Menurutnya, memiliki tas mewah bukanlah suatu pemborosan.
Dirinya mengatakan justru tas tersebut nilainya semakin naik.
Momen terekamnya tas mewah Kartika Putri itu terlihat ketika Raffi Ahmad dan Irfan Hakim berkunjung ke kediaman ibu 2 anak tersebut.
Kini, Kartika Putri mengaku dirinya menyesal sudah memamerkan tas mewahnya.
Sebab, ia jadi mendapat kiriman surat pajak.
Dirinya pun menyalahkan Irfan dan Raffi karena ia jadi menerima surat pajak tersebut.
“Semua gara-gara A Irfan dan Raffi, aku dikirimin surat pajak mulu,” kata Kartika Putri dikutip pada laman YouTube acara For Your Pagi Trans7, Rabu (5/6/2024).
Kartika kemudian mengaku sebagian dari koleksi tas mewahnya ia beli ketika belum menikah dengan Habib Usman bin Yahya.
“Kan kita kerja dari zaman gadis yak. Kita kan gak beli langsung, nabung, nyicil gitu, tapi netizen lihatnya brek (langsung banyak),” sambungnya.
Baca: dr Richard Lee Pertanyakan Kartika Putri Berobat ke Singapura: Dokter Di sana Rata-rata Non Muslim
Setelah menikah dengan Habib, ia mengaku koleksi tas mewahnya pun bertambah.
Terlebih, ia memang sengaja mengoleksi tas untuk investasi.
"Aku bilang kita kan nabung satu per satu itu invest, kalau teman-teman aku itu kalau suka semua, beli semua,” katanya.
"Itu Habib yang beli. Ada satu brand yang (harganya) naik terus," pungkasnya.
Selebritas Indonesia, Kartika Putri beberapa waktu lalu diketahui menderita penyakit sindrom Stevens Johnson dan penyakit autoimun.
Akibat dari penyakit itu, istri Habib Usman tersebbut mengalami luka-luka melepuh di kulit wajah.
Kini Kartika Putri tengah menjalani perawatan di Singapura.
"Aku udah kurang lebih lima tahun didiagnosa autoimun," jelasnya melalui akun Instagram @kartikaputriworld, Minggu (25/2/2024).
Kartika Putri melanjutkan, dirinya juga mengidap Steven Johnson syndrome atau sindrom Steven Johnson.
Lantas, apa itu sindrom Steven Johnson dan penyakit autoimun yang diderita Kartika Putri?
Sindrom Stevens Johnson merupakan kelainan serius pada kulit dan selaput lendir tubuh. Kondisi ini termasuk langka dan jarang terjadi.
Dikutip dari Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS), sindrom Stevens Johnson atau SJS muncul akibat reaksi dari penggunaan obat tertentu.
Obat yang mungkin menimbulkan reaksi sindrom tersebut antara lain obat epilepsi, antibiotik, obat penghilang rasa sakit atau anti-inflamasi, obat asam urat, obat kejang dan penyakit kejiwaan, serta antibakteri.
Anak-anak dapat mengalami sindrom ini jika menderita pilek, flu, atau demam.
Pasien yang mengalami masalah kekebalan tubuh seperti autoimun, HIV atau AIDS, serta menjalani kemoterapi, berisiko tinggi terkena sindrom tersebut.