Pemilu 2024, Kapolri Listyo Sigit: Kita Cari Pemimpin yang Bisa Melanjutkan Estafet Kepemimpinan

Penulis: Rakli Almughni
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kapolri Listyo Sigit Prabowo berbicara kepada media usai mengikuti upacara pembentukan pasukan keamanan gabungan TNI dan Polri pada KTT ASEAN ke-43 tahun 2023 di Taman Monas, Jakarta, 1 September 2023.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. menyoroti adanya perbedaan pendapat di tengah-tengah pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Jenderal bintang empat itu menyinggung soal sosok pemimpin yang bisa melanjutkan estafet kepemimpinan yang baik untuk Indonesia tanpa melihat adanya perbedaan yang bisa memecah belah bangsa.

Hal tersebut diungkapkan Listyo Sigit saat menghadiri acara perayaan Natal Polri tahun 2023 di Auditorium PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 11 Januari 2024.

Awalnya, Listyo mengungkapkan bahwa tugas Korps Bhayangkara ke depannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) semakin berat terutama di tahun politik.

Untuk itu, polisi nomor satu di Indonesia ini meminta agar adanya perbedaan pendapat tak membuat adanya konflik hingga akhirnya terpecah belah.

"Maka selalu kita ingatkan bahwa perbedaan pendapat janganlah kemudian membuat dan merusak cita-cita kita bersama," ucap Listyo.

Listyo Sigit Prabowo lantas menyinggung sosok pemimpin yang berkontestasi dalam Pemilu 2024 nantinya.

Baca: Pantas Warga Sidoarjo Diminta Bayar Rp11 Juta untuk Pindahkan Tiang Listrik, PLN Jelaskan Sebabnya

Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 ini mewajarkan jika adanya perbedaan pendapat pada masyarakat dalam menentukan pilihannya untuk memilih pemimpin Indonesia kelak.

Namun, perbedaan pendapat tersebut jangan sampai malah merusak kesatuan dan persatuan yang nantinya tidak akan melanjutkan prestasi yang akan diraih Indonesia.

"Yang kita cari adalah pemimpin yang bisa melanjutkan estafet kepemimpinan, bukan karena perbedaan akhirnya bukan pemimpin yang kita cari, tetapi yang kita pelihara perbedaan terus dan kemudian itu kita bawa dalam konflik," jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Listyo juga berpesan kepada para tokoh lintas agama agar terus menebarkan penyampaian yang positif agar kesatuan dan persatuan tetap terjaga.

"Cooling system, saya titipkan, mumpung di sini yang hadir berbagai macam sodara-saudara dari lintas agama dan ini penting sekali kita sampaikan kepada jemaat kita, kepada jemaah kita untuk terus bisa menjaga persatuan dan kesatuan di tengah-tengah persatuan pendapat yang ada," ucap dia.

Listyo juga menambahkan, jajaran Polri memiliki tugas berat selama pemilu, di antaranya menjaga keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah adanya perbedaan pilihan pemilu.

Ia berharap perbedaan pendapat yang ada di masyarakat jangan sampai membuat dan merusak cita-cita seluruh masyarakat Indonesia.

Baca: Ini Pelanggaran yang Diduga Dilakukan Gibran saat Kampanye di Ambon Bareng Raffi Ahmad

"Kita menginginkan siapapun pemimpin yang saat ini kemudian naik menjadi pasangan calon, tentu lah para pemimpin-pemimpin terbaik," katanya.

"Sehingga tentunya perbedaan pendapat yang ada pada saat menentukan dan memilih calon pemimpin nasional tersebut," tandasnya.

Respons Anies Baswedan

Calon Presiden nomor urut 1 Anies Baswedan, merespons pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang menyebut masyarakat Indonesia seharusnya mencari sosok pemimpin yang bisa melanjutkan estafet kepemimpinan.

Ucapan Sigit ini kemudian menjadi polemik karena sejumlah pihak menduga ada keberpihakan dalam pernyataan tersebut.

Anies berpendapat bahwa kini rakyat pun cukup waspada, soal potensi adanya keberpihakan pada proses penyelenggaraan Pilpres 2024.

"Rakyat bisa menilai, tapi saat ini rakyat cukup waspada, bahwa suara mereka harus tercermin dalam tabulasi. Karena itu adalah suara milik rakyat," kata Anies di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (12/1/2024), dikutip dari Tribunnews.

Lebih lanjut Anies menilai setiap presiden memang melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dari presiden sebelumnya.

Baca: Sosok Mbah Oman Abdurohman, Kakek yang Jadi Korban Salah Tangkap, Dapat Uang Ganti Rugi Rp222 Juta

Di setiap fase kepemimpinan itu, lanjut Anies, ada perubahan sekaligus pembaruan.

"Di dalam setiap fase tentu membawa perubahan, karena itu lah setiap era kepemimpinan ada pembaruan. Merugi lah bangsa ini kalau tidak ada pembaruan," ucapnya.

"Jadi Insyaallah kami pun secara kepemimpinan negeri ini berkelanjutan," pungkas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Respons PDIP

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto juga merespon pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo terkait sosok pemimpin yang bisa melanjutkan estafet kepemimpinan.

Menurut Hasto secara substantif memang harus ada keberlanjutan kepempimpinan.

"Kalau kita lihat dari substansinya memang harus ada kesinambungan dari kepemimpinan. Sehingga sesuatunya tidak dimulai dari nol," kata Hasto kepada awak media di Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2024).

Kemudian Hasto menyebutkan bahwa kepemimpinan Megawati di tahun 2001-2004 melanjutkan kepemimpinan terdahulu Presiden Soeharto.

Baca: Nasib Artis Cantik yang Dulu Gagal Nikah dengan Irwan Mussry, Sekarang Siap Nikah Lagi Usai Lulus S3

"Ibu Mega melanjutkan kepemimpinan sebelumnya dari Bung Karno, dari Pak Harto. Kemudian meluruskan hal-hal yang tidak baik, dari kepemimpinan otoriter Pak Harto, kemudian juga dari Gusdur," sambungnya.

Pria kelahiran Yogyakarta, Jawa Tengah ini lalu menyebutkan bahwa capres Ganjar Pranowo nanti akan melanjutkan hal-hal yang baik dari presiden sebelumnya.

"Terutama memperkuat keberpihakan terhadap wong cilik," sambungnya.

Alumni Fakultas Teknik Kimia UGM ini lalu menyebutkan apa yang disampaikan Kapolri merupakan harapan agar pemilu 2024 berjalan netral.

"Suara-suara ditujukan rakyat kepada Kapolri itu menunjukkan bahwa harapan terhadap Polri agar netral, agar tidak membuat pernyataan yang bisa dipersepsikan mendukung pasangan tertentu," jelasnya.

(tribunnewswiki.com/kompas.com/tribunnews.com)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini



Penulis: Rakli Almughni
BERITA TERKAIT

Berita Populer