Wisata Budaya dan Sejarah Taman Sari Yogyakarta

Editor: Mikael Dafit Adi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Taman Sari menjadi destinasi wisata budaya dan sejarah di Yogyakarta.


Daftar Isi


  • Sejarah


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Taman Sari Jogja berlokasi di Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tamansari, yang berarti taman yang indah, pada mulanya merupakan sebuah taman atau kebun istana Keraton Yogyakarta. Kompleks ini dibangun secara bertahap pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I. Pembangunan dimulai pada tahun 1758 M, ditandai oleh candra sengkala "Catur Naga Rasa Tunggal" yang menunjuk tahun 1684 Jawa.

Sengkalan yang dapat diartikan sebagai "empat naga satu rasa" ini dapat ditemukan di Gapura Panggung, Bagian-bagian penting dari kompleks bangunan diselesaikan pada tahun 1765 M, ditandai candra sengkala "Lajering Sekar Sinesep Peksi" yang menunjuk tahun 1691 Jawa. Sengkalan yang berarti "kuntum bunga dihisap burung" ini dapat ditemui di Gapura Agung dan ornamen beberapa dinding bangunan.

Taman Sari memiliki luas lebih dari 10 hektar dengan 57 bangunan di dalamnya. Bangunan-bangunan tersebut berbentuk gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, danau buatan, pulau buatan, masjid, dan lorong bawah tanah.

Taman ini dijuluki Water Kasteel karena kolam-kolam dan unsur air yang mengelilinginya. Disebut juga sebagai The Fragrant Garden karena pohon-pohon dan bunga-bunga yang harum ditanam di kebun-kebun sekitar bangunan.

Desain Tamansari didasarkan pada gagasan dari Sri Sultan Hamengku Buwono I, adapun gambar teknisnya dikerjakan oleh seorang berkebangsaan Portugis yang diduga datang dari wilayah Gowa, Sulawesi.

Arsitek dari Portugis ini dikenal sebagai Demang Tegis, nama yang kemungkinan besar bersumber dari kebangsaannya. Adapun pimpinan proyek pembangunan Tamansari dipegang oleh Tumenggung Mangundipuro yang kemudian digantikan oleh Pangeran Notokusumo.

Tamansari sendiri didirikan di atas sebuah umbul atau mata air yang dikenal dengan nama Umbul Pacethokan. Di kompleks Tamansari terdapat dua buah danau buatan, disebut sebagai segaran. Kata segaran berasal dari kata segara yang berarti lautan.

Satu berada di sisi timur dengan pulau buatan di tengahnya yang bernama Pulo Gedhong, dan satu berada di sisi barat dengan pulau buatan di tengahnya yang bernama Pulo Kenanga. Kedua segaran ini dihubungkan dengan sebuah kanal yang memotong lorong penghubung Plataran Magangan dan Plataran Kamandhungan Kidul. Kebun berisi aneka tanaman buah tumbuh rimbun mengapit kanal tersebut.

Selain difungsikan sebagai tempat rekreasi, nampaknya Tamansari juga memiliki fungsi pertahanan dan fungsi religi. Fungsi pertahanan tampak pada tembok keliling yang tebal dan tinggi, gerbang yang dilengkapi tempat penjagaan, dan bastion atau tulak bala sebagai tempat menaruh persenjataan. Selain itu terdapat beberapa urung-urung atau jalan bawah tanah yang menghubungkan satu tempat ke tempat lain. Juga posisi bangunan Pulo Kenanga yang tinggi, diduga difungsikan sebagai tempat peninjauan apabila musuh datang.

Fungsi religi ditunjukkan dari adanya bangunan Sumur Gumuling dan Pulo Panembung. Sumur Gumuling yang berbentuk melingkar difungsikan sebagai masjid, sedang Pulo Panembung digunakan oleh Sultan sebagai tempat untuk bermeditasi. Kedua bangunan ini berada di tengah kolam Segaran, tampak menyembul di tengah bentangan air yang luas.

  • Daya Tarik


- Kolam Tamansari

Dua kolam di setelah gerbang utama ini merupakan salah satu dari tiga kolam di Taman sari. Masing-masing tentunya mempunyai nama dan fungsi yang berbeda.

Umbul Panguras Kolam untuk raja, Umbul Kawitan untuk para putri-putri raja, Umbul Pamuncar untuk selir-selir raja. Di sekitar kolam dihiasi berbagai ornamen mirip air mancur dengan bentuk seperti naga.

Kolam yang berada di tengah area Taman Sari. (Istimewa)

- Gapura Panggung

Area ini dulunya  merupakan area pribadi keluarga raja. Yang dimana bisanya  raja menikmati keindahan tamansari, raja sesekali juga dapat menikmati tarian tradisional dengan alunan musik gamelan. Gapura panggung dilengkapi tangga dari kayu jati sehingga sampai sekarang masih berdiri kokoh.

- Gapura Agung

Gapura Agung mempunyai ornamen berbentuk sayap burung dan bunga-bunga. Tempat ini digunakan sebagai lokasi transit bagi kereta kencana Kesultanan baik sultan maupun keluarganya.

- Sumur Gumuling

Sumur Gumuling dulunya adalah masjid para raja-raja yang berada. Sumur Gumuling mempunyai arsitektur Jawa-Portugis, bagian tengah berlubang dan masjid ini berdiri dua tingkat yang melingkar hingga 360 derajat.

Filosofi di balik desainnya yakni hanya satu pintu masuk menuju Sumur Gumuling yang melambangkan bahwa manusia tercipta dari tanah dan akan kembali ke tanah. Tempat ini juga merupakan bunker perlindungan kesultanan, ketika saat itu sedang terjadi serangan yang berbahaya. Sumur Gumuling saat ini banyak menjadi incaran para turis dikarenakan interior tempatnya yang cantik, maka tak jarang pula banyak digunakan untuk tempat prewedding.

- Gedung Kenongo

Gedung ini merupakan bangunan tertinggi yang berada di Tamansari. Dulunya tempat ini sebagai tempat jamuan makan kerajaan. Untuk saat ini lokasi ini sering digunakan para pengunjung untuk menikmati sunset di kota Jogja.

  • Fasilitas


Wisata budaya Taman Sari memiliki beberapa fasilitas penunjang seperti:

- Toilet Umum

- Mushola

- Tempat Parkir

- Gazebo

- Warung Makan

- Porter Sepeda

Baca: Wisata New Rivermoon

Baca: Wisata Puncak Sosok Yogyakarta

  • Harga Tiket


Harga Tiket masuk Tamansari relatif murah yakni untuk wisatawan lokal dikenakan biaya Rp. 7500/orang dan untuk wisata asing dikenakan biaya Rp. 15.000/orang. Biaya tambahan jika membawa kamera sebesar Rp. 3000.

Sedangkan untuk biaya parkir sendiri yakni untuk motor sebesar Rp. 2000 dan untuk mobil sebesar Rp. 5000. Untuk parkir minibus dan bus bisa parkir di parkiran umum Ngabean.

  • Jam Buka


Wisata budaya Taman Sari buka setiap hari (Senin sampai dengan Minggu) mulai pukul 09:00 WIB hingga 15:00 WIB.

 

(TRIBUNNEWSWIKI/Mikael Dafit)



Alamat


Sumber :


1. budaya.jogjaprov.go.id
2. travel.kompas.com
3. homestayjogja.co.id


Editor: Mikael Dafit Adi Prasetyo
BERITA TERKAIT

Berita Populer