Osama Hamdan, pejabat Hamas yang diwawancara oleh Aljazeera Arab mengatakan bahwa syarat pihaknya jika ingin melanjutkan negosiasi gencatan senjata yakni Israel menarik diri dari Jalur Gaza dan menghentikan semua agresi.
“Kami tidak memerlukan negosiasi baru,” kata Hamdan, seraya menambahkan bahwa Hamas telah menyetujui proposal gencatan senjata yang ditolak Israel.
“Tidak ada jaminan bahwa mereka (Israel) akan menerima proposal baru untuk melakukan negosiasi. Jika tidak ada jaminan yang serius, ini berarti memberi Israel lebih banyak waktu untuk melanjutkan agresi,” sambungnya.
Awal bulan ini, Hamas menyetujui proposal gencatan senjata dalam perang tujuh bulan di Gaza yang diajukan oleh mediator Qatar dan Mesir, meskipun Israel mengatakan proposal tersebut tidak memenuhi tuntutannya.
Meski begitu, media Israel mengatakan para pejabat yang terlibat dalam perundingan tersebut bermaksud memperbarui pembicaraan mengenai kesepakatan pembebasan tawanan Gaza dalam beberapa hari mendatang, setelah pertemuan dengan mediator di Paris.
Baca: HAMAS Bantai Israel, Zionis Tarik Pasukan Elite Brigade Golani dari Gaza
Tawaran baru ini dirancang oleh tim perunding Israel dan berisi kemungkinan solusi terhadap poin-poin ketidaksepakatan dalam diskusi sebelumnya.
Namun para pejabat kementerian pertahanan percaya bahwa meskipun Israel menyetujui gencatan senjata sementara, Israel akan dapat kembali berperang jika diperlukan setelah berbulan-bulan.
Hamas menegaskan bahwa mereka tidak bersedia menerima gencatan senjata sementara saja, namun mengakhiri pertempuran harus bersifat permanen.
Penyeberangan Rafah
Sementara itu, Washington mengatakan Menteri Luar Negeri Antony Blinken juga telah berbicara dengan menteri kabinet perang Israel Benny Gantz tentang upaya baru untuk mencapai gencatan senjata dan membuka kembali perbatasan di kota Rafah di ujung selatan Gaza.
Al-Qahera News mengatakan Kairo juga melanjutkan “upayanya untuk mengaktifkan kembali perundingan gencatan senjata dan pertukaran tahanan.
Baca: Joe Biden Makin Murka Usai Israel Berjanji akan Lanjutkan Serangan Brutal ke Rafah
Ia menambahkan bahwa Mesir melakukan “segala macam tekanan terhadap Israel untuk segera membiarkan bantuan dan bahan bakar” melalui penyeberangan Rafah setelah ditutup oleh Israel awal bulan ini.
Namun seorang pejabat Hamas membantah laporan media Israel bahwa perundingan gencatan senjata Gaza akan dilanjutkan di Kairo pada Selasa mendatang.
“Belum ada tanggalnya,” kata pejabat Hamas yang tidak disebutkan namanya kepada kantor berita Reuters ketika ditanya tentang laporan tersebut.
Pembicaraan yang bertujuan untuk mencapai pembebasan sandera dan kesepakatan gencatan senjata di wilayah Gaza terhenti bulan ini setelah Israel melancarkan operasi militer di Rafah.
Setidaknya 35.903 orang tewas dan 80.420 orang terluka dalam perang Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023.
Jumlah korban tewas di Israel akibat serangan Hamas mencapai 1.139 orang, dengan puluhan orang masih ditawan.
Pada Sabtu (25/5/2024), ribuan warga Israel berunjuk rasa di Tel Aviv untuk menuntut tindakan mendesak pemerintah untuk memulangkan tawanan yang ditahan di Gaza, setelah beberapa jenazah ditemukan.
Protes lain, yang menyerukan pengunduran diri Netanyahu dan pemilihan umum dini, juga diadakan di dekatnya.
Meskipun ada tekanan yang sangat besar, Netanyahu dan pemerintahannya sejauh ini gagal mencapai kesepakatan dengan Hamas, dan banyak kritikus yang meragukan keinginan mereka untuk mencapai kesepakatan.