Setelah banyak tokoh elitik yang berkomentar, kini giliran tokoh masyarakat Banyumas, Jawa Tengah melontarkan kritikan keras ke ketua umum Partai Gerindra itu.
Prabowo memang sempat klarifikasi bahwa ucapan 'ndasmu' adalah hal yang biasa diucapkan oleh warga Banyumas.
Namun, tokoh masyarakat Banyumas bernama Asringun Marthawirya tak sepakat dengan hal tersebut.
Asringun tak terima jika kata "ndasmu" disebut sebagai kata yang sering diucapkan oleh orang Banyumas.
Menurut dia, kata "ndasmu" termasuk bahasa pangon (penggembala atau peternak).
Bahasa pangon memiliki tingkatan, dan kata "ndasmu" termasuk pada tingkatan bahasa yang sangat kasar.
Baca: Terkuak Gaji Camat Parungpanjang yang Hartanya Rp4,5 Miliar, 1 Tahun Menjabat Bisa Beli Rumah-Mobil
"Orang yang menggembala wedhus, kambing itu. Itu pun ada tingkatannya. Kalau ndasmu itu pada tataran yang sangat kasar," kata Asringun, dikutip dari Warta Kota Live, Selasa 12 Desember 2023.
"Biasanya, bilang dengkulmu angop. Yang kedua adalagi, gundulmu. Yang ketiga, ndasmu itu. Sangat kasar," tegasnya.
Lebih lanjut Asringun menjelaskan kata "ndasmu" biasanya digunakan dalam tataran orang-orang yang sebaya dan seumuran, atau setara dalam segala hal.
Maka dari itu, Asringun merasa tersinggung jika "ndasmu" disebut bahasa keseharian orang Banyumas.
Hal tersebut lantaran pada kenyataannya kata "ndasmu" tidak bisa dikatakan sembarangan oleh orang Banyumas dalam kesehariannya.
"Dan itu bahasa orang pangon. Kalau ada ribut-ribut bahwa bahasa ndasmu itu bahasanya orang Banyumas, kesehariannya keluarga di Banyumas. Sebetulnya itu sangat menyakitkan. Kami tersinggung, bener," ungkapnya.
Asringun pun mempersilakan publik untuk mengecek sendiri dalam internal keluarga orang Banyumas.
Baca: Terjaring OTT, Abdul Gani Gubernur Maluku Utara Ditangkap KPK di Hotel Jaksel
Kata "ndasmu" ini tidak akan dikatakan oleh anak kepada orang tua, atau orang tua kepada anaknya sekalipun.
Asringun menyadari orang Banyumas memang bersikap blakasuta atau blak-blakan.
Namun, orang Banyumas juga tahu tentang tata kram sehingga tidak akan menggunakan kata "ndasmu" tersebut secara sembarangan.
"Orang Banyumas memang blakasuta, tapi mereka juga tahu tata krama. Tahu unggah-ungguh, dan pasti pakewuh banget kalau bilang ndasmu," kata Asringun.
Menurut Asringun, "ndasmu" hanya terucap ketika sudah jengkel luar biasa.
"Kemarahan yang sangat luar biasa. Itu baru terucap. Saya yakin warga Banyumas dalam hal ini sepakat bahwa ndasmu bukan bahasa keseharian orang-orang Banyumas," tuturnya.
"Sekali lagi, saya sangat tersinggung, kalau ndasmu itu dikatakan bahasa keseharian keluarga di Banyumas," tandasnya.
Baca: Viral Video Sejoli Mesum di Kafe Malang yang Ramai Pengunjung, Begini Tampangnya
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan Prabowo Subianto menyinggung soal etik, viral di media sosial.
Ia mengulangi pertanyaan capres nomor 1 Anies Baswedan yang menanyakan soal etik dalam debat capres perdana pada Selasa (12/12/2023).
Dalam video viral itu, Prabowo terlihat berdiri di podium berlogo Partai Gerindra.
"Bagaimana perasaan Mas Prabowo soal etik? etik, etik, etik," kata Prabowo.
"Ndasmu etik (etik kepalamu)," ucapnya lagi disambut teriakan dan tepuk tangan kader Gerindra.
Prabowo Subianto buka suara setelah umpatan kasar "ndasmu etik" viral dan menjadi trending topik di media sosial.
Prabowo menyebut umpatan "ndasmu" atau "kepala kamu" adalah hal lumrah, terutama di Jawa Tengah.
Baca: Profil Zhafirah Zahrim Febrina, Pendaki Gunung Marapi yang Meninggal Usai Viral Wajahnya Penuh Abu
Diduga, ucapan itu disampaikan Prabowo untuk menyasar Anies Baswedan.
Seperti diketahui, dalam debat capres perdana, Anies menyinggung soal etika di Mahkamah Konstitusi.
Capres nomor urut 2 tersebut tidak ingin hal itu berlarut-larut, apalagi hal itu diucapkannya dalam acara internal Partai Gerindra.
"Itu kan terlontar di dalam, di antara keluarga ya kan," ujar Prabowo saat ditemui seusai menghadiri acara relawan di Blitar, Jawa Timur pada Minggu (17/12/2023).
Ia menyampaikan ucapan 'ndasmu etik' tersebut sejatinya wajar saja diucapkan.
Apalagi, Eks Danjen Kopassus itu merupakan putra keturunan asli Banyumas, Jawa Tengah yang biasa mengucapkan hal tersebut.
Akan tetapi, kata Prabowo, umpatan tersebut pun dibesar-besarkan oleh sejumlah pihak tertentu.
Baca: Sosok Icang Aliudin, Camat Parungpanjang Berseteru dengan Caleg PSI Bro Ron, Begini Karir Politiknya
Prabowo menyatakan ucapan itu dibesarkan untuk mencari-cari kesalahan dirinya saja.
"Biasa orang Indonesia mencari-cari, mau dibesar-besarkan. Itu di antara keluarga kita bicara. Dan orang Banyumas biasalah bicara-bicara begitu," katanya.
Oleh sebab itu, Prabowo pun meminta umpatannya soal 'ndasmu etik' tidak perlu dibesar-besarkan lagi.
Dia pun mempertanyakan siapa yang meminta awak media membesarkan ucapannya tersebut.
"Nggak usah dibesar-besarkan. Kenapa? Siapa yang suruh tanya, ha-ha-ha," ujarnya.
Sosok penyusup yang menyebar video pidato sang calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dalam sebuah acara internal partai sedang dicari-cari.
Partai Gerindra menduga ada penyusup yang ikut masuk dalam acara yang digelar di JIExpo, Jakarta Pusat, Jumat, 15 Desember 2023, itu.
Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad kaget video sang Ketua Umum Prabowo mengucapkan kata-kata 'ndasmu etik' di Rakornas Gerindra itu bisa viral dan tersebar luas.
Dasco mengatakan cuplikan video Prabowo Subianto yang viral menyebut "ndasmu etik" telah disunting.
Sehingga, video itu tidak utuh dan menimbulkan berbagai tafsir.
Dikatakan Dasco, masyarakat saat ini sudah cerdas.
Oleh karena itu, menurutnya rakyat tidak akan terpengaruh oleh video tersebut.
"Saya pikir, masyarakat kita sudah cerdas ya untuk tidak terpengaruh tentang apa yang disampaikan oleh Pak Prabowo dalam video yang dipotong-potong tersebut, yang tentunya menjadi multitafsir," kata Sufmi Dasco dalam keterangannya, Minggu (17/12/2023).
Dasco menegaskan bahwa pernyataan Prabowo soal "ndasmu etik" itu disampaikan dalam acara internal Gerindra.
Dalam acara internal Gerindra yang tertutup, Prabowo biasa menjadikannya seperti acara keluarga, sehingga suasananya sangat cair dan kekeluargaan.
Maka dari itu, Dasco menekankan tidak elok apabila pernyataan Prabowo yang tidak utuh tersebut disebar-luaskan secara masif dengan narasi yang menyudutkan.
"Kita semua tentu berharap pesta demokrasi ini berjalan dengan baik, damai dan sejuk. Karena persatuan bangsa adalah yang utama," pungkasnya.
(tribunnewswiki.com/tribunnews.com)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini