Meski sejumlah polisi sudah mengingatkan untuk tertib, namun massa tetap melempari batu dan menggedor pagar besi Gedung DPR RI.
Untuk diketahui, APDESI melakukan aksi unjuk rasa di DPR untuk menuntut pengesahan revisi UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa/Desa Adat.
Adapun revisi UU itu meliputi perpanjangan masa jabatan kepala desa (kades) dan perubahan porsi dana desa dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2024.
Untuk masa jabatan kepala desa, Apdesi, PP Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) dan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Persatuan Perangkat Desa Seluruh Indonesia (PPDI), meminta adanya perpanjangan selama 9 tahun dengan 3 periode.
Bahkan aksi memalukan perangkat desa ini juga viral di media sosial.
Berdasarkan pengamatan, massa aksi melakukan pembakaran sampah di depan gerbang gedung DPR tersebut. Api pun nampak berkobar.
Dalam tayangan di media sosial akun instagram @info_jkt24 dan menjadi Berita Viral medsos terlihat aksi massa melakukan sorak-sorai saat api kian membesar
Melihat kelakuan brutal perangkat desa ini, sontak saja banyak netizen yang memberikan komentar pedas atas aksi tersebut.
Dari Desa ke Jakarta ko norak ya, biasa di desa jadi preman ngga ada yg lawan ya?? Pengen banget hidup foya2 kayanya minta masa jabatan 9 tahun,
Dari desa ke kota.. darimana budget nya untuk pergerakan?? Kedua kenapa disaat melakukan perusakan aparat melakukan pembiaran padahal bisa dicegah.
Kek masih hidup aje lu jabat lama-lama 9 tahun, gini amat ngejar balik modal
Perpanjang masa jabatan sampe begitu ya ,memang masih kurang banyak kumpul nya kalo masa jabatan nya segitu.
Duhhh, sudah bikin macet tapi demonya masalah kesejaahteraan diri sendiri
Uang rakyat untuk mereka selama 9 tahun? Waduh.
Apa urgensinya mereka minta itu semua?
kalau jadi 9 taun, desanya yg dibakar kek nya
Tangkep tangkepin aja sudah.
Maklum, kan modal untuk nyalon kades itu harus gede. Biar bisa balik modal dan nyari lebihan
9 tahun 3 periode, makin kaya ga tuh.
mantap gess lanjutkan