Keseharian dan Peran Geng Tai yang Bully Siswa Binus, Pemilik Warung Ibu Gaul Ungkap Hal Mengejutkan

Penulis: Rakli Almughni
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anggota Geng Tai yang membully siswa Binus School Serpong

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Inilah keseharian Geng Tai yang diduga melakukan perundungan terhadap siswa Binus School Serpong Tangerang.

Pemilik Warung Ibu Gaul (WIG), tempat Geng Tai nongkrong, mengungkap hal mengejutkan terkait aktivitas sehari-hari dari anak Vincent Rompies cs itu.

Kini, pemilik warung tersebut turut terkena imbas dari kasus perundungan geng anak Vincent Rompies, Farrel Legolas Rompies.

Bahkan, pemilik warung dituduh menerima sogokan dari para orang tua pelaku yang berasal dari kalangan artis, politisi, pengusaha hingga dokter.

Corporate Marketing Communications General Manager Binus Group Haris Suhendra membenarkan salah satu siswa pelaku bully adalah anak Vincent Rompies.

"Iya," katanya.

Selain itu ada juga anak Arief Suditomo bos Metro TV, lalu ada anak dokter Edwin Tobing hingga katanya ada anak anggota DPR RI.

Tempat kejadian perkara (TKP) Geng Tai Binus Scholl Serpong di Jalan Poncol Karya, Jelupang, Serpong, Tangerang Selatan. (KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)

Baca: Bukan Orang Sembarangan, Ini Pekerjaan Ayah dari Para Anak Terduga Pelaku Bully Siswa Binus Serpong

Tindakan perundungan ini dilakukan di warung ibu gaul alias WIG.

Anak penjaga warung, Hermanto mengaku terkena imbas dari kasus perundungan tersebut.

Ia mengatakan dituduh menerima sogokan dari para orang tua pelaku.

"Katanya 'ini mah disogok', kaga. Kita emang gak tau apa-apa. saya sempat kesel," kata Hermanto, Selasa, 20 Februari 2024.

Ia bercerita bahwa setiap harinya geng anak Vincent Rompies ini memang nongkrong di warungnya.

"Ngobrol bercanda aja, kayak biasa kita nongkrong. Pada becanda, ngerokok, apa," katanya.

Ia pun mengaku selalu bersikap tegas bila anggota geng tai tersebut berbuat onar.

Baca: Video Viral Geng Tai Bully-Cekik Siswa Binus School, Diduga Ada Anak Jenderal dan Vincent Rompies

"Kalau misal berantem, kita usir. Soalnya ganggu, kalau misal berantem di luar dong," katanya.

Anak pemilik warung yang lain menerangkan anggota geng tai tersebut biasa datang pada jam pulang sekolah, sekitar pukul 16.30 WIB sampai 17.30 WIB.

"Gak lama," katanya.

Selama nongkrong di warung ibu gaul, sikap anggota geng anak Vincent ini tampak sopan dan baik.

"Sopan, semua di sini sopan-sopan," katanya.

Mereka bahkan pernah berjanji untuk tidak membuat keonaran.

"Becandanya kelewatan suaranya kenceng, kita ke bawah 'ini ada apa yah ?'. 'Gak bu becanda doang', 'awas yah jangan ada macam-macam'. 'Gak bu kita janji gak ngapa-ngapain di sini'," katanya.

Baca: Jago Bela Diri, Inilah Sosok Farrel Legolas Rompies, Anak Pertama Artis Vincent Rompies yang Viral

Sementara Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alvino Cahyadi mengatakan diduga kasus perundungan ini melibatkan 11 orang siswa Binus School Serpong.

"Kalau informasi sementara ada sekitar 10-11, namun belum bisa kami pastikan karena masih dalam proses," katanya.

Menurutnya dugaan sementara perundungan dilakukan sebagai syarat masuk dalam geng anak Vincent Rompies.

"Keterangan sementara demikian, ada info untuk persyaratan masuk dalam sebuah geng. Nanti akan kami dalami lagi," katanya.

Polisi periksa TKP

Jika Hermanto tak mengakui perbuatan geng yang digawangi anak Vincent Rompies, pihak kepolisian mengurai fakta lain.

Kasi Humas Polres Tangerang Selatan Ipda Galih menyebut penyidik sudah menelusuri TKP dan meminta keterangan saksi warga.

"Kita melakukan cek TKP di salah satu warung yang berlokasi di depan sekolah SMA tersebut. Kemudian kita sudah meminta keterangan korban dan saksi," kata Ipda Galih.

Baca: Kronologi Anak Vincent Rompies Diduga Bully Siswa SMA Binus Serpong, Korban Dipukul-Disundut Rokok

Tak cuma itu, pihak kepolisian juga bergerak cepat memeriksa korban perundungan yang dilakukan geng anak Vincent.

"Benar yang sudah diberitakan oleh media bahwa diduga telah terjadi kekerasan atau perundungan yang dialami seorang anak statusnya pelajar di salah satu SMA swasta di Tangerang Selatan," ungkap Ipda Galih.

Terlebih orang tua korban sudah melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib.

Kini, kondisi korban masih memperihatinkan usai jadi korban bullying.

"Korban sudah kita lakukan visum. Akibat perbuatan kekerasan yang dilakukan oleh lebih dari satu orang pelaku. Lukanya ada banyak luka memar, ada luka bakar akibat terkena suatu benda yang panas," imbuh Ipda Galih.

Peran anggota Geng Tai

Terungkap pula peranan sejumlah siswa Binus School Serpong dalam kasus perundungan adik kelasnya.

Para pelaku bullying itu mengatasnamakan Geng Tai.

Di media sosial X, beredar daftar 8 nama anggota Geng Tai serta peranan mereka dalam peristiwa perundungan.

Anggota Geng Tai pertama berinisial K berperan menyundut dan memukul korban.

Baca: Terjawab Alasan Titiek Soeharto Cerai dengan Prabowo, Inilah Kisah Cinta Orangtua Didit Hediprasetyo

Lalu yang kedua berinisial G, dia bertugas memukul dan mengancam akan menyakiti adik korban.

Ketiga berinisial M, ia mencaci-maki dan memukul korban.

Keempat berinisial T, berperan menendang, menonjok, dan memiting leher korban.

Kelima berinisial Z, ia menyuruh korban untuk push up, dan mencubit dada sebanyak 20 kali.

Kemudian yang keenam berinisal FLR bertugas mengikat korban di tembok dengan tali.

Selain itu, FLR juga memegangi tangan korban saat penganiyaan terjadi.

FLR adalah anak sulung dari artis Vincent Rompies.

Terakhir anggota Geng Tai berinisial, E dan R berperan memukul perut serta mencekik leher korban.

Akan tetapi pihak kepolisian belum mengkonfirmasi terkait kebenaran daftar nama dan peranan Geng Tai dalam perundungan tersebut.

Baca: Marah Besar, Vincent Rompies Maki-maki Pelaku Perundungan, Anaknya Kini Diduga Bully Siswa Binus

Kondisi korban

Tak hanya sekali siswa junior di Binus School Serpong mendapatkan perundungan yang dilakukan oleh sekelompok kakak kelasnya.

Ternyata dari penyelidikan polisi, telah terjadi perundungan sebanyak dua kali terhadap siswa tersebut. 

Kekerasan itu dilakukan pada 2 Februari 2024 dan 13 Februari 2024. 

Terkait kronologi, polisi masih belum membeberkan secara pasti. 

Pihaknya tengah mendalami keterangan dari saksi-saksi ataupun mengumpulkan bukti-bukti. 

"Rencana hari ini melakukan gelar perkara untuk peningkatan status dari penyelidikan menjadi penyidikan," ujar Kepala Satuan Reserse Kepolisian Resor Tangerang, AKP Alvino Cahyadi seperti dilansir Kompas pada Selasa (20/2/2024). 

Alvino melanjutkan pihak kepolisian sudah memeriksa orang tua pelaku. 

Namun, ia belum mau menjelaskan lebih lanjut berapa jumlah pelaku, inisial pelaku dan korban. 

Ia juga masih bungkam terkait kronologi terjadinya perundungan. 

"Kondisi korban rawat jalan. Usia korban anak dibawah 18 tahun. Dijadwalkan pemeriksaan psikologis terhadap korban," tambahnya. 

Sementara itu, setelah dilakukan visum, korban mengalami luka memar di sekujur tubuhnya. 

Bahkan korban menderita luka bakar akibat perundungan. 

"Di sebagian tubuhnya ada banyak luka memar, juga ada luka bakar akibat terkena suatu benda panas," kata Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Tangerang Selatan Inspektur Dua Galih. 

(tribunnewswiki.com/tribun network)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini



Penulis: Rakli Almughni

Berita Populer