Cara Dapat Beasiswa di Universitas Indonesia (UI) Tahun 2024, Lengkap dengan Persyaratannya

Penulis: Bangkit Nurullah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gedung rektorat Universitas Indonesia - Tata Cara Cek Pengumuman Hasil SIMAK UI 2023 Vokasi dan Sarjana, Lengkap dengan Tahapan Selanjutnya

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Simak tata cara mendapatkan beasiswa di Universitas Indonesia (UI) tahun 2024.

Diketahui, pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2024 di Universitas Indonesia akan segera dibuka.

Berdasarkan laman pendaftaran UI, Universitas Indonesia akan membuka pendaftaran jalur SNBP 2024 di tanggal 14 - 28 Februari.

Artinya kurang dari satu bulan lagi para siswa kelas 12 bisa memilih jurusan impiannya di kampus UI.

Bagi para peminat UI tapi berasal dari keluarga kurang mampu, Anda tak perlu cemas.

Sebab UI menyediakan banyak beasiswa yang bisa membuat para mahasiswa baru tak perlu membayar yang kuliah sama sekali.

Bisa Gratis

Bagi para pejuang SNBP 2024 yang berminat kuliah di UI tapi cemas dengan biaya kuliah selangit, ada bocoran soal beasiswa.

Universitas Indonesia rupanya menyediakan sederet beasiswa hingga para mahasiswa barunya nanti bisa merasakan kuliah gratis tanpa dipungut biaya.

Diungkap Direktorat Kemahasiswaan UI, UI menyediakan dua kategori beasiswa untuk mahasiswa.

Yakni beasiswa yang berasal dari UI dan sponsor.

Beasiswa dari UI

Beasiswa dari UI adalah keringanan dari penetapan BOP-B, dan beasiswa kerja paruh waktu.

Sementara itu, beasiswa kerja paruh waktu adalah program kerja paruh waktu bagi mahasiswa yang ingin bekerja paruh waktu di berbagai unit kerja di lingkungan UI.

Mahasiswa yang berminat mendapat beasiswa paruh waktu di UI harus bekerja 40 jam setiap bulan dengan kompensasi yang didapat adalah Rp300 ribu perbulan.

Beasiswa dari Sponsor

Lalu untuk beasiswa dari sponsor, terbagi atas tiga jenis yakni beasiswa prestasi, beasiswa kurang mampu, dan beasiswa campuran.

Beasiswa kurang mampu biasanya ditujukan bagi mahasiswa yang kondisi perekenomian keluarganya kurang mampu.

Mahasiswa baru yang hendak mengajukan beasiswa ini harus melampirkan surat keterangan kurang mampu dari RT/RW setempat.

Kemudian beasiswa prestasi adalah beasiswa yang menyeleksi penerimanya melalui nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang didapatkan dari oleh mahasiswa di semester-semester tertentu.

Dan beasiswa campuran adalah beasiswa yang mempunyai kriteria berdasarkan gabungan antara kebutuhan dan prestasi.

Persyaratan dari masing-masing beasiswa biasanya berbeda-beda, tergantung dari syarat yang diajukan.

Namun ada persyaratan umum yang harus dipenuhi para calon penerima beasiswa di UI, yaitu:

  • IPK minimal 3.01
  • Salinan slip gaji orang tua
  • Salinan Kartu Keluarga
  • Salinan Kartu Identitas Mahasiswa (KTM)

Daftar riwayat hidup

Mengisi formulir beasiswa dan surat pernyataan bukan perokok aktif.

Selain dua jenis beasiswa di atas, UI juga bekerja sama dengan beberapa instansi untuk memberikan bantuan pendidikan kepada mahasiswa.

Berikut adalah beberapa instansi penyedia beasiswa di UI: PPA-BBM, BP MIGAS, Bank Indonesia, Sumitomo, Indocement, Exxon-Mobil, BRI, POSCO, UFJ, BMU, Beasiswa Seribu Anak Bangsa, BAZNAZ, Unilever, BCA, Shell, Karya Salemba 4

Biaya Kuliah di UI

Sekadar gambaran, ada tiga rumpun yang tersedia di UI.

Yakni Rumpun Sains Teknologi dan Kesehatan, Sosial dan Humaniora, dan Vokasi.

Rumpun Sains Teknologi dan Kesehatan terdiri dari jurusan di Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, Kesehatan Masyarakat, Ilmu Keperawatan, Farmasi, Matematika dan IPA, Teknik, Ilmu Komputer.

Sedangkan Rumpun Sosial dan Humaniora terdiri dari beberapa Fakultas di antaranya adalah Hukum, Ilmu Pengetahuan Budaya, Psikologi, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Ilmu Administrasi.

Dikutip TribunnewsBogor.com dari surat keputusan UI di tahun 2023, berikut adalah rincian biaya kuliah yang bisa jadi acuan pejuang SNBP 2024:

Rumpun Sains Teknologi dan Kesehatan

  • Golongan K-1: 0 - Rp500 ribu
  • Golongan K-2: Rp500 ribu - Rp1 juta
  • Golongan K-3: Rp1 juta - Rp2 juta
  • Golongan K-4: Rp2 juta - Rp4 juta
  • Golongan K-5: Rp4 juta - Rp6 juta
  • Golongan K-6: Rp6 juta - Rp7,5 juta
  • Golongan K-7: Rp7,5 juta - Rp10 juta
  • Golongan K-8: Rp10 juta - Rp12,5 juta
  • Golongan K-9: Rp12,5 juta - Rp15 juta
  • Golongan K-10: Rp15 juta - Rp17,5 juta
  • Golongan K-11: Rp17,5 juta - Rp20 juta
  • Rumpun Sosial dan Humaniora
  • Golongan K-1: 0 - Rp500 ribu
  • Golongan K-2: Rp500 ribu - Rp1 juta
  • Golongan K-3: Rp1 juta - Rp2 juta
  • Golongan K-4: Rp2 juta - Rp3 juta
  • Golongan K-5: Rp3 juta - Rp4 juta
  • Golongan K-6: Rp4 juta - Rp5 juta
  • Golongan K-7: Rp5 juta - Rp7,5 juta
  • Golongan K-8: Rp7,5 juta - Rp10 juta
  • Golongan K-9: Rp10 juta - Rp12,5 juta
  • Golongan K-10: Rp12,5 juta - Rp15 juta
  • Golongan K-11: Rp15 juta - Rp17,5 juta

Program Pendidikan Vokasi

  • Golongan K-1: 0 - Rp500 ribu
  • Golongan K-2: Rp500 ribu - Rp1 juta
  • Golongan K-3: Rp1 juta - Rp2 juta
  • Golongan K-4: Rp2 juta - Rp4 juta
  • Golongan K-5: Rp4 juta - Rp6 juta
  • Golongan K-6: Rp6 juta - Rp7,5 juta
  • Golongan K-7: Rp7,5 juta - Rp10 juta
  • Golongan K-8: Rp10 juta - Rp12,5 juta
  • Golongan K-9: Rp12,5 juta - Rp15 juta
  • Golongan K-10: Rp15 juta - Rp17,5 juta
  • Golongan K-11: Rp17,5 juta - Rp20 juta


Penulis: Bangkit Nurullah
BERITA TERKAIT

Berita Populer