Sebagai informasi, ada dua puasa sunnah yang dapat dilaksanakan oleh umat Islam pada bulan Dzulhijjah.
Dua puasa sunnah tersebut adalah puasa Tarwiyah dan puasa Arafah.
Saat ini, perhitungan kalender Hijriah mulai memasuki bulan Dzulhijjah 1445 H.
Bulan Dzulhijjah ini identik dengan peristiwa Nabi Ibrahim yang mengorbankan putranya, Nabi Ismail, untuk menunaikan perintah Allah SWT.
Kini, peristiwa itu diperingati sebagai Idul Adha atau Lebaran Haji yang jatuh setiap tanggal 10 Dzulhijjah.
Menjelang tanggal 10 Dzulhijjah itu, ada pula dua puasa sunnah yang dianjurkan dua hari sebelumnya yaitu puasa Tarwiyah dan Arafah.
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah. Sementara, puasa Arafah dilakukan pada 9 Dzulhijjah bersamaan dengan jamaah haji yang melakukan wukuf di Padang Arafah.
Adapun, dalam penentuan waktu pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah menurut Muhammadiyah dan pemerintah, diprediksi berlangsung serentak.
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah terlebih dahulu menetapkan Idul Adha jatuh pada Senin, 17 Juni 2024.
Penetapan yang diambil Muhammadiyah itu berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal awal bulan Dzulhijjah.
Sementara, berdasarkan kalender Hijriah 1445 H yang dirilis Kementerian Agama, Idul Adha akan jatuh pada waktu yang sama, yaitu Senin, 17 Juni 2024.
Baca: Rumah Korban Tipu Katering Buka Puasa Masjid Zayed Terancam Disita, Minta Tolong Gibran, Buka Donasi
Dengan demikian, jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah jatuh pada:
Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah 1445 H): 15 Juni 2024
Puasa Arafah (9 Dzulhijjah 1445 H): 16 Juni 2023
Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah 1445 H): 15 Juni 2024
Puasa Arafah (9 Dzulhijjah 1445 H): 16 Juni 2024.
Kendati demikian, pemerintah masih akan menggelar sidang isbat untuk menentukan jatuhnya Lebaran Idul Adha tersebut.
Berikut bacaan niat puasa Tarwiyah dan Arafah selengkapnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’âlâ."
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’âlâ."
Baca: Hukum Menggabungkan Qadha Puasa Ramadhan dengan Puasa Syawal
Inilah beberapa keutamaan puasa Tarwiyah dan Arafah:
Orang yang berpuasa di awal bulan Dzulhijjah mendapatkan ganjaran pahala yang lebih banyak daripada di bulan lainnya.
Sebagaimana Rasulullah bersabda:
Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar” (HR At-Tirmidzi).
Umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa Dzulhijjah juga mendapatkan ampunan dosa selama dua tahun.
Sebagaimana Rasulullah bersabda:
Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu” (HR Muslim).
Menurut mayoritas ulama, dosa-dosa yang dihapus sebab puasa Arafah adalah dosa kecil.
Keutamaan puasa Dzulhijjah lainnya yaitu Allah banyak membebaskan hamba-Nya dari siksa api neraka dibanding hari-hari lainnya.
Sebagaimana Rasulullah bersabda:
Tidak ada hari dimana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata: "Apa yang mereka inginkan?" (HR Muslim).
Baca berita terkait Puasa Arafah di sini