Di dalam film tersebut, Linda Adoe berperan sebagai Orpa, sosok ibu tunggal yang tinggal bersama kedua anak perempuannya dan mengalami diskriminasi.
Saat Gala Premiere di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Jumat, 16 Februari 2024, Linda mengungkapkan isi hatinya setelah dipercaya bermain di film ini.
ASN asal Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, itu menjelaskan bahwa Women from Rote Island bukan hanya sekadar film.
Film ini sendiri memaparkan tentang bagaimana perempuan memperjuangkan hak-haknya dalam menghadapi realitas kekerasan seksual di Indonesia Timur.
Kisah ini perjuangan seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang kembali ke kampung halamannya, Pulau Rote, dalam kondisi depresi akibat kekerasan seksual yang dialaminya.
Baca: Poster Women from Rote Island Tampilkan Wanita Dirantai, Mewakili Narasi Film soal Kekerasan Seksual
Film ini bukan hanya sekadar kisah perempuan yang menjadi korban kekerasan, tetapi juga mencerminkan keadaan sistem hukum, kondisi sosial, dan budaya yang masih menghadang upaya untuk memberikan keadilan kepada para korban.
"Ini bukanlah cuma sekedar film, melainkan panggilan hati untuk menyuarakan realitas kehidupan yang mungkin terabaikan," kata Linda Adoe.
Linda mengaku bangga bisa berpartisipasi di dalam film karya sutradara Jeremias Nyangoen ini.
Menurut dia, film ini dapat menjadi momentum penting dalam memberikan inspirasi serta pengetahuan lebih dalam terkait isu kekerasan seksual yang terjadi di masyarakat.
"Ikut bangga rasanya bisa jadi bagian dari film yang sangat kuat pesannya seperti ini, karena bisa memberi pandangan baru dan menginspirasi penonton untuk peduli terhadap isu kekerasan seksual yang masih terjadi, bukan cuma di Rote, tapi di berbagai macam daerah di Indonesia," tandasnya.
Baca: Tayang 22 Februari, Women from Rote Island Menyingkap Realitas Kekerasan & Perjuangan Perempuan NTT
Women From Rote Island akan resmi tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai 22 Februari 2024 mendatang.
Film ini akan bercerita tentang Orpa (Linda Adoe), yang baru saja kehilangan suami dan tinggal bersama kedua anak perempuannya, harus menghadapi diskriminasi dan tradisi dengan berjuang mendapatkan keadilan dari kekerasan yang ia dan anaknya alami.
Di sisi lain, Martha (Irma Rihi), anak dari Orpa pulang ke kampung halaman membawa trauma kekerasan seksual yang dialaminya saat menjadi TKI.
Ketika warga di kampungnya mengetahui kondisi Martha, bukannya mendapatkan perlindungan, Martha justru kembali mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan.
Orpa dan keluarganya harus menghadapi diskriminasi dan bertahan dengan kondisi yang tak berpihak pada mereka.
Jangan lewatkan kisah yang menyentuh, menghibur, serta menggugah hati para penontonnya mulai 22 Februari 2024 mendatang.
Bersama, mari kita sukseskan pesan keberdayaan perempuan yang diusung oleh Women From Rote Island.
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini