Insiden tersebut tepatnya terjadi di Perumahan Alam Tirta, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.
Kapolsek Ciomas, Kompol Iwan Wahyudin mengatakan keracunan massal ini kali pertama terjadi di sini.
"Jadi setiap hari Jumat selalu ada jumat berkah. Terus biasa dikelola yang masak itu ada suami istri namanya pak Edi sama istrinya selama 3 tahun. Dia masak tapi kejadian ini baru kali ini lah," kata Iwan saat dihubungi wartawan, dikutip dari TribunnewsBogor.com Sabtu (13/1/2024).
Iwan melanjutkan, saat kejadian, Edi memasak menu Jumat berkah itu dengan lauknya ikan tongkol.
Dikutip dari TribunnewsBogor.com, juru masak Jumat berkah tersebut yaitu Edi dan istrinya.
Kapolsek Ciomas, Kompol Iwan Wahyudin mengatakan, Edi beserta istrinya memasak menu dan menghidangkannya secara prasmanan.
"Setiap kali di mesjid An Nur itu Jumat Berkahnya prasmananan jadi semua orang bisa makan," tambahnya.
Sementara itu, di sisi lain, ternyata tidak semua jemaah masjid keracunan saat menyantap makanan itu.
Iwan menduga orang yang tidak keracunan daya tahan tubuhnya sedang bagus.
"Iya tapi ada sebagian banyak anak-anak yang mengkonsumsi itu ga apa-apa juga katanya. Mungkin daya tahan tubuh orang berbeda-beda terhadap barang yang mungkin asing buat tubuh orang," tambahnya.
Lalu, untuk yang sempat dirawat, mereka meminum air kelapa untuk mengantisipasi racun itu menyebar.
"Tapi ada yang dirawat sendiri dengan minum air kelapa muda. Ada juga yang dirawat di RSUD Kota ada 3 orang. Tadi saya kesana sisa 1 orang karena duanya sudah pulang tinggal 1 yang masih dirawat," tandasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com