Khofifah Merapat ke Prabowo-Gibran, PDI-P Jatim Waspadai Penyalahgunaan Kekuasaan : Netralitas ASN

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur menyebutkan ada potensi kerawanan penyalahgunaan kekuasaan pada Pilpres 2024 di Jawa Timur.

Hal tersebut lantaran Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memastikan bergabung ke Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan capres-cawapres, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.

Wakil Ketua Bidang Koperasi dan UMKM DPD PDI-P Jawa Timur, Erma Susanti, mengungkapkan pihaknya akan meningkatkan kewaspadaan terkait tingginya risiko penyelahgunaan kekuasaan itu.

“Penyalahgunaan kekuasaan yang perlu diwaspadai bisa dalam bentuk pemanfaatan program pemerintah yang dibiayai APBD Jawa Timur untuk kepentingan pasangan capres-cawapres Prabowo-Gibran,” kata Erma kepada Kompas.com di sela kegiatan kampanye di Blitar, Senin (15/1/2024).

Kemudian, patut diwaspadai juga mobilisasi ASN di jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo-Gibran.

“Untuk ASN di Jawa Timur, netralitasnya kita harus waspadai,” tambahnya.

Maka, pihaknya akan mendorong Bawaslu agar lebih intensif melakukan pengawasan demi terlaksananya Pemilu 2024 yang jujur dan adil.

Dukungan Khofifah sebagai Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dinilai bakal menyedot suara warga Nahdlatul Ulama (NU) khususnya kaum perempuan (Muslimat NU).

Namun demikian, di tubuh Tim Pemenangan Nasional (TPN) pasangan capres-cawapres nomor urut 03, Ganjar Pranowo – Mahfud MD, juga terdapat sejumlah figur perempuan NU.

“Kami punya Mbak Yenny Wahid yang tidak hanya memiliki pengaruh di kalangan Muslimat NU tapi juga kamu muda NU,” tutur Erma yang merupakan mantan aktivis Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), organisasi gerakan mahasiswa yang berafiliasi ke NU itu.

Capres dan bakal cawapres, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di Tugu Proklamasi, Jakarta, Kamis (19/10/2023) (Tangkapan layar Youtube Kompas TV)

Selain Yenny Wahid,  istri Ganjar Pranowo sendiri, Siti Atikoh Supriyanti, adalah perempuan yang memiliki akar budaya NU kuat karena dibesarkan dalam keluarga besar tokoh NU Jawa Tengah.

"Bu Atikoh sendiri adalah cucu tokoh NU Purbalingga (Jawa Tengah). Beliau cucu KH Hisyam A Karim, pendiri Ponpes Riyadus Sholikhin, Purbalingga,” jelas anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI-P itu.

Erma mengatakan, terdapat juga program-program yang diyakini menarik simpati warga Muslimat NU.

"Kita terus sosialisasi ke akar rumput termasuk basis Muslimat NU di Jawa Timur program-program GAMA (Ganjar-Mahfud) yang menjadi perhatian universal kaum perempuan, yakni masalah kemiskinan, pemberdayaan perempuan, perlindungan dan pendidikan anak, masalah gizi,” ujarnya.

Baca: Ganjar Kirim Sinyal, Condong Pilih Komunikasi dengan Anies Ketimbang Prabowo untuk Putaran Kedua

Program-program seputar kesejahteraan keluarga, perempuan dan anak itu sudah ada pada 21 program prioritas pasangan Ganjar-Mahfud.

Erma mengklaim program-program tersebut sudah terbukti membangkitkan simpati dan dukungan kaum perempuan kepada pasangan capres-cawapres yang diusung PDI-P, Ganjar-Mahfud.

“Pengalaman saya menemui warga dan kaum perempuan, mereka sangat antusias dengan program-program seputar kesejahteraan keluarga yang ada di GAMA,” tutur calon legislatif di Dapil 7 untuk DPRD Jawa Timur itu.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)



Penulis: Putradi Pamungkas

Berita Populer