Ahok menyatakan mundur dari jabatannya sebagai komisaris PT Pertamina (Persero).
Pengunduran ini berlangsung pada hari ini, Jumat (2/2/2024) karena pertimbangan tak ingin memicu kebingungan arah politik dirinya.
"Dengan ini, saya menyatakan mendukung serta akan ikut mengkampanyekan pasangan calon presiden Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Hal ini agar tidak ada lagi kebingungan terkait arah politik saya," tegas Ahok di Instagram pribadinya Jumat (2//2/2024).
Ahok secara mengejutkan memposting surat pengunduran dirinya yang sudah dibubuhi tanda tangan di akun Instagram.
"Unggahan ini merupakan bukti tanda terima Surat Pengunduran Diri saya sebagai Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero) yang saya serahkan hari ini, 2 Februari 2024," katanya.
Kepastian ini setelah beredar surat MEMORANDUM dengan Nomor 025/K/DK/2024, Perihal Surat Pengunduran Diri dan Laporan Pertanggungjawaban sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).
"Sekretaris Dewan Komisaris agar mengirimkan Pengunduran Diri dan Laporan Pertanggungjawaban sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) kepada Menteri BUMN ditembuskan ke Presiden Republik Indonesia, Dewan Komisaris dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Demikian disampaikan terima kasih," jelas isi surat tersebut.
Dilansir dari TribunJatim.com, Ahok resmi diangkat sebagai Komisaris Utama Pertamina oleh Menteri BUMN Erick Thohir pada 25 November 2019.
Baca: Kisah Janda Muda Open BO di Bogor Sambil Bawa Anaknya: Keluar Dulu Dek Ya, Mama Ada Tamu di Dalam
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok merupakan pria kelahiran Manggar, Belitung Timur 29 Juni 1966.
Pria berdarah Tionghoa ini sebelumnya pernah menjabat sebagai Bupati Belitung Timur, dan juga menjabat Gubernur DKI Jakarta.
Dia pernah menjadi wakil gubernur DKI Jakarta, saat Jokowi terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Ahok dan Jokowi juga dikenal sebagai sahabat karib karena keduanya kemudian sama-sama bernaung di partai yang sama, yaitu PDIP.
Sebelum bergabung ke PDIP, Ahok adalah politisi Gerindra dan pernah pula menjadi kader Parta Golkar.
Sebelum terjun ke dunia politik, Ahok merupakan pengusaha.
Masa kecil Basuki Tjahaja Purnama sebagian besar ia habiskan di kampung halamannya di Belitung Timur desa Gantung tempat ‘Laskar Pelangi’ yang terkenal.
Ahok sekolah SD dan SMP di Desa Gantung, yaitu SD Negeri III Gantung, Belitung Timur dan tamat pada tahun 1977 kemudian SMP di SMP Negeri I Gantung, Belitung Timur dan selesai pada tahun 1981.
Tamat dari SMP di Belitung Timur kemudian membuat orang tua Ahok memilih menyekolahkan anaknya di Jakarta. Di Jakarta, Ia kemudian bersekolah di SMAK III PSKD, Jakarta.
Ahok lanjut ke Universitas Trisakti jurusan Teknik Geologi dan lulus pada tahun 1989.
Kembali ke kampung dan Ahok mulai mendirikan perushaan di bidang kontraktor pertambangan.
Ahok memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya dengan mengambil program master manajemen keuangan di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya Jakarta tahun 1992.
Ia kemudian selesai pada tahun 1994 dengan gelar Master Bussiness Administrasi (MBA).
Baca: Janda Muda di Bogor Buka Layanan Open BO, Pasang Tarif Rp 300 Ribu Sekali Kencan, Order via MiChat
Ahok terjun ke dalam dunia politik semenjak tahun 2004. Kala itu ia menjadi sosok pemimpin DPC PIB (Partai Perhimpunan Indonesia).
Memang pada saat itu tujuan bergabung untuk bisa melanjutkan ke jenjang DPRD masa jabatan 2004-2009. Alhasil keinginannya tersebut tercapai.
Namun pada tahun 2005 ia mundur dari DPRD dan memilih untuk berkarir menjadi seorang pejabat Bupati Provinsi Bangka Belitung Timur masa jabatan 2005-2010.
Lalu beliau kembali berkiprah menduduki kursi DPR RI komisi II dengan masa menjabat 2009-2014.
Kemudian ia tidak berhenti sampai situ, melainkan melanjutkan lagi karir berpolitiknya dengan menjadi wakil gubernur DKI Jakarta periode 2012 sampai 2017.
Akan tetapi ketika Jokowi selaku gubernur menjadi Presiden, beliau naik jabatan pada tahun 2014.
Pada Pilkada DKI Jakarta Ahok mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Djarot Syaiful Hidayat.
Namun karena perolehan suara yang tidak mencapai 50 persen maka diadakan Pilkada DKI putaran kedua pada maret 2017 antara Ahok – Djarot dan Anies – Sandi.
Dan akhirnya Ahok ditunjuk menjadi Komisaris Utama PT Pertamina pada tahun 2019.
Sebelumnya, Ahok menepis kabar terkait dirinya yang diisukan mengikuti kampanye bersama Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Diketahui, telah beredar informasi yang menyebut kalau Ahok mengikuti kegiatan kampanye Capres-Cawapres nomor urut 3 tersebut di Ambon, Maluku, pada Senin (29/1/2024).
Ahok menjelaskan, pada tanggal 29 Januari 2024, ia mengaku mengikuti agenda lain yakni Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Pertamina (Persero).
"Tidak ikut. Saya mimpin RUPST Pertamina Persero di Kantor Kementerian," ucap Ahok saat dihubungi Tribunnews, Rabu (31/1/2024).