Sri Mulyani dan Basuki Bakal Mundur dari Kabinet Pemerintahan Jokowi Hanya Isu

Penulis: Rakli Almughni
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati berbicara dalam pertemuan di sela-sela KTT G20 di Jimbaran di pulau resor Indonesia Bali pada 14 November 2022.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono disebut akan segera mengundurkan diri dari jabatannya di dalam kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ternyata, kabar Sri Mulyani dan Basuki Hadimuljono akan mundur dari Kabinet Indonesia Maju tersebut hanyalah isu.

Hal ini ditegaskan langsung oleh Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana.

Ari menyampaikan bahwa sampai saat ini seluruh menteri tetap kompak dan solid membantu Presiden Jokowi.

"Seluruh Menteri Kabinet Indonesia Maju tetap kompak dan solid membantu Presiden untuk memimpin penyelenggaraan pemerintahan sampai akhir masa jabatannya," ujar Ari dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (18/1/2028).

"Terkait isu yang sengaja dilemparkan oleh beberapa pihak bahwa ada menteri yang siap mundur atau tidak nyaman dalam pemerintahan, tanyakan saja ke pihak-pihak melontarkan isu tersebut," tambahnya.

Baca: Mobil Rusak Tertimpa Pohon di Depan Rumah Prabowo Subianto, Pemilik: Saya Harap Ada Ganti Rugi

Respons Zulhas

Hal senada juga diungkapkan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas).

Ketua Umum PAN tersebut meminta masyarakat jangan membuat isu berlebihan terkait dengan kabinet Presiden Jokowi menjelang mendekatnya hari pencoblosan 14 Februari 2024.

"Jangan suka bikin isu ya. 14 Februari pemilu saja kita lihat nanti yang damai, pemilunya yang gembira, jangan saling menjelekkan satu dengan yang lain," kaga dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (18/1/2024).

Zulhas mengatakan, pemilu harus dilihat sebagai kompetisi antarsaudara untuk tetap merajut demokrasi.

"Kan kita sudah berapa kali ya 25 tahun kan seperti ini. biasa-biasa saja. Saya keliling daerah ke mana-mana rakyat itu guyub, akur, ada yang pilih A, ada yang pilih B," kata dia.

Meski demikian, Zulhas mengatakan bahwa Prabowolah yang paling banyak disebut namanya.

"Tapi enggak ada masalah itu. Enggak ada yang marah-marah, enggak ada yang ngejek satu dengan yang lain, akur rukun begitu," pungkas Zulhas.

Baca: Bela Jokowi, Ganjar Pranowo Maklumi Ayah Gibran Tak Hadiri HUT ke-51 PDIP: Bukan Bentuk Perpecahan

Kata Mahfud MD

Sementara itu, Menko Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku tak tahu menahu soal isu Sri Mulyani dan Basuki mengundurkan diri.

"Enggak tahu saya, saya nggak tahu. Enggak pernah bicara begitu dengan bu Sri Mulyani," kata Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (18/1/2024).

Sebelumnya, ekonom senior, Faisal Basri menyerukan sejumlah menteri di kabinet Presiden Jokowi mundur.

Seruan Faisal itu tak terlepas dari kekecewaan terhadap kebijakan pemerintahan Jokowi yang dianggap berpihak pada pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.

"Ayo sama-sama kita bujuk Bu Sri Mulyani (menteri keuangan), Pak Basuki (menteri PUPR Basuki Hadimuljono), dan beberapa menteri lagi untuk mundur. Itu efeknya dahsyat. Secara moral, saya dengar Bu Sri Mulyani paling siap untuk mundur. Pramono Anung (sekretaris kabinet) sudah gagap. Kan PDI (PDI Perjuangan) belain Jokowi terus, pusing," klaim Faisal dalam Political Economic Outlook 2024 di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1).

(tribunnewswiki.com/kompas.com/tribunnews.com)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini



Penulis: Rakli Almughni

Berita Populer