Bahkan, Werdi mengeluarkan jurus mautnya dan kemudian menumbangkan paman Mat Tanjar, yakni Najehri.
Werdi sendiri memang diajak Hasan Busri melakukan carok 2 lawan 4 di Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur pada Jumat 12 Januari 2024.
Ia bertemu Werdi ketika hendak mengambil celurit di rumahnya.
Werdi kemudian membonceng Hasan Busri ke lokasi carok 2 lawan 4 di Madura.
Sesampainya di lokasi, Hasan Busri langsung lompat dari motor menghampiri Mat Tanjar yang sudah bersama 10 temannya.
"Ayo kak," teriak Hasan Busri seperti diperagakan dalam rekonstruksi carok 2 lawan 4 di Jalan Kiniba Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur pada Senin (26/2/2024).
Baca: Sosok Mayjen TB Hasanuddin, Mantan Sesmilpres SBY yang Kritik Kenaikan Pangkat Jenderal Prabowo
Sementara Werdi masih di atas motor.
"Ketinggalan saya," ucap Werdi saat rilis Polres Bangkalan tak lama setelah kejadian carok 2 lawan 4 di Madura.
Dilansir dari TribunnewsBogor.com, tampak dalam adegan ke 24 sampai 27, Hasan Busri menyabetkan celuritnya ke arah telinga kiri Mat Tanjar.
Ia tak mampu menahan serangan Hasan.
Berniat membalas, serangan Mat Tanjar patah ketika tangan kanannya terkena sabetan celurit Hasan Busri.
Mat Tanjar yang berusaha kabur justru dikejar Hasan.
Sembari berlari, Hasan Busri menyabetkan celuritnya tepat di punggung Mat Tanjar.
Serangan itulah yang akhirnya membuat Mat Tanjar tewas.
Setelah Mat Tanjar ambruk, Mat Terdam adik Mat Tanjar bersama muridnya, Hafid, juga seorang lain yang diinisialkan berusaha menyerang Hasan Busri.
Baca: Sosok Guru Silat di Kalimantan yang Ajari Teknik Tarung Hasan Busri, Pelaku Carok Maut di Bangkalan
Mat Terdam dan Mr X menyerang Hasan Busri menggunakan celurit.
Sedangkan Hafid menyerang dari arah belakang menggunakan pisau.
Nah saat itulah Werdi mulai bergerak cepat.
Dia datang dari arah belakang langsung menyabet punggung Hafid menggunakan celurit yang diambil dari kamar Hasan Busri.
Setelah Hafid tumbang, datang paman Mat Tanjar, Najehri.
Werdi kemudian beradu celurit dengan Najehri di sisi jalan.
Jurus Werdi menangkis membuat celurit Najehri lepas dari pegangan.
Saat itu juga ayah dua anak langsung melayangkan celuritnya ke arah leher Najehri.
Seketika sabetan tersebut membuat Najehri paman Mat Tanjar langsung tumbang.
Di waktu bersamaan pun, Hasan Busri telah merenggut nyawa Mat Terdam menggunakan celurit milik korban dengan luka di bagian tangan.
Baca: Inilah Sosok Mat Tanjar, Korban Carok Hasan Busri di Bangkalan Madura, Ternyata Guru Silat Kondang
Dalam adegan ke 37, tampak Werdi membuang celuritnya ke arah atap warung di lokasi carok 2 lawan 4 di Madura.
"Ada 38 adegan," jelas Wakapolres Bangkalan Kompol Andi Febrianto.
Kuasa hukum Hasan Busri dan Werdi, Bachtiar Pradinata mengatakan dari rekonstruksi carok 2 lawan 4 di Madura ini tergambar jelas bahwa sebenarnya dua tersangka dikeroyok oleh korban.
"Dari kubu korban ini banyak lebih dari 10 orang," katanya.
Walaupun memang yang ikut carok 2 lawan 4 di Madura hanya 5 orang.
4 orang tewas dan satu orang diampuni oleh tersangka carok 2 lawan 4 di Madura.
"Yang turun duel 5 sampai 6 orang. Salah satu dari yang berduel disuruh kabur oleh tersangka," katanya.
Baca: Tak Terluka Sama Sekali, Ini Sosok Hasan Busri Tersangka Carok Maut Madura Tewaskan 4 dari 10 Orang
Di media sosial beredar video, Hasan Busri (39) dan adiknya Wardi (35) memberikan pengakuan soal carok maut yang menewaskan Mat Tanjar (45), dan ketiga kerabatnya.
Pengakuan tersebut diungkapkan Hasan Busri dan Wardi dari dalam tahanan Polsek Bangkalan.
Keduanya tampak menggunakan baju tahanan berwarna orange.
Hasan mengaku pada Jumat (12/1/2024) sedang menunggu temannya di sisi jalan di Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Madura untuk menghadiri tahlilan.
Hasan Busri rupanya datang paling awal.
Saat sedang menunggu temannya itu, tiba-tiba datang Mat Tanjar dan adiknya Mat Terdam naik motor lalu berhenti di belakang Hasan Busri.
Secara spontan, Hasan Busri pun langsung menengok ke arah datangnya kedua korban.
"Pikiran saya, yang bawa motor kencang-kencang sampai lampunya kena mata," kata Hasan Busri.
Karena lampunya menyorot ke mata Hasan Busri, ia pun tak mengenali kedua pengendara itu.
Diakui Hasan Busri, saat itu ia memelototi kedua korban.
Baca: Bukan Untuk Nafkahi Anak, Ini Alasan Ammar Zoni Jual Akun Instagramnya Rp2 Miliar
Hasan Busri pun menduga hal itulah yang membuat Mat Tanjar tersinggung.
"Gara-gara dilihat agak melotot mungkin dia tersinggung," kata dia.
Akhirnya Hasan Busri menyadari bahwa kedua orang itu adalah Mat Tanjar dan Mat Terdam.
Diketahui Mat Tanjar dan Mat Terdam merupakan pendekar yang cukup ditakuti.
Merasa kenal dengan Mat Tanjar dan Mat Terdam, Hasan Busri kemudian menegur keduanya.
"Terus saya nanya sama dua-duanya, ‘Mau ke mana kak?’," kata Hasan Busri.
Rupanya ucapan ini makin Mat Tanjar tersinggung.
Ia naik pitam karena Hasan Busri berani menyapa dirinya.
"'Kok nanya-nanya? mau apa?’," kata Hasan menirukan ucapan Mat Tanjar.
Bahkan saat itu Mat Tanjar juga meminta Hasan Busri untuk tidak ikut campur urusan orang.
"Jangan nanya-nanya, jangan mau tahu urusan orang," kata Hasan menirukan ucapan Mat Tanjar lagi.
Rupanya teguran Mat Tanjar itu dipertanyakan lagi oleh Hasan Busri.
Sebab Hasan Busri merasa dirinya tak bersalah hanya karena menyapa keduanya.
"Aku bilang ‘Ya kan wajar kak, saya kan kenal negor gitu mau ke mana’," ucap Hasan.
Baca: Terjawab Alasan Titiek Soeharto Cerai dengan Prabowo, Inilah Kisah Cinta Orangtua Didit Hediprasetyo
Namun rupanya Mat Tanjar justru makin naik pitam.
Mat Tanjar pun langsung turun dari motor dan menghampiri Hasan Busri.
"Setelah saya ngomong gitu dia turun, terus saya turun juga dari kendaraan saya," ungkap Hasan.
Kemudian Mat Tanjar pun langsung menampar Hasan Busri.
"Dia pegang (baju) dengan tangan kanan, namparnya dengan tangan kiri itu," tandasnya.
Mat Tanjar kemudian meminta Hasan Busri untuk pulang dan mengambil senjatanya.
Singkat cerita carok Hasan Busri dan Wardi melawan Mat Tanjar cs terjadi.
Dalam carok maut tersebut, Hasan Busri dan Wardi menewaskan Mat Tanjar, Najehri (42), Mat Terdam, dan Hafid (45).
Kakak beradik itu kini telah resmi menjadi tersangka.
Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya mengurai ancaman hukuman untuk Hasan Busri dan Wardi.
“Penerapan Pasal 340 KUHP, seumur hidup,” ucap AKBP Febri Isman Jaya didampingi Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Heru Cahyo di Mapolres Bangkalan, Minggu (14/1/2024).
Kondisi keluarga korban Mat Tanjar, yang tewas dalam tragedi carok di Madura, Jawa Timur cukup menjadi sorotan publik.
Lebih dari sepekan insiden berdarah yang terjadi di Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura itu masih menuai sorotan.
Diketahui tragedi yang terjadi Jumat 12 Januari 2024 malam lalu menewaskan Mat Tanjar, Mat Terdam, Najehri dan Hafid.
Mat Tanjar, Mat Terdam, Najehri dan Hafid tewas usai duel carok melawan Hasan Busri dan Werdi.
Saat ini, jasad ke-empat korban telah dimakamkan oleh kelauarganya masing-masing.
Sementara itu, pelaku Hasan Busri dan Werdi sudah diamankan aparat kepolisian Polres Bangkalan.
Kapolres Bangkalan, AKBP Febri Isman Jaya mengatakan, kedua pelaku saat ini sudah diamankan dan terancam hukuman penjara semuru hidup.
“Penerapan Pasal 340 KUHP, seumur hidup,” ucap AKBP Febri Isman Jaya didampingi Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Heru Cahyo di Mapolres Bangkalan.
Lalu bagaimana kondisi keluarga korban sekarang?
Sudah lebih dari sepekan berlalu, insiden carok di Madura masih menyimpan duka mendalam bagi keluarga korban.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Desa Bumi Anyar saat diwawancari terkait kondisi keluarga korban Mat Tanjar CS.
Menurut pria yang akrab disapa Pak Bun, insiden carok di wilayah Madura memang cukup sering terjadi.
"Lumayan sering lah (carok) kalau di Madura," terangnya.
Namun, untuk di wilayah desanya ini hingga menelan korban jiwa merupakan kali pertama.
"Pernah ada (di Bumi Anyar) cuma hanya sebatas pembacokan, engga sampai meninggal," kata dia dikutip TribunnewsBogor.com dari kanal youtube TVOneNews.
(tribunnewswiki.com/tribun network)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini