Com Tam (Nasi Pecah Vietnam)

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Com Tam (Nasi Pecah Vietnam)


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Com Tam adalah hidangan yang terdiri dari, coba tebak, butiran nasi yang pecah.

Butir nasi yang pecah menghasilkan tekstur agak lengket setelah dimasak. Kelengketan ini menyerap rasa dengan baik.

Karena nasi pecah lebih kecil, maka matangnya juga lebih cepat.

Dulunya makanan khas Vietnam satu ini dianggap sebagai “nasi orang miskin”.

Hidangan sederhana Com Tam telah berkembang menjadi hidangan Vietnam yang populer.

Dalam bahasa Vietnam, tấm diterjemahkan menjadi butiran beras pecah dan cơm diterjemahkan menjadi nasi matang.

Com tam atau nasi pecah adalah hidangan populer di kalangan pecinta makanan internasional.

Com Tam (Nasi Pecah Vietnam) (Pinterest)

Com Tam merupakan kebanggaan masyarakat Saigon.

Com Tam adalah makanan pokok bagi masyarakat Vietnam dari semua lapisan masyarakat.

Nasi pecah rasanya sama dengan nasi biasa, namun karena ukurannya lebih kecil dari nasi bulir panjang, teksturnya agak berbeda.

Teksturnya hampir seperti makan telur ikan tanpa rasa amis.

Karena ukuran tiap butirnya, mereka juga cenderung menyerap rasa lebih baik.

Saat orang makan com tam, mereka sering menaburkan nuoc cham di atas nasi lalu memakannya dengan protein apa pun yang ada di piring.

Rasa nuoc cham pada nasinya tidak seperti yang pernah saya rasakan sebelumnya. (1)(2)(3)

Baca: Bun Bo Hue (Sup Mie Daging Sapi Pedas)

Baca: Pho Vietnam (Vietnamese Pho)

  • Asal-usul


Praktek makan nasi dalam makanan sehari-hari adalah akibat dari pengaruh Tiongkok dan fakta bahwa pertanian padi basah merupakan sumber utama perekonomian.

Panen padi menghasilkan tam , yaitu bulir padi yang pecah dan pecah.

Dulu, tam dikonsumsi oleh masyarakat kelas bawah atau kurang mampu yang tidak mampu membeli biji-bijian.

Pada suatu saat, harga tam sangat rendah sehingga digunakan untuk memberi makan ternak.

Ada beberapa versi pembuatan com tam , namun kami hadirkan salah satu yang paling masuk akal dan paling menarik menurut kami.

Pada tahun 1930-an, koloni Perancis mempunyai misi menjadikan Saigon salah satu pelabuhan tersibuk di dunia.

Untuk mencapai hal ini, mereka mempekerjakan sejumlah besar pekerja dan pembangun untuk membangun proyek skala besar.

Saat ini, seorang wanita bernama Ma Hai sedang menjual nasi kukus dengan daging babi karamel dan telur.

Meski kualitas makanannya bagus, ia kerap mendapat keluhan mengenai mahalnya harga yang terlalu mahal bagi pekerja kerah biru.

Hal ini mengganggunya karena para pekerja kasar ini adalah target pelanggannya.

Dia kemudian mendapat ide untuk menggunakan butiran beras pecah sebagai pengganti gandum utuh untuk menurunkan harga.

Ma Hai memasak nasi pecah dengan daun pandan dan memanaskannya dalam panci kukus.

Awalnya, ia menggunakan bahan-bahan yang murah dan sederhana seperti minyak daun bawang, lemak babi goreng yang renyah, dan kecap ikan kental manis pedas yang dicampur dengan bawang putih cincang dan cabai.

Harga yang terjangkau dan kombinasi beras yang kreatif menarik lebih banyak pelanggan, mulai dari insinyur Perancis hingga pekerja manual yang miskin.

Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan pelanggannya, ia menambahkan bi , suwiran kulit babi, sebagai topping pelengkap.

Kemudian, untuk memenuhi permintaan pelanggan yang lebih luas, ia menciptakan cha , kombinasi telur kukus, daging babi cincang, dan bahan nabati lainnya.

Reputasi com tam akhirnya sampai ke pihak berwenang Prancis, yang meminta potongan daging babi yang menyerupai steak ala Barat.

Beginilah topping terakhir, potongan daging babi panggang, ditambahkan ke dalam hidangan.

Hal ini juga menjelaskan mengapa kita sekarang makan com tam dengan sendok dan garpu, bukan dengan sumpit.

Sejak itu, setiap kali com tam disebutkan, hal pertama yang terlintas dalam pikiran adalah kombo “suon – bi – cha” , yaitu com tam dengan topping daging babi panggang, suwiran kulit babi, dan daging cincang telur kukus. (2)

(TRIBUNNEWSWIKI/Kaa)

Baca berita terkait di sini





Sumber :


1. www.vickypham.com/blog/com-tam
2. vietnamnomad.com
3. www.cooking-therapy.com/vietnamese-broken-rice-recipe/


Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer