Dilansir dari Aljazeera, Direktur Rumah Sakit Samitivej Srinakarin Bangkok, Thailand, Adinun Kittiratanapaibool mengatakan bahwa ke-20 penumpang tersebut dalam kondisi yang lebih baik, dan masih membutuhkan perawatan.
“Jumlah pasien di ICU tetap sama,” kata Adinun, merujuk pada unit perawatan intensif fasilitas medis tersebut.
“Saat ini tidak ada kasus yang mengancam jiwa,” sambungnya.
Adapun dari 40 orang yang masih dalam perawatan, 22 pasien di antaranya mengalami cedera tulang belakang dan enam lainnya mengalami cedera pada bagian kepala.
“Pasien tertua di rumah sakit tersebut berusia 83 tahun dan yang termuda, seorang anak berusia dua tahun yang mengalami gegar otak,” ujar Adinun.
Adinun sempat menyebut 41 orang masih dalam perawatan, namun kemudian ada satu orang yang sudah dipulangkan.
Sepuluh warga negara Inggris, sembilan warga Australia, tujuh warga Malaysia, dan empat warga Filipina termasuk di antara 41 orang tersebut, menurut presentasi yang dilakukan oleh Adinun.
Baca: Detik-detik Mengerikan Insiden Pesawat Japan Airlines dan Keajaiban Saat Seluruh Penumpang Selamat
Turbulensi Parah Singapore Airlines
Sebagaimana diketahui, Pesawat Singapore Airlines rute London-Singapura yang membawa 211 penumpang mengalami turbulensi hebat pada Selasa (21/5/2024).
Sejumlah pihak mengatakan, insiden tersebut terjadi akibat Cuaca Buruk di sekitar Teluk Benggala.
Pasca mengalami turbulensi hebat, Pesawat Singapore Airlines langsung melakukan pendaratan darurat di Bangkok, Thailand.
Akibat kejadian itu, seorang penumpang asal Inggris berusia 73 tahun meninggal karena dugaan serangan jantung, dan sedikitnya 30 orang terluka.
“Atas nama Singapore Airlines, saya ingin menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari almarhum,” kata CEO Singapore Airlines, Goh Choon Phong melalui pesan video.
Layanan prakiraan cuaca AccuWeather pada Selasa (21/5/2024) mengatakan badai petir yang terjadi dengan cepat dan eksplosif di dekat jalur penerbangan Singapore Airlines kemungkinan besar berkontribusi terhadap turbulensi yang hebat.
Baca: Tim SAR Wamena Masih Tunggu Petunjuk Maskapai untuk Proses Evakuasi Pesawat SAM Air di Papua
“Badai petir yang sering terjadi sering kali memiliki aliran udara ke atas yang kuat, zona udara yang bergerak ke atas, yang naik dengan sangat cepat, terkadang dengan kecepatan lebih dari 100 mph, dan dapat membuat pilot hanya punya sedikit waktu untuk bereaksi jika terjadi tepat di depan pesawat,” kata Dan DePodwin, Direktur Senior Operasi Perkiraan AccuWeather.
Seorang penumpang yang selamat, menceritakan kejadian turbulensi hebat yang terjadi di pesawat Singapore Airlines.
Investigasi Pesawat Singapore Airlines
Hingga saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan oleh beberapa pihak, termasuk pemerintah Singapura.
Beberapa jam pasca insiden turbulensi hebat di pesawat Singapore Airlines, Menteri Transportasi Singapura Chee Hong Tat telah mengirimkan tim investigasi ke Bangkok untuk menyelidiki pesawat tersebut.
“Karena insiden tersebut melibatkan perusahaan AS, Boeing, yang membuat pesawat 777-300ER, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) mengirimkan perwakilan terakreditasi dan empat penasihat teknis untuk mendukung penyelidikan,” katanya.