Aksi Gibran Slepet Cak Imin, Frontal Sebut Cawapres Anies Baswedan ‘Aneh’

Penulis: Ika Wahyuningsih
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Aksi Gibran Slepet Cak Imin, Frontal Sebut Cawapres Anies Baswedan ‘Aneh’

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Saat ini Gibran Rakabuming sedang mendapat atensi dari masyarakat Indonesia.

Hal ini lantaran dalam debat Cawapres kemarin Gibran slepet Cak Imin dengan jawabannya.

Perlu diketahui Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka dan Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD kompak mengkritisi janji Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar yang menyatakan bakal membangun 40 kota baru selevel Jakarta.

Hal itu saat keduanya diberi kesempatan memberikan tanggapan atas pernyataan Muhaimin dalam Debat Cawapres Pilpres 2024, Jumat (22/12/2023). 

Awalnya, Muhaimin menyatakan bakal membangun 40 kota baru selevel Jakarta guna mengatasi masalah perkotaan seperti sampah dan transportasi publik yang akan semakin kompleks. 

"Kami memiliki satu tekad di dalam pemerintahan mendatang, minimal harus dibangun minimal 40 kota baru yang selevel dengan Jakarta," kata Muhaimin.

Baca: Gibran Tampil di Luar Prediksi saat Debat Capres Lawan Cak Imin dan Mahfud MD

Baca: SOSOK Dokter Tifa, Wanita yang Tuduh Ijazah Gibran Palsu, Pernah Hina Ganjar sampai Tuding Jokowi

Merespons hal itu, Gibran mengaku aneh dengan pernyataan Muhaimin dimana bakal membangun 40 kota baru.

Terlebih Muhaimin sudah jelas menyatakan tidak setuju dengan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

"Gus Muhaimin ini agak aneh. Pengen bangun kota selevel Jakarta tapi tidak setuju sama IKN. Tapi ya monggo-lah, nggak papa. Yang jelas perkotaan kita harus garap transportasi umumnya. Kita pastikan transportasi umum ini aman, nyaman terutama bagi disabilitas, lansia dan anak-anak," kata Gibran. 

Gibran melanjutkan, konsep kota dengan transportasi umum yang ramah disabilitas, lansia dan anak itu kemudian akan diredulikasi di kota-kota lainnya.

Aksi Gibran Slepet Cak Imin, Frontal Sebut Cawapres Anies Baswedan ‘Aneh’ (Tribun Trends)

Senada dengan Gibran, Mahfud MD juga mempertanyakan gagasan pembangunan 40 kota baru yang disebut Muhaimin.

Mahfud mempertanyakan apakah 40 kota itu bisa dibangun dalam masa pemerintahan yang hanya 5 tahun. 

"Saya agak kaget juga. Membangun 40 kota selevel Jakarta, ya apa itu bisa dilaksanakan 5 tahun bapak menjadi presiden dan wakil presiden, berapa kota dalam 5 tahun? Ini IKN saja sudah puluhan tahun baru dilaksanakan. Itupun yang investasi baru dalam bentuk janji, belum ada yang melaksanakan. Lalu saudara 40 (kota)?. Luar biasa. 40 kota, selevel Jakarta."

"Lalu pembiayaanya, 40 kota itu dari APBN, APBD ataukah lembaga khusus seperti tadi ditanyakan oleh panelis melalui moderator. Ini perlu dijawab agar tidak spekulatif," kata Mahfud. 

Menjawab pertanyaan dari Gibran dan Mahfud MD, Muhaimin menyatakan kota selevel Jakarta yang ia maksudkan adalah kota-kota yang nantinya bisa memiliki standar seperti Jakarta.

"Yang saya sampaikan seperti Jakarta, itu memiliki standar sampai seperti Jakarta. Dimana kota-kota yang potensial cukup disentuh dengan beberapa anggaran yang menumbuhkembangkan," ujarnya.

Baca: Anies Baswedan Dilaporkan ke Bareskrim Polri Terkait Penistaan Agama, Gegara Pakai AMIN

Muhaimin lantas mencontohkan Kota Pontianak misalnya, dikembangkan dengan anggaran Rp 1 Triliun atau Rp 3 Triliun. 

Hal itu, katanya, akan terealisasi lantaran anggaran dari APBN mencukupi.

"Jadi yang saya sampaikan selevel Jakarta itu target utama. Tapi yang lebih penting itu adalah infrastruktur yang dibutuhkan, yang dipersiapkan dari potensi yang sudah ada sehingga dalam waktu singkat kota-kota, 40 kota itu sudah menggunakan potensi yang sudah dimiliki, yang ada." jelasnya. 

Cak Imin Tak Setuju Proyek IKN, Gibran: Gak Konsisten! Sekarang Gak Dukung karena Wakilnya Pak Anies

Gibran Rakabuming Raka mengaku heran dengan sikap Cak Imin yang mendadak menolak proyek IKN.

Pasalnya menurut Gibran, Cak Imin sempat ikut meresmikan proyek IKN.

Hal ini diungkapkan Gibran dalam debat kedua Pilpres 2024 yang menjadi panggung bagi setiap cawapres beradu gagasan, di JCC, Jakarta, Jumat (22/12/2023).

Awalnya pada debat tersebut, Cak Imin mengkritik Pemerintah yang 'ngotot' memindahkan Ibu Kota ke Kalimantan.

Padahal, terdapat permasalahan yang lebih penting dibandingkan memindahkan Ibu Kota, yakni pembangunan infrastruktur jalan di Kalimantan.

"Saya setuju, bahwa yang paling penting bukan infrastruktur dulu atau SDM dulu.

Yang paling penting dari ini adalah kemampuan membaca skala prioritas seluruh project-project besar yang ambisius," papar Cak Imin.

"IKN sebagai salah satu contoh saja, itu kalau hanya mengandalkan APBN yang hampir Rp500 triliun.

Calon Wakil Presiden Muhaimin Iskandar dan Gibran Rakabuming Raka saat melakukan Adu gagasan ekonomi, perdagangan, pajak, dan infrastruktur pada debat Capres 2024 di Jakarta Jumat (22/12/2024) di Jakarta. (Kompas TV/Tribunnews) - Cak Imin tanya kepada Gibran soal tips dan trik bisa sukses jalankan proyek-proyek besar di Solo, tapi Gibran sebut pertanyaan Cak Imin Tendensius. (Kompas TV/Tribunnews)

Padahal 1 persen dari Rp400 sekian triliun itu untuk membangun jalan seluruh Kalimantan beres. Membangun kota-kota di Kalimantan beres," sambungnya.

Mendengar pernyataan Cak Imin yang kontra IKN, Gibran mengaku heran.

Lantaran, Cak Imin disebut-sebut pernah ikut rombongan Pemerintah untuk meresmikan IKN.

Bahkan Cak Imin turut mengikuti prosesi potong tumpeng.

"Saya ingat sekali dulu sempat ikut meresmikan dan memotong tumpeng di IKN.

Ini gimana Ini?

Enggak konsisten," ucap Gibran.

"Sekarang enggak dukung karena sekarang menjadi wakilnya Pak Anies yang mengusung perubahan," sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gibran turut menjelaskan, bahwa tujuan Pemerintah untuk membangun IKN Nusantara untuk mendorong adanya perluasan serta pemerataan ekonomi.

Ia menegaskan, proyek IKN tak hanya berfokus pada pembangunan kawasan perkantoran, khususnya kantor pemerintahan.

Namun, di IKN akan dibangun sejumlah fasilitas publik layaknya kota modern.

"Sekarang Gus mohon maaf, IKN ini bukan hanya membangun bangunan Pemerintah tapi juga sebagai simbol pemerataan pembangunan di Indonesia sebagai simbol transformasi pembangunan di Indonesia," paparnya.

(TribunNetwork/TRIBUNNEWSWIKI)



Penulis: Ika Wahyuningsih

Berita Populer