Rupanya penyebab terjadinya perselisihan antara Mat Tanjar dengan Hasan itu tak hanya karena sebuah ucapan, melainkan juga karena tindakan dari Hasan.
Mat Tanjar diduga tersinggung karena dipelototi oleh Hasan Busri.
Mat Tanjar pun kemudian menampar Hasan Busri di pinggir jalan.
Bahkan adiknya, Mat Terdam, sempat mengeluarkan celurit.
Keduanya pun terlibat cekcok hingga akhirnya Mat Tanjar menantang duel.
"Kalau berani, pulang ambil senjatamu," kata Hasan menirukan ucapan Mat Tanjar malam itu.
4 orang tewas dalam duel carok di Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan, Jawa Timur.
Keempat korban yakni Mat Tanjar, Mat Terdam, Najehri (paman Mat Tanjar), dan Hafid (murid silat Mat Tanjar).
Baca: Bentuk Senjata Milik Korban Carok Madura yang Berhasil Direbut oleh Pelaku, Masih Ada Bercak Darah
Rupanya Mat Tanjar menampar Hasan Busri hanya gara-gara disapa oleh pria asal Desa Bumi Anyar tersebut.
Malam itu Hasan sedang menunggu temannya di sisi jalan untuk menghadiri tahlilan.
Hasan Busri pun rupanya datang paling awal, sehingga ia menunggu teman-teman yang lain.
Saat sedang menunggu temannya itu, tiba-tiba datang Mat Tanjar dan Mat Terdam naik motor dan berhenti di belakangnya.
Secara spontan, Hasan Busri pun langsung menengok ke arah datangnya kedua korban.
"Pikiran saya, yang bawa motor kencang-kencang sampai lampunya kena mata," kata Hasan Busri.
Karena lampunya menyorot ke mata Hasan, ia pun tak mengenali kedua pengendara itu.
Diakui Hasan, saat itu ia memelototi kedua korban.
Hasan Busri pun menduga hal itulah yang membuat Mat Tanjar tersinggung.
"Gara-gara dilihat agak melotot mungkin dia tersinggung," kata dia.
Akhirnya Hasan pun menyadari bahwa kedua orang itu adalah Mat Tanjar dan Mat Terdam.
Kedua pendekar ini cukup ditakuti karena memiliki murid yang tersebar di dua desa.
Mat Tanjar pun merupakan seorang guru silat dan penjaga tambak udang.
Hasan mengenali kedua korban, namun hanya sebatas kenal saja.
"Terus saya nanya sama dua-duanya, ‘mau ke mana kak?’," kata Hasan Busri.
Baca: Pengakuan Pelaku Carok Madura Soal Ilmu Kebal, Hasan Tak Luka saat Hadapi 4 Pesilat, Ini Sebabnya
Rupanya ucapan ini makin membuat Mat Tanjar tersinggung.
Ia naik pitam karena Hasan Busri berani menyapa dirinya.
"Kok nanya-nanya? mau apa?," kata Hasan menirukan ucapan Mat Tanjar.
Bahkan saat itu Mat Tanjar juga meminta Hasan Busri untuk tidak ikut campur urusan orang.
"Jangan nanya-nanya, jangan mau tahu urusan orang," kata Hasan menirukan ucapan Mat Tanjar lagi.
Rupanya teguran Mat Tanjar itu dipertanyakan lagi oleh Hasan.
Sebab Hasan merasa dirinya tak bersalah hanya karena menyapa keduanya.
"Enggak saya kan kenal, masa cuma negor enggak boleh?," kata Hasan lagi saat itu.
Dirinya pun menegaskan bahwa saat Mat Tanjar dan Mat Terdam diam di belakangnya, ia tak menegur apapun.
Hasan hanya bertanya keduanya akan kemana, itu karena ia mengenal sosok Mat Tanjar.
"Aku bilang ‘ya kan wajar kak, saya kan kenal negor gitu mau ke mana’," ucap Hasan.
Namun rupanya Mat Tanjar justru makin naik pitam.
Mat Tanjar pun langsung turun dari motor dan menghampiri Hasan Busri.
"Setelah saya ngomong gitu dia turun, terus saya turun juga dari kendaraan saya," ungkap Hasan.
Kemudian Mat Tanjar pun langsung menampar Hasan.
"Dia pegang (baju) dengan tangan kanan, namparnya dengan tangan kiri itu," tandasnya.
Setelah itu keduanya pun terlibat cekcok hingga akhirnya duel carok di TKP.
Hasan dibantu adiknya, Werdi, sementara Mat Tanjar bersama 4 orang lainnya.
Seorang anak buah Mat Tanjar diampun oleh Hasan dan Werdi.
Hasan saat itu memberikan pilihan untuk pulang atau dibunuh juga.
Namun orang tersebut memiliki pulang, dan akhirnya selamat.
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com