Anak Sulung Hans Tomasoa & Rita Tomasoa Pasutri Lansia Meninggal Buka Suara, Bantah Telantarkan Ortu

Penulis: Rakli Almughni
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anak Sulung Hans Tomasoa & Rita Tomasoa Pasutri Lansia Meninggal Buka Suara, Bantah Telantarkan Ortu

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Anak sulung atau anak pertama dari Hans Tomasoa dan Rita Tomasoa pasutri lansia meninggal di Bogor akhirnya muncul buka suara.

Anak sulung membantah narasi-narasi yang muncul yang menyebutkan anak-anak Hans Tomasoa dan Rita Tomasoa menelantarkan orang tuanya hingga meninggal dan membusuk di rumah.

Melalui pengacaranya Andreas Sapta Finady, Aris membantah narasi anak mendiang Hans dan Rita Tomasoa telah menelantarkan keduanya.

Diberitakan sebelumnya, jasad pasangan lansia Hans Tomasoa (83) dan Rita Tomasoa (79) ditemukan warga membusuk di dalam kamar rumahnya pada Selasa (16/7/2024) di Jonggol, Bogor, Jawa Barat.

Pasangan ini hidup berdua di usia mereka yang sudah tua.

Hans Tomasoa yang sudah tua dikabarkan harus merawat Rita Tomasoa, istrinya yang mengalami stroke.

Keduanya diketahui memiliki tiga anak kandung namun disebut tak pernah datang menjenguk.

Hans Tomasoa dan Rita Tomasoa, pasutri lansia meninggal di Bogor. (kolase tribun)

Baca: Mahasiswa Ungkap Identitas Asli Dosen Hans Tomasoa, Ternyata Kapten Pelaut Terkenal di Masanya

Adapun anak pertama bernama Aris, kedua bernama Bradley dan bungsu bernama Ciro Juliano.

Padahal ketiga anaknya diketahui tinggal di Jakarta, Bandung, dan Bekasi.

Aris lewat pengacaranya, Andreas Sapta Finady membantah kabar yang berseliweran tersebut.

"Kita sangat menyayangkan kepada oknum-oknum memberikan narasi pencemaran nama baik, memfitnah tanpa mengkonfirmasi kepada keluarga ini sangat disayangkan," kata Andreas lewat TikTok @storywartawanhiburan, Minggu (21/7/2024).

Andreas membantah bahwa anak-anak pasangan lansia Hans dan Rita Tomasoa ini telah menelantarkan orangtuanya.

"Adapun narasi-narasi yang dimaksud tentang anak-anak mendiang yang telah menelantarkan mendiang, itu pada faktanya tidak benar," ujar Andreas.

Ia juga membantah bahwa anak-anak Hans dan Rita Tomasoa tidak merespon dengan kabar meninggalnya orangtua mereka.

Baca: Curhatan Ciro Juliano Anak Pasutri Lansia Meninggal di Bogor, Akui Tak Harmonis dengan Hans dan Rita

"Narasi terkait dengan tidak adanya respons dari anak-anak mendiang atas berita meninggalnya mendiang di kediaman mendiang itu adalah tidak benar," tegasnya.

Andres juga membantah bahwa anak-anak opa Hans tidak menjenguk orangtuanya sejak tahun 2017.

"Narasi terkait anak-anak mendiang tidak pernah menemui mendiang sejak tahun 2017 itu tidak benar," jelasnya.

Andreas mengatakaan Aris sebenarnya sempat tinggal bersama mendiang orang tuanya.

Disebutkan bahwa Aris bersama anak-anaknya tinggal bersama Hans dan Rita dalam pada 2018.

Namun, beberapa tahun setelahnya, Aris memutuskan untuk keluar dari rumah tersebut karena mendapatkan pekerjaan.

Andreas juga mengungkap kondisi perkenomian anak-anak Hans dan Rita yang tengah tidak stabil.

Baca: Terungkap Hans Tomasoa Pasrah Dibohongi Anaknya, Cerita Asli Pasutri Lansia Meninggal di Bogor Haru

"Jujur saya sampaikan di sini bahwa pekerjaan dari Pak Aris adalah sopir, lalu anak kedua yaitu Pak Bradley juga sedang dalam kondisi perekonomian yang tidak stabil," ungkapnya.

"Dan juga di sini Ciro lah yang memang banyak sering (berkunjung) karena tinggal di jakarta dan anak terakhir," sambungnya.

Menurutnya, pihak keluarga mendiang Hans dan Rita sebenarnya tetap memberikan perhatian.

Namun dengan melibatkan orang lain.

"Yang menjadi atensi disini bahwa keluarga tetap memberikan atensi baik kepada kedua orangtua ayaitu dengan tokoh teh Eka dan Pak Suanda yang sering dimintakan oleh keluarga atau anak-anak mendiang ini untuk mensupervisi keadaan sehari-hari di sana," jelasnya.

Selain itu, Andreas menyebut bahwa Aris juga sudah meminta pengurus gereja dan pengurus RT membantu kedua orangtuanya.

Namun setelah Hans dan Rita meningal lalu viral, oknum tersebut justru menceritakan hal-hal yang tidak sesuai dengan faktanya.

Baca: Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Hans Tomasoa dan Rita Tomasoa, Pasutri Lansia Meninggal di Bogor

"Pada tanggal 13 Juli 2024 klien kami telah menemui salah satu pengurus gereja dan juga pengurus RT yang memang awalnya baik-baik saja, tapi setelah viral oknum ini bekerja sama dengan salah satu media akhirnya menceritakan hal-hal yang tidak benar, bahkan fitnah," kata Andreas.

Andreas juga mengungkap bahwa Aris dihalang-halangi untuk masuk ke rumah saat orangtuanya meninggal.

"Yang salutnya adalah kami dihalang-halangi untuk masuk kedalam rumah karena alasan tidak jelas, yang kami pertanyakaan apakah oknum tersebut adalah saudara dari mendiang," katanya.

Andreas kemudian menegaskan bahwa pihaknya akan menempuh jalur hukum seandainya kembali menemukan unsur fitnah dan kebohongan mengenai keluarga Hans dan Rita Tomasoa.

"Jika kami menemukan adanya unsur fitnah, kebohongan maka kami tidak akan segan-segan menempuh jalur hukum sesuai undang-undang berlaku," tegasnya.

"Kami sebagai kuasa hukum memohon dan menghimbau untuk pemilik akun segera mungkin mentakedown foto-foto dan video mendiang," imbuhnya.

Anak-anak disebut tak pernah menjenguk

Sebelumnya, dari keterangan warga setempat, tiga anak Hans dan Rita itu sebelumnya diketahui tidak pernah menjenguk orang tuanya.

Baca: Bukan Stroke, Rita Tomasoa Pasutri Lansia Meninggal di Bogor Ternyata Mengidap Sakit Parkinson

Padahal Rita diketahui sudah menderita stroke cukup lama, sementara Hans sudah tampak tertatih saat berjalan.

Disebutkan bahwa anak-anaknya tidak ada yang datang untuk sekadar menjenguk dan merawat mereka.

Sehingga, pasangan lansia itu hanya hidup berdua saja dengan dibantu warga sekitar dan jemaat gereja.

Ketiga anak ketiga pasutri ini disebut-sebut tak pernah menjenguk orangtuanya sejak tahun 2017

Hal ini diakui oleh Jonathan Tobing, selaku pengurus RT setempat.

"Sejauh sepengetahuan saya memang betul anak dari almarhum tidak pernah, atau kalaupun memang pernah saya tidak tahu, atau mungkin menjenguknya hanya sebentar, tapi menurut pengakuan temen-temen yang lain itu tidak pernah," ujarnya saat dijumpai TribunnewsBogor.com, Kamis (18/7/2024).

Jonathan Tobing mengatakan, Hans Tomasoa dan Rita Tomasoa menempati rumah tersebut antara akhir tahun 2017 atau awal tahun 2018 hanya berdua.

Sedangkan tiga anaknya tinggal di luar kota, ada yang di wilayah Jakarta, Bandung, dan Bekasi.

"Saya engga tau apakah ada warga lain yang bukan jajaran pengurus pernah melihat (berkunjung), tapi dari sesama kita, kita tidak pernah melihat ada kunjungan dari anak-anaknya," terangnya.

Baca: Foto Rita Tomasoa Muda, Pasutri Lansia yang Meninggal di Bogor Ternyata Penyiar Radio dan Atlet Voli

Jonathan mengatakan anak bungsu opa dan oma muncul saat proses pemakan sedang berlangsung.

Sementara anak pertama dan anak kedua dari pasangan lansia tersebut baru muncul pada malam harinya.

"Jujur saya pertama kali melihat anak-anak dari almarhum itu setelah kejadian, sebelumnya saya tidak pernah melihat sama sekali," katanya.

Ciro Juliano akui hubungan keluarga tak harmonis

Sementara itu, anak bungsu pasutri lansia, Hans Tomasoa dan Rita Tomasoa sebelumnya mengaku hubungan keluarga mereka sedang tidak harmonis.

Pengakuan itu disampaikan kepada pengurus RT setempat saat mereka bertemu.

Dalam pengakuannya kepada RT, disebutkan bahwa hubungan anak dengan orangtuanya kini sedang tidak harmonis atau sedang dalam hubungan tidak baik.

Meski begitu, pengurus RT tidak mengetahui jelas soal permasalahan keluarga opa Hans tersebut.

Baca: Video Dali Wassink Kecelakaan Motor di Bali Tersebar, Akun Bmkr Viral, Begini Kronologinya

"Kemarin sempat ketemu sama anak bungsu Opa dan Oma dia menyampaikan bahwa ada ketidak harmonisan didalam hubungan mereka tetapi itu menjadi ranah privat mereka, saya hanya mengetahui bahwa mereka tidak dalam hubungan yang baik," kata pengurus RT lewat Youtube Intens Investigasi, Jumat (19/7/2024).

Ia pun menilai bahwa opa Hans dan oma Rita ini sehidup semati.

"Terlepas dari kejadian ini hikmah yang saya ambil bahwa opa sama oma ini sehidup semati," katanya.'

Pengurus RT ini pun berpesan kepada anak opa Hans seharusnya orangtua yang sudah idak bisa melakukan aktivitasnya sendiri jangan ditinggalkan hanya berdua.

Ia pun menyarankan seharusnya didampingi ART jika memang sibuk bekerja atau tidak merawatnya.

"Saya bisa kasih pesan kalau orangtua itu memang sudah tidak bisa melakukan aktivitasnya sendiri didampingi tinggalnya, kalau memang kesulitan karena bekerja kalau bisa didampingi ART atau pun keluarga yang lain jangan sampai dibiarkan tinggal hanya berdua," ujarnya.

Lebih lanjut, pengurus RT ini pun mengaku selama memimpin RT ditempat tinggal opa Hans, ia belum pernah bertemu ketiga anak pasutri itu.

Bahkan ia pertama kali bertemu anak bungsung pasutri itu setelah disemayamkan.

"Opa sama Oma punya tiga orang putra tapi kalau yang ketemu sama langsung, sampai kejadian ini belum ada, jadi saya untuk pertama kalinya bertemu dengan anak bungsunya setelah Opa dan Oma ini disemayamkan," terangnya.

Sementara kedua anak opa Hans hingga kini belum pernah jumpa.

"Yang duanya sebelum kejadian ini belum pernah bertemu, mereka emang sempat ingin bertemu cuma dikarenakan kondisi pekerjaan dan juga aktivitas lain saya gak sempat ketemu anak yang pertama dan kedua, jadi saya cuma ketemu anak yang ketiganya saja," tandasnya.

(tribunnewswiki.com/tribun network)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini



Penulis: Rakli Almughni
BERITA TERKAIT

Berita Populer