Hari raya Idul Adha memang identik dengan penyembelihan hewan kurban.
Hewan kurban ini bisa berupa sapi maupun kambing dan sejenisnya.
Setelah sapi dan kambing disembelih, daging-daging tersebut lantas dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Ada yang biasa langsung mengolah daging kurban menjadi masakan, tapi ada juga yang tidak.
Nah jika Sobat Wiki tidak mau langsung memasak daging kurban, maka perlu memperhatikan cara menyimpannya.
Dengan cara penyimpanan yang benar, daging kurban bisa awet hingga 6 bulan, tanpa kulkas.
Berikut tersaji cara menyimpan daging kurban tanpa kulkas.
Baca: 8 Cara Mengempukkan Daging Kurban Agar Lebih Lembut, Tak Perlu Nanas dan Daun Pepaya
Jika cara menyimpan daging kurban tersebut benar, maka daging bisa tahan hingga 6 bulan.
Saat membeli atau menerima daging, sebaiknya jangan dicuci.
Sebab, daging sapi yang dicuci membuat kandungan air pada daging bertambah sehingga membuat daging lembab dan mudah terkontaminasi dengan bakteri lainnya.
Setelah daging tidak dicuci, Sobat Wiki bisa melakukan proses pengeringan dengan cara menjemur daging.
Pertama, iris daging tipis-tipis, kemudian luuri daging dengan larutan air garam.
Lalu, letakkan daging di bawah sinar matahari dan jemur hingga kering. Cara ini bisa membuat daging awet hingga 1 bulan.
Metode pengeringan akan membuat daging bertahan selama berbulan-bulan.
Jangan lupa untuk singkirkan kulit dan lemak daging sebelum dikeringkan, karena pada lemak akan menghasilkan bau tengik ketika disimpan.
Dan, tetap pastikan daging aman dari serangga.
Selain pengeringan, ada juga teknik penggaraman agar daging awet meski tak dimasukkan ke kulkas.
Pertama, potong daging menjadi beberapa bagian.
Lalu, taburi garam pada setiap sisinya.
Selanjutnya, siapkan wadah bersih dan masukkan daging ke dalam wadah lalu tutup rapat-rapat.
Kalian juga dapat menambahkan gula merah atau madu untuk menambah rasa.
Mineral yang terkandung dalam garam bisa membuat daging lebih awet hingga berpekan-pekan lamanya.
Garam berfungsi sebagai antimikroba.
Baca: 10 Makanan Alternatif Pengganti Daging Sapi dan Kambing Kurban yang Tinggi Protein
Caranya, potong daging hingga berukuran kecil.
Lalu, masukkan ke dalam toples dan tambahkan 1 sendok teh garam.
Simpan daging dalam suhu ruangan. Kini, Anda punya persediaan daging hingga setahun ke depan.
Daging yang dimasukkan ke dalam kaleng juga mampu disimpan pada suhu ruangan selama bertahun-tahun.
Pengalengsan pada dasarnya mensterilkan makanan dalam wadah.
Serta disegel supaya terhindar dari kontaminasi. Secara tradisional, kaleng disterilkan dalam air.
Tetapi, hal tersebut dianggap tidak aman untuk daging.
Cara ini cocok untuk menyimpan daging bagian yang berlemak.
Pertama, lumuri daging dengan garam, lalu asapi daging hingga air dan kelembaban pada daging hilang alias mengering.
Kemudian simpan daging yang sudah diasapi di tempat dingin dan kering.
Mengawetkan daging dengan cara diasap bisa membuat daging bertahan hingga 6 bulan tergantung suhu dan lingkungan.
Cara tersebut di atas bisa menjadi alternatif penyimpanan daging tanpa kulkas agar awet dan tidak membusuk.
Segera rendam daging kurban yang didapatkan ke dalam cuka.
Ya, cara menyimpan daging kurban ke dalam cuka bisa menjadi lebih awet dan tahan lama.
Hal ini disebabkan cuka mengandung asam asetat yang bisa menekan angka pertumbuhan bakteri yang menyebabkan pembusukan.
Mengawetkan daging kurban di kulkas
Memasukkannya ke kulkas tentu merupakan cara agar daging kurban awet.
Hal itu karena di suhu dingin, mikroorganisme yang dapat membusukkan daging tidak akan aktif.
Maka itu, daging bisa awet, bahkan sampai berbulan-bulan jika disimpan dalam kondisi beku.
Dikutip dari Grid.id, untuk daging kurban jenis daging sapi, jika disimpan di suhu di bawah -10 derajat Celsius, risiko daging rusak akibat aktivitas mikroba dan juga enzim akan menurun.
Makin dingin suhu penyimpanan daging, maka daging akan lebih awet alias bisa bertahan lebih lama.
Jika disimpan di bawah suhu -12 derajat Celsius, daging dapat bertahan sampai dua bulan.
Kalau disimpan di bawah suhu -18 derajat Celsius, daging bisa bertahan hingga empat bulan.
Daging yang disimpan di bawah suhu -24 derajat Celsius dapat bertahan sampai delapan bulan.
Baca: Resep Rendang Sapi untuk Hidangan Idul Fitri Bareng Keluarga, Lengkap Dengan Tips Daging Cepat Empuk
Membungkus atau mewadahi daging juga penting untuk menghindari freezer burn, khususnya pada daging dengan kadar lemak yang tinggi.
Freezer burn merupakan sebuah kondisi di mana permukaan daging diselimuti kristal es yang berasal dari molekul air yang menguap.
Untuk mencegahnya, kamu bisa membungkus daging dengan bahan yang aman dan tidak mudah rusak dalam suhu sangat rendah.
Pastikan wadah atau kantong plastik yang digunakan terbuat dari bahan food grade.
Memberikan catatan tanggal ke daging yang ingin dimasukkan ke dalam kulkas berguna untuk menghindari seseorang lupa akan waktu ia memasukkan daging pertama kali.
Hal itu bertujuan untuk mengontrol dengan tepat kapan waktu penyimpanan daging dan apa jenis daging yang disimpan.
Mencatat waktu penyimpanan juga akan memudahkan mengontrol masa simpan.
Pada suhu standar kulkas, daging merah seperti daging sapi, kambing, domba, bisa disimpan 4-5 hari.
Pada suhu freezer, daging merah bisa disimpan hingga 4-12 bulan, tapi sebaiknya lebih cepat diolah.
Hal pertama yang perlu kamu perhatikan sebelum meletakkan daging ke dalam kulkas atau freezer adalah mengecek kondisinya terlebih dahulu, apakah bersih atau tidak pada seluruh bagiannya.
Jika terlihat kotor, maka kamu perlu membersihkannya agar bakteri yang mungkin ada di kulkas dan freezer tidak mengontaminasi daging.
Selain kebersihan, suhu kulkas dan freezer harus diperhatikan untuk menjaga kualitas daging selama disimpan.
Pastikan suhu freezer berada di bawah 10 derajat dan kulkas di bawah 4 derajat celsius.
4. Potong daging menjadi beberapa bagian
Daging yang ingin disimpan ke dalam kulkas atau freezer sebaiknya dipotong-potong dahulu sesuai kebutuhan harian.
Hal ini berguna untuk memudahkanmu mencairkan daging.
Cara Mengempukkan Daging Kurban
Oleh karena itu, simak 8 cara mudah untuk membuat daging alot menjadi lembut seperti yang dikutip dari Tasty of Home berikut ini:
Beberapa bagian daging merah memiliki jaringan otot yang kuat.
Itulah yang menyebakan bagian tersebut menjadi alot ketika dikonsumsi.
Untuk melembutkannya, perlu sedikit usaha yaitu menggunakan palu pelembut daging dengan gerigi.
Pukul-pukul daging dengan palu secukupnya, namun jangan sampai hancur ya!
Jika ingin mengolah daging dengan ukuran besar, gunakan zat penghancur protein agar membuatnya lembut.
Ganti nanas dan daun pepaya dengan air perasan lemon, cuka, atau buttermilk.
Selain bisa melembutkan daging, ketiga bahan tersebut juga sekaigus menjadi pelengkap bumbu.
Jadi kalian tak perlu mencuci daging, tidak seperti ketika menggunakan air perasan daun pepaya yang pahit.
Meski ada beberapa orang lebih menyukai daging mentah atau tanpa bumbu, namun jangan lupakan garam.
Sedikit garam akan membuat daging menjadi lebih lembut dan lembab.
Trik inilah yang membuat daging terasa juicy.
Taburi sedikit garam atau secukupnya pada daging.
Kalian bisa menyimpan daging yang telah diberi garam ini lebih dari 24 jam.
Tips ini sangat berguna untuk daging dari hewan pemakan rumput seperti sapi dan kambing.
Karena tidak memiliki banyak lemak, tipe daging ini lebih baik jangan dimasak terlalu matang.
Sebelum dimasak, biarkan daging di tempat terbuka agar menyesuaikan dengan suhu ruangan selama 30 menit.
Cara ini akan membuat daging lebih matang merata tanpa harus dimasak terlalu lama.
Daging yang mahal biasanya memang tak perlu dimasak lama untuk mendapatkan kematangan dengan tekstur yang empuk.
Namun untuk daging kurban yang beraneka jenis, butuh waktu lama untuk memasak.
Dengan catatan, gunakan api kecil saat memasak daging yang alot.
Semakin lama dimasak, maka kolagen dalam daging akan meluruh sehingga akan membuat daging menjadi lebih lembut.
Bersabarlah karena cara ini akan membuat daging matang dalam waktu 4 hingga 5 jam.
Daging yang terlau matang akan terasa lering dan alot ketika dikonsumsi.
Jika perlu, gunakan termometer daging yang menunjukkan temperatur panas hingga ke lapisan dalam.
Untuk bagian tenderloin, 125 derajat Fahrenheit cukup untuk membuat bagian dalam daging matang sempurna.
Namun untuk bagian otot, gunakan suhu hingga 195 derajat Fahrenheit.
Terutama untuk daging panggang, diamkan beberapa saat sejak diangkat dari panggangan.
Jika tidak, kalian akan mendapati daging bertekstur kering dan alot.
Diamkan sekira 5 menit per satu inchi ketebalan daging.
Tips ini akan membuat kaldu dalam daging menyebar ke dalam.
Sehingga nantinya kalduakan membuat daging menjadi lebih juicy.
Apabila daging yang baru saja dipanggang langsung dipotong, maka kaldu justu akan merembes keluar daging.
Jika diperhatikan, daging memiliki pola seperti serat-serat memanjang.
Apabila kalian memotongnya secara paralel, maka kalian akan memakan daging yang sulit dikunyah.
Usahakan potong daging dengan memutus urat daging atau berlawanan dengan jalur seratnya.
Cara ini akan membuat daging yang dimasak akan lebih mudah dikunyah meskipun tidak selembut daging has dalam.
Baca berita terkait daging kurban di sini