Terungkap Sosok J, S, RS, ALO, dan MN Komplotan Inisial T Pengendali Judi Online, Statusnya DPO

Penulis: Rakli Almughni
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Terungkap Sosok J, S, RS, ALO, dan MN Komplotan Inisial T Pengendali Judi Online, Statusnya DPO

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengungkap sosok lain di balik judi online (judol).

Tak hanya inisial T, ternyata ada sosok lain yang terlibat dalam bisnis judol di Indonesia, inisialnya J, S, RS, ALO, dan MN.

Benny Rhamdani mengaku bahwa dirinya menyampaikan lima inisial lainnya dalam rapat terbatas di Istana Negara kepada Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Inisial tersebut diungkapnya dalam pembahasan tentang tindak pidana perdagangan orang atau TPPO.

Hal tersebut diungkap Benny setelah memenuhi panggilan Bareskrim Polri untuk mengklarifikasi sosok inisial T.

Tentang sosok lain, Benny kemudian menyebut inisial S atau J yang penempatannya ilegal di Singapura.

Sosok S atau J ini pun masih berstatus DPO atau masuk dalam daftar pencarian orang hingga hari ini.

Baca: Terkuak Sosok Inisial T Jadi Pengendali Judi Online di Indonesia, Jokowi-Kapolri Kaget Mengetahuinya

Kemudian ada sosok lain, yakni ALO atau AIN, inisial RS yang bertatus DPO, serta S dan MN.

"Ada inisial-inisial lain, misalnya penempatan ilegal di Singapura. Ada inisial S atau J itu statusnya DPO hingga hari ini," kata Benny, Senin, 29 Juli 2024.

"Kemudian inisial ALO atau AIN, inisial RS statusnya DPO, kemudian inisial S dan MN," sambung Benny.

Ia memiliki alasan menyampaikan inisial-inisial itu adalah dengan harapan dapat ditindaklanjuti oleh penegak hukum.

"Fokus BP2MI kan fokus penempatan dan perlindungan, yang kami perangi sindikat penempatan ilegal. Nah, apa nih korelasinya dengan judi online, sehingga saya katakan agar tidak misleading," ucap dia.

"Kalau isunya hanya judi online, bukan tugas BP2MI, BP2MI tidak akan pernah masuk mengurusi masalah itu. Kan kita udah punya Satgas Judi Online, tapi ketika bicara Kamboja, itu yang saya katakan spesifik, karena anak bangsa yang ditempatkan di Kamboja, mereka dipekerjakan di bisnis judi online dan scamming online," sambungnya. 

Baca: 23 Formasi CPNS 2024 di Kementerian untuk Lulusan SMA, Bisa Daftar di Kemenhub hingga PUPR

Benny jelaskan sosok inisial T

Sebelumnya, Benny Rhamdani menarik pernyataan soal dugaan bos judi online inisial T.

Sebelumnya pernyataan Benny Rhamdani menggegerkan. Dia menyebut ada sosok inisial T yang mengendalikan judi online.

“Saya cukup menyebut inisialnya T aja depannya. Ini saya sebut di depan Presiden," ujar Benny.

Benny mengklaim Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sempat kaget mendengar laporannya.

Benny menilai sosok T tersebut tak pernah tersentuh oleh hukum di Indonesia meski identitasnya telah diketahui.

"Presiden kaget, Pak Kapolri kaget, agak cukup heboh rapat terbatas saat itu. Orang ini adalah orang yang selama republik ini berdiri mungkin tidak bisa disentuh oleh hukum," ujar Benny.

Benny menyebut saat ini negara perlu mengambil tindakan tegas terkait pihak-pihak yang terlibat dalam bisnis judi online ini. Hukum juga dinilai harus mampu menyentuh para bandar.

Baca: Video Skandal Mirip Audrey Davis Viral di Twitter & TikTok, Link Durasi 2 Menit Tersebar

Namun demikian, usai pernyataannya heboh, Benny mengklarifikasi pernyataannya pada Minggu (28/7/2024) seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Benny Rhamdani, menjelaskan telah terjadi kesalahpahaman soal sosok T di masyarakat.

Dijelaskan Benny, sosok T bukanlah pengendali judi online Indonesia.

Sosok T ini diduga menjadi pelaku yang mempekerjakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Kamboja untuk sektor judi online dan scamming online.

"Bukan begitu (T bukan bos judi online di Indonesia)."

"Saya sampaikan dalam kaitan penempatan ilegal pekerja migran ke Kamboja yang dipekerjakan di sektor perjudian, yaitu judi online dan scamming online, yaitu inisial T," kata Benny kepada awak media, Minggu (28/7/2024).

Benny mengakui telah menyampaikan soal sosok T ini kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan beberapa pejabat tinggi lainnya pada saat rapat terbatas (ratas) bersama di bulan Agustus 2023 lalu.

Baca: 16 Syarat Mendaftar CPNS 2024 Penjaga Tahanan Kemenkumham Lulusan SMA

Mereka di antaranya Wapres, Ma'ruf Amin; mantan Menkopolhukam, Mahfud MD; Menko PMK, Muhadjir Effendy; hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Terkait hal itu, Benny pun merasa heran publik baru meributkannya tahun ini.

"Justru ratas itu kan terjadi kalau nggak salah Agustus 2023, itu tahun lalu dong."

"Itu yang saya katakan, kok baru ribut sekarang. Toh saya sudah sampaikan di ratas tahun lalu," jelas Benny.

Benny menjelaskan, pembahasan dalam ratas itu berfokus pada tata kelola PMI.

"Saya diminta memberikan paparan yang cukup panjang, kemudian ketika masuk pada isu dengan penempatan (pekerja) ilegal, perlindungan negara, jadi saya bicara tentang angka-angka."

"Jadi kekagetan Presiden dan forum itu ya sebenarnya tentang apa yang saya sampaikan secara umum."

Baca: Video Syur 2 Menit Wanita Mirip Audrey Davis Viral di Twitter, David Bayu Lakukan Hal Ini

"Pertama, bagaimana sindikat penempatan ilegal tidak bisa disentuh hukum, siapa yang bermain di balik yang melindungi sindikat ilegal bekerja, orang yang dideportasi sudah 110.000 orang dalam empat tahun, orang yang meninggal 2.600 dalam empat tahun," jelas Benny.

Dalam pemaparannya, PMI yang dipekerjakan di sektor judi online dan scamming online di Kamboja itu ada yang berpendidikan SMA sampai S2.

Sosok T ini, lanjut Benny, berperan dalam penempatan PMI secara ilegal di Kamboja untuk dipekerjakan di sektor judi online.

"Ada tren baru ke Kamboja kalau penempatan ilegal, selama ini, yang menjadi korban adalah mereka yang berpendidikan menengah ke bawah, tren Kamboja ini berbeda."

"Mereka adalah anak-anak muda milenial atau gen Z yang memiliki pendidikan SMA, S1, bahkan S2. "

"Nah mereka dipekerjakan di sektor judi online dan scamming online, masuk ke situ. Terus saya menyebut bahwa yang menjadi fokus pemerintah adalah sosok T," ujar Benny.

Kapolri membantah

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa dirinya belum pernah menerima informasi mengenai identitas lengkap sosok berinisial "T" yang disebut mengendalikan bisnis judi online di Indonesia, dari Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani.

Karenanya, kata Sigit, pihaknya akan memanggil Benny Rhamdani untuk membeberkan siapa sosok inisial T yang dimaksud supaya kasus bisnis judi online bisa menjadi lebih terang.

"Belum pernah. Nanti bila perlu, kita akan buat surat panggilan agar lebih jelas," ujar Sigit kepada Kompas.com, Jumat (26/7/2024).

Sigit menegaskan dirinya akan meminta data lengkap perihal sosok berinisial "T" ini.

"Tinggal dilaporkan data lengkap dan bisa dibuktikan, kita proses tuntas," imbuhnya. 

Adapun Benny mengklaim Kapolri kaget dalam sebuah rapat terbatas ketika disebutkan nama sosok berinisial T ini, sebagai aktor dibalik bisnis judi online di Indonesia.

"Nanti kami tanyakan Pak Benny, siapa yang dimaksud," ujar Sigit.

Sigit mempersilakan Benny Rhamdani untuk melaporkan data lengkap dari sosok berinisial 'T' ke pihaknya.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro memastikan Bareskrim akan memanggil Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani pada Senin (29/7/2024).

Pemanggilan itu, kata Djuhandhani dalam rangka berkoordinasi terkait sosok inisial T yang disebut-sebut sebagai pengendali judi online di Indonesia.

"Kepala BP2MI kami panggil untuk sebagai saksi besok hari Senin," ujar Djuhandhani Rahardjo Puro dalam keterangannya, Jumat (26/7/2024).

Menurut Djuhandhani, pihaknya juga sedang menyelidiki soal perkara judi online.

"Kami melakukan penyelidikan," kata dia.

(tribunnewswiki.com/tribun network)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini



Penulis: Rakli Almughni

Berita Populer