaran dugaan pencongkelan mata masih ditunggu.
K, seorang pria berusia 42 tahun, mengungkapkan bagaimana awal mula dirinya melakukan penganiayaan dengan cara mencongkel mata korbannya.
Insiden ini terjadi pada Sabtu (14/9/2024) saat acara Gunung Putri Scooter Festival (GSF) di Lapangan Binamarga, Desa Gunungputri, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor.
K menyatakan bahwa ia hanya menggunakan jarinya untuk mencungkil mata korban.
Menurutnya, kejadian bermula saat ia datang ke acara Vespa Gunungputri dan mengonsumsi minuman keras.
"Kami datang ke acara, nongkrong di sana sambil minum dan ngobrol," ujar K.
Korban disebut beberapa kali mendatangi tempat mereka nongkrong.
"Korban datang, satu kali pergi lagi, dua kali pergi lagi," tambahnya.
Namun, pada kedatangan ketiga, korban memukul pasangan K dengan botol miras.
"Pas ketiga kalinya dia datang lagi, saya tidak paham apa yang dia lakukan, tapi yang saya tahu dia memukul Novi (pasangan K) dengan botol di kepalanya, dan darah mengalir. Itulah yang memicu emosi saya," ungkap K.
Saat Novi sedang diobati, K pun langsung menyerang korban.
Dia mengaku tidak sendiri saat melakukan penganiayaan, melainkan ada sekitar empat orang yang ikut serta.
"Ada beberapa anak di situ, saya tidak kenal, tapi ramai sekali," jelasnya.
Tidak hanya menganiaya, K kemudian mencongkel mata korban dengan jarinya.
"Terakhir saya menggunakan jari. Kalau dilihat dari video yang beredar, memang parah," aku K.
Ia juga mengira bahwa korban mungkin tidak akan bisa melihat lagi.
"Saya rasa dia bisa buta," ujarnya.
Kini, K mengaku siap bertanggung jawab atas tindakannya jika ia mampu melakukannya.
"Kalau saya mampu, saya akan bertanggung jawab," katanya.
Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, mengonfirmasi bahwa K menyerahkan diri ke polisi dengan diantar keluarganya.
"Dia diantar langsung oleh orang tuanya," ujarnya.
Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Teguh Kumara, menjelaskan bahwa tindakan brutal K disebabkan oleh keinginan untuk membela istrinya, Novi, yang lebih dulu dipukul oleh korban.
"Tindakan pencongkelan mata ini sedang kami dalami lebih lanjut," katanya.
Polisi masih menunggu hasil visum dari dokter untuk memastikan apakah benar korban mengalami pencongkelan mata.
"Kami masih menunggu hasil visum dan mengumpulkan keterangan saksi untuk mengetahui motif sebenarnya di balik penganiayaan ini," jelas AKP Auilia Robby, Kapolsek setempat.
Korban saat ini masih menjalani perawatan medis dan kondisinya stabil.