Ade Lista Istri Arif Pembunuh Rini Mariany Mayat dalam Koper Buka Suara, Pengakuannya Mengejutkan

Penulis: Rakli Almughni
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Foto wajah Ade Lista Putri, Ahmad Arif Ridwan Nuwloh, dan Rini Mariani.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ade Lista Putri (27) istri dari Ahmad Arif Ridwan Nuwloh (28) si pembunuh Rini Mariany (50) mayat dalam koper di Cikarang akhirnya buka suara.

Ade Lista angkat bicara soal suaminya yang baru menikahinya beberapa minggu itu ternyata seorang pembunuh.

Ade Lista mengaku syok bukan main ketika aparat polisi mendatangi rumahnya di Palembang.

Ia kaget polisi tiba-tiba datang mencari dan menangkap suaminya.

Lista masih tak percaya Ahmad Ridwan Nuwloh lah pelaku kasus mayat dalam koper di Bekasi yang sempat heboh beberapa hari terakhir.

Seperti diketahui, mayat dalam koper tersebut adalah sosok jasad Rini Mariany.

Pelakunya adalah Ahmad Arif Ridwan Nuwloh.

Ahmad Arif Ridwan Nuwloh dan Riny Mariany (kolase tribun)

Baca: Bukan Orang Sembarangan, Sosok Tarsum yang Mutilasi Istri Ternyata Juragan Domba dan Sapi di Ciamis

Ahmad membuang mayat dalam koper tersebut di Jalan inspeksi Kalimalang Sukadanau Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi.

Dengan mata berkaca-kaca, Ade Lista mengaku syok tahu suaminya jadi pelaku pembunuhan.

"Jujur saya sempat kaget pak, waktu suami saya ditangkap," kata Lista saat dibincangi wartawan.

Lista mengatakan, awalnya tidak tahu bahwa pelaku pembunuhan korban Rini merupakan suaminya.

"Suami saya pulang pada Sabtu, 27 April 2024. keadaannya saat pulang seperti bisa dan mengaku tidak ada masalah," ungkapnya.

Ade Lista mengaku, langsung syok saat tahu ada petugas kepolisian gabungan mendatangi rumahnya di Seberang Ulu II Palembang.

"Kaget pak, dan syok saat petugas kepolisian mengetuk pintu rumah dan menanyakan nama suami saya," katanya.

Baca: Motif Tarsum Mutilasi dan Jual Daging Yanti Istrinya di Ciamis, Depresi-Emosi Korban Terlilit Utang

Di sanalah ia baru mengetahui jika suaminya menjadi pelaku pembunuhan wanita di dalam koper di CIkarang.

"Saya tanya ada apa pak, namun dijawab suami saya tidak ada apa-apa. Lalu petugas kepolisian bilang bahwa suami merupakan pelaku pembunuhan di Cikarang. Saat itu saya langsung syok dan ditenangkan keluarga," katanya terlihat polos.

Awalnya ia mengaku tak percaya saat mendengar keterangan polisi jika suaminya merupakan pelaku utama pembunuhan tersebut.

"Saya bilang tidak mungkin dan tidak percaya bahwa pelakunya suami saya," ungkapnya kembali sambil mengatakan dirinya pasrah setelah sang suami di bawa petugas.

Ketika ditanya mengenai apakah dirinya kenal dengan korban, Ade mengaku tidak kenal dengan korban namun korban merupakan teman kerja di PT yang sama namun beda cabang.

"Sebelum suami saya pulang ke Palembang. Saya memang tahu tempat bekerjanya sedang berduka. Itu saya ketahui setelah ada zoom meeting untuk berdoa bersama, mendoakan korban pada Rabu, (24/4/2024), siang," katanya hingga kini masih tidak percaya bahwa pelakunya adalah sang suami.

Terkait barang bukti uang korban yang di bawa kabur Arif, Ade Lista menuturkan dirinya tidak tahu menahu soal uang tersebut,

"Tidak tahu pak soal uang itu," tegasnya.

Baca: Cinta Terlarang Ahmad Arif Ridwan-Rini Mariani, 2 Kali Bersetubuh, Wanita Tewas di Koper Minta Nikah

Soal hubungannya dengan Arif ke depan, Lista mengaku masih akan dibahas bersama keluarga,

"Untuk ke depan hubungan kami nanti akan saya bahas bersama keluarga. Untuk kasus ini ditangani pihak kepolisian, dirinya sudah ikhlas," tandasnya.

Uang Rini Mariany dirampas

Aksi Ahmad Arif Ridwan Nuwloh (29) yang rampas uang perusahan Rp 43 juta usai bunuh Rini Mariany (50) ke dalam koper di Bekasi terkuak.

Ahmad Arif rupanya sempat mentransfer uang sebesar Rp 7 juta kepada ibunya.

Hal tersebut diungkap oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra.

"Terkait uang yang ditransfer ke ibunya memang benar bahwa tersangka ada mentransfer uang kepada ibunya yaitu berjumlah awalnya Rp7 juta," ujarnya, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (3/5/2024) dilansir dari Youtube Kompas TV.

Meski begitu, Wira mengatakan bahwa Arif justru meminta kembali sejumlah uang yang sebelumnya telah ditransfernya tersebut.

Baca: Postingan Terakhir Rini Mariany, Wanita Tewas di Koper Ternyata Pecinta Kucing, Punya 28 Ekor

"Kemudian uang tersebut oleh tersangka meminta kembali untuk ditransfer kepada tersangka sebesar Rp 2 juta, artinya di situ masih ada uang Rp 5 juta pada ibunya," kata dia.

"Uang tersebut masih tersimpan ke dalam rekening dan kami sudah melakukan penyitaan terhadap buku rekening daripada orang tua tersangka," sambungnya.

Motif Ahmad Arif Ridwan Nuwloh bunuh Rini Mariani

Alasan Ahmad Arif Ridwan Nuwloh bunuh Rini Mariany terkuak.

Rupanya Rini Mariany dibunuh setelah dirinya minta nikahi usai menjalin hubungan gelap sejak bulan Desember 2023 silam.

Awalnya Rini dan Arif menuju hotel Zodiak di kawasan Bandung, Jawa Barat pada Rabu (24/4/2024) pagi meggunakan sepeda motor.

Di dalam kamar, keduanya berhubungan badan sebanyak dua kali.

Tersangka sempat keluar kamar untuk mengantar pakaian kotor ke tempat laundry dan kembali ke kamar.

Saat itulah percakapan antara keduanya pun terjadi.

Rini rupanya meminta kejelasan hubungannya dengan Ahmad Arif agar menikah.

"Pukul 12.57 WIB tersangka AARN masuk ke kamar hotel kemudian ngobrol dengan korban.

Korban bertanya 'Kita mau gimana?'," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya menirukan ucapan korban.

Baca: Nasib Mantan Suami Rini Mariani Mayat di Koper, Tak Kira Istri Disetubuhi-Dibunuh Ahmad Arif Ridwan

Tersangka kemudian menjawab bahwa apa yang telah mereka perbuat hanya untuk senang-senang saja karena sama-sama mau.

Namun korban meminta pertanggungjawaban tersangka dengan menikahinya.

"Korban berkata 'Intinya harus ada pertanggungjawaban, kamu nikahin aku. Tersangka menjawab 'Kamu pinjamin uang setoran ini, nanti kita nikah," tutur Wira.

Diketahui, korban bekerja sebagai kasir atau admin keuangan perusahaan, sedangkan pelaku merupakan auditor.

Sehingga Arif diduga berencana merampas uang setoran kantor yang dipegang oleh Rini.

Mendengar itu, korban merasa takut karena uang yang dipegangnya merupakan uang perusahaan, tersangka bertanya mau dinikahi atau tidak.

"Korban berkata 'Tapi takut kalau pakai uang perusahaan'. Tersangka menjawab 'Enggak apa-apa, saya tanggung jawab kalau ada apa-apa dalam perusahaan'," kata dia.

Rini kemudian menolak dan melontarkan kata kata yang membuat Ahmad Arif sakit hati.

"Korban menjawab 'Sudahlah, ngapain ngurusin kaya gini, saya enggak ikut-ikutan, saya mau setoran. Ngapain auditor kaya kamu brengsek'," lanjutnya.

Kata-kata itu membuat tersangka sakit hati dengan korban.

Hal tersebut membuat Arif gelap mata melakukan pembunuhan dengan cara membenturkan kepala korban menggunakan tangan kanannya dengan keras ke tembok.

Hingga kepala korban terbentur di bagian kiri sehingga korban terjatuh di lantai dengan posisi telentang serta kondisi mata merem, namun kepala masih goyang-goyang.

Selanjutnya tersangka mencekik leher korban dengan menggunakan tangan kanan dan kiri digunakan untuk menutup hidung korban.

Saat itu, korban tidak melakukan perlawanan selama kurang lebih 10 menit hingga korban tidak bernafas lagi.

Pukul 14.38 WIB, Arif mengambil uang setoran perusahaan sebesar Rp1 juta untuk membeli koper ukuran 24 inchi.

Namun, karena kopernya kecil untuk memasukkan korban, tersangka kembali keluar kamar untuk membeli koper baru berukuran 28 inchi dengan harga Rp1.350.000.

"Pukul 15.31 WIB, tersangka AARN memasukan korban ke dalam koper dengan posisi miring dan tertelengkuk kemudian menutup kembali koper tersebut," ucap Wira.

(tribunnewswiki.com/tribun network)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini



Penulis: Rakli Almughni

Berita Populer