PKS yang sebelumnya memperlihatkan kecenderungan mendukung Edy, tiba tiba berbalik arah mendukung menantu presiden Jokowi tersebut.
PKS mengungkap alasan lebih memilih mendukung Bobby Nasution ketimbang Edy Rahmayadi dalam Pilkada Sumatera Utara 2024.
Diketahui dalam Pilkada Sumut 2018, PKS mendukung Edy Rahmayadi hingga mantan Pangkostrad tersebut terpilih menjadi gubernur Sumut.
Namun, dalam Pilkada Sumut 2024, PKS menyebut sengaja mendukung Bobby Nasution agar ada variasi.
"Biar ada variasi. Politik kan perlu dinamis," kata Juru Bicara PKS Ahmad Mabruri kepada Tribunnews.com, Jumat (2/8/2024).
Mabruri mengatakan, PKS sudah memiliki kesepahaman dengan Bobby untuk membangun Sumut ke depannya.
"Sudah ada beberapa kesepahaman dengan Bobby untuk membangun Sumut ke depan," ujarnya.
Dia memastikan keputusan mengusung Bobby sudah melalui rapat Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS.
Sebelumnya Presiden PKS Ahmad Syaikhu terang terangan intens membangun komunikasi dengan Edy Rahmayadi jelang pemilih Gubernur Sumatera Utara.
Dia mengatakan, saat ini proses penjaringan calon Gubernur Sumut masih berlangsung.
"Semuanya masih berproses ya, mudah-mudahan lah Allah mudahkan jalannya, " kata Ahmad Syaikhu saat hadir dalam Harlah, guru Madrasah yang berlangsung di hotel Madani, kota Medan, Jumat (26/7/2024).
Dalam acara itu, Syaikhu turut ditemani oleh Edy Rahmayadi.
Syaikhu pun mengatakan, komunikasi dengan Edy Rahmayadi sebagai salah satu calon Gubernur Sumut rutin dilakukan.
"Makanya saya tadi juga saya datang dan banyak berbincang dengan beliau, beliau juga banyak memberikan update-update terkini," kata Syaikhu.
Soal peluang PKS mengusung Edy Rahmayadi pun dibenarkan olehnya.
Syaikhu mengatakan, Edy akan mengikuti kontestasi Pilkada Sumut seperti halnya Anies Baswedan yang didukung PKS di Pilkada Jakarta.
"Mudah-mudahan insyaallah kita akan berlayar seperti halnya Pak Anies berlayar di DKI," kata dia.
Syaikhu mengatakan, bahwa PKS adalah partai yang mendukung Edy Rahmayadi pada Pilgub Sumut 2016 silam.
Karena itu, peluang PKS untuk bersama Edy pada Pilkada Sumut pun sangat besar.
"Besar lah (peluang PKS bakal usung Edy) kita dari 2016 (sudah bersama)," sambung Syaikhu.
Sinyal PKS mendukung Bobby Nasution sebenarnya sudah ditunjukkan dengan tidak mengizinkan bendera PKS dikibarkan di posko pemenangan calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.
Ketua DPW PKS Sumut Usman Jafar mengatakan, sejauh ini PKS belum mengeluarkan dukungan kepada calon Gubernur Sumut.
"Soal Gubernur belum ada rekomendasi, masih proses pembahasan," kata Usman, Senin (29/7/2024).
Karena alasan itu, PKS belum mengizinkan penggunaan benderanya dipasang di posko pemenangan calon Gubernur Sumut.
Selain itu, Jafar mengatakan, PKS Sumut belum menerima permintaan tersebut dari tim pemenangan Edy Rahmayadi.
"Untuk bendera PKS, belum ada rekomendasi dan juga memang belum ada permintaan itu dari tim Edy kepada PKS Sumut," sambung Jafar.
Menurutnya, PKS belum memiliki legal formal atau dukungan resmi kepada Edy dan calon Gubernur Sumut lain
"Bendera kita juga belum dipasang karena belum memberikan dukungan kepada siapa pun. Itu yang dipasang bendera partai lain, PKS tidak ada. Jadi kan secara legal formal dari PKS belum ada," kata Usman.
Dukungan PKS pada Bobby membuat Partai Gerindra semringah.
Gerindra Sumut menyambut hangat dukungan PKS kepada Bobby Nasution untuk maju sebagai calon Gubernur Sumut.
Sekretaris Gerindra Sumut Sugiat Santoso mengatakan, sejak awal mereka ingin banyak partai termasuk PKS bergabung mendukung Bobby di Sumut.
"Kami sejak awal memang mengharapkan semakin banyak partai-partai politik di Sumatera Utara untuk ikut bersama-sama mengusung pasangan Bobby-Surya pada Pilgubsu 2024," kata Sugiat, Jumat (2/8/2024).
Sugiat mengatakan, kehadiran PKS akan semakin menguatkan pemenangan Bobby.
Dengan begitu, program program pemerintah Sumut dan presiden terpilih Prabowo dan Gibran semakin kuat andai Bobby terpilih.
"Apalagi partai-partai yang juga sudah dan akan bergabung di pemerintahan Prabowo-Gibran agar kolaborasi ini bukan hanya semangatnya di daerah tapi juga di pusat, sehingga program-program Prabowo-Gibran itu bisa dieksekusi di tingkat provinsi, di tingkat kabupaten dan kota," sambung anggota DPR RI terpilih itu.
Gerindra pun berharap agar PKS juga mendukung Bobby dan calon wakil Gubernurnya yakni Surya.
Apalagi, PKS menurut Sugiat adalah partai besar yang memiliki kader militan termasuk di Sumut.
"Kami berharap dukungan PKS ke Bobby-Surya itu akan semakin menguatkan kemenangan Bobby-Surya di Pilgubsu 2024 nanti. Apalagi kita sama-sama tahu PKS adalah partai besar yang punya basis pendukung yang militan dan segmentasi jelas," tuturnya.
PDIP bicara nasib Edy
Dinamika politik di Sumut jelang Pilkada Gubernur terus berkembang.
Termasuk siapa sosok calon Gubernur Sumut yang akan didukung PDI Perjuangan
Selain Edy Rahmayadi dan Nikson Nababan, kini muncul nama Sofyan Tan.
Jika sebelumnya Edy Rahmayadi mengatakan, dirinya sudah mendapat rekomendasi dari PDI P untuk maju ke Pilgub Sumut 2024.
Tapi Juru bicara PDI Perjuangan (PDIP) Chico Hakim justru membantah kabar tersebut.
Chico mengakui Edy Rahmayadi memang intens berkomunikasi dengan PDIP terkait Pilgub Sumut.
"Namun, belum secara defenitif ada rekom dari kami," kata Chico kepada Tribunnews.com, Jumat (2/8/2024).
Dia menuturkan, dinamika Pilgub termasuk Sumut masih dinamis.
"Ya kita lihat nanti ke depannya, namun tentu beliau adalah calon kuat untuk kami usung," ujar Chico.
Menurut Chico, di internal PDIP sendiri juga masih banyak kader-kader yang memiliki kans untuk diusung di Pilgub Sumut.
Mereka di antaranya Nikson Nababan, Sofyan Tan, dan mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.
"Namun, kita lihat nanti apakah kami akan mengusung sebagai cagub atau cawagub. Sampai hari ini belum defenitif sikap DPP maupun Ibu Megawati Soekarnoputri," ucapnya.
Sebelumnya, Edy yang juga mantan Gubernur Sumut mengaku telah mendapat rekomendasi dari PDIP untuk maju di Pilgub Sumut 2024.
Edy mengatakan, dia telah mendapatkan rekomendasi PDIP dan ditugaskan untuk mencari calon wakil Gubernurnya.
"Ada rekomendasi (dari PDIP), tetapi bukan satu ketentuan untuk persyaratan atau B1KWK untuk ke KPU," kata Edy Rahmayadi di posko pemenangan di Medan, Selasa (30/7/2024)
Edy mengatakan bahwa telah mendapatkan rekomendasi PDIP dan ditugaskan untuk mencari calon wakil Gubernurnya.
Soal sosok wakil Gubernur pendampingnya, Edy mengaku belum memutuskannya dan masih mencarinya.
Berikut daftar perolehan kursi DPRD Sumut :
1. Partai Golkar 22 Kursi (dukung Bobby)
2. PDI Perjuangan 21 Kursi
3. Partai Gerindra 13 Kursi (dukung Bobby – masih secara lisan)
4. Partai NasDem 12 Kursi
5. PKS 10 Kursi
6. PAN 6 Kursi (dukung Bobby)
7. Partai Demokrat 5 Kursi (dukung Bobby – masih secara lisan)
8. Hanura 5 Kursi
9. PKB 4 Kursi
10. PPP 1 Kursi
11. Perindo 1 Kursi
Syarat pencalonan Pilgub Sumut adalah parpol atau koalisi parpol mempunyai minimal 20 kursi DPRD Sumut.
Sejauh ini hanya ada beberapa nama yang potensial diusung di Pilgub Sumut. Antara lain, Bobby Nasution, Edy Rahmayadi (mantan Gubernur Sumut), dan Nikson Nababan (mantan Bupati Taput 2 periode).
Langkah Edy Rahmayadi dan Nikson Nababan masih cukup terjal untuk bisa maju di arena Pilgub.
Edy Rahmayadi memang sudah mengantongi surat dukungan dari Partai Hanura.
Tetapi, untuk bisa memenuhi syarat pencalonan, Edy harus mencari dukungan dari parpol lainnya.
Segendang sepenarian, Nikson Nababan juga menggantungkan asa kepada partai yang menaunginya, PDIP.
Melihat tradisi PDIP yang selama ini kerap mengusung kader untuk maju di pilkada, harapan Nikson memang terbuka lebar.
Apalagi PDIP yang punya 21 kursi DPRD, bisa mengusung paslon tanpa harus koalisi dengan parpol lainnya.
Meski begitu, tak tertutup kemungkinan PDIP mengubah “tradisi” mengusung kader sendiri, dengan memilih sosok lain yang populer, mengingat dinamika politik nasional antara PDIP dengan Jokowi, mertua Bobby Nasution.
(tribunnewswiki.com/tribunnews.com)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini