Guru SD bernama Holilah itu, telah melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian setelah merasa muak dengan perlakuan sang kepsek.
Namun, saat Holilah melaporkan kejadian tersebut, sang kepsek justru melakukan intimidasi terhadap guru itu.
Melansir Tribun Style, kisah guru SD di Sampang ini viral di media sosial dan diunggah oleh akun @infosampang di Instagram.
Pelecehan itu dilakukan MF baik secara verbal maupun non verbal.
Hal tersebut membuat para korban mengaku resah.
Baca: Sosok MF, Mahasiswa UNY yang Diduga Lakukan Pelecehan ke Juniornya, Ngaku Difitnah: Cek HP Saya
Baca: Terungkapnya Identitas ASD, Tersangka Dugaan Pelecehan Miss Universe Indonesia, Begini Perannya
"Awalnya saya anggap bercanda, tapi kok setiap hari seperti itu keterlaluan, kurang bermoral menurut saya,"
"Kalau ke saya itu mau pegang-pegang," ujar Holilah di unggahan tersebut.
Dikutip dari TribunMadura.co, terduga korban terdiri dari dua guru dan dua warga.
Holilah dan para korban lainnya yang tidak disebutkan inisialnya rupanya telah berupaya memberikan efek jera terhadap MF dengan mengadu ke Dinas Pendidikan Sampang.
Sehingga, terlapor dimutasi, bahkan Surat Keputusan (SK) pemindahan tempat tugas tersebut telah keluar atau diterima MF.
Holilah mengatakan, respons pemerintah daerah saat itu langsung memberikan SK mutasi kepada MF.
Namun, hal tersebut tidak dihiraukan MF dengan alasan sakit.
"Pada saat itu saya sudah sepakat bersama rekan saya untuk melaporkan ke Dinas Pendidikan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi," terangnya.
"Saat sudah dinyatakan pindah dari sekolah, terlapor masih sempat menggoda rekan saya dengan mengajaknya ke hotel," tuturnya.
Hal tersebut membuat H dan korban lainnya kemudian melaporkan MF ke polisi pada Rabu (6/12/2023).
Holilah mengungkapkan MF merupakan Kepala Sekolah pindahan yang sudah setahun berdinas di SD tempatnya mengajar.
Berselang beberapa bulan MF mulai melecehkan Holilah .
Pelecehan yang kerap kali dilakukan adalah verbal terutama pada bulan Agustus 2023 lalu.
Bahkan dirinya bersama satu rekan guru lainnya merasa resah.
Usai melaporkan dugaan pelecehan tersebut ke kepolisian, H mengaku diintimidasi hingga dikabarkan akan dimutasi.
Dugaan intimidasi itu disampaikan oleh seseorang yang menghubunginya tengah malam melalui telepon.
Seseorang yang meneleponnya itu meminta agar H segera mencabut laporannya ke pihak kepolisian.
Namun, H bersama keluarganya enggan mencabut laporan ke polisi, dengan alasan menyangkut harga diri serta agar memberikan efek jera.
"Seseorang yang menelepon sempat membawa-bawa nama pejabat, agar saya mencabut laporan."
Baca: VIRAL Dukun Cabul Lakukan Hal Tak Senonoh ke Pasien, Modus Ngaku Hilangkan Sihir
"Saya tidak bisa menyampaikan namanya, namun akan saya sampaikan nanti ke penyidik polres," kata H, Senin (11/12/2023), dikutip dari TribunMadura.co.
Tak hanya itu, H juga sempat diminta menandatangani surat pernyataan untuk dimutasi dari lembaga sekolah yang menjadi tempat mengajarnya saat ini.
Namun, H dengan tegas enggan menandatangani surat tersebut.
"Saya tidak menandatangani, di sini saya korban, tapi kenapa saya yang malah mau dimutasi," terangnya.
Ia berharap kepada pihak kepolisian agar segera memproses laporan dugaan pelecehan verbal maupun fisik yang dilayangkan pada Rabu (6/12/2023) lalu.
Sebab, banyak guru perempuan yang mengaku khawatir dengan adanya kejadian ini.
"Saya tidak mau perlakuan terlapor ini menjadi kekhawatiran para guru perempuan di sekolah, semoga laporan ini menjadi efek jera," pungkasnya.
Seorang kepala sekolah di Sampang, Madura, Jawa Timur diduga lakukan pelecehan seksual kepada guru.
Kepsek SD berinisial MF (57) tersebut pun dilaporkan oleh sejumlah guru.
Para guru tersebut sudah tak tahan dengan kelakuan MF lantaran melakukan pelecehan secara verbal maupun nonverbal.
Salah seorang guru, Holilah mengatakan, MF hampir tiap hari melakukan pelecehan.
Ia dan satu guru lainnya pun merasa resah atas perbuatan MF.
Holilah mengatakan, MF kerap menggoda ingin mencium dan mengajak ke hotel.
"Begitupun dia (terlapor) hampir menyentuh payudara, dan menggesekkan perutnya ke belakang badan saya," ujarnya.
Mengutip TribunJatim.com, tak hanya kepada guru, MF juga diduga melakukan pelecehan terhadap wali murid dan seorang warga.
Total, ada empat orang korban yang melaporkan kelakuan MF ke Polres Sampang.
Terpisah, penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sampang, Aipda R Sukardono Kusuma mengonfirmasi adanya laporan yang masuk.
Ia mengatakan, terlapor merupakan kepala sekolah dasar dan dilaporkan karena kasus pelecehan.
"Untuk selanjutnya, kami akan melakukan pendalaman, pemeriksaan saksi-saksi, dan Kepsek yang bersangkutan," pungkasnya.
Ternyata, terduga pelaku pernah dilaporkan ke Dinas Pendidikan setempat atas perbuatannya.
Holiah mengatakan, terduga pelaku merupakan kepala sekolah yang baru berdinas satu tahun di tempanya mengajar.
"Sebelumnya terlapor berdinas di salah satu SD Kecamatan Torjun, Sampang. Kemudian dipindah, saya tidak tahu alasannya," ujarnya, dikutip dari TribunJatim.com, Rabu (6/12/2023).
Ia mengatakan, pernah melaporkan terduga pelaku ke Dinas Pendidikan.
"Pada saat itu saya sudah sepakat bersama rekan saya untuk melaporkan ke Dinas Pendidikan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi," terangnya.
Pihak Dinas Pendidikan pun langsung melakukan mutasi kepada MF.
Namun, MF menghiraukan SK Mutasi yang dikeluarkan dengan alasan sakit.
"Saat sudah dinyatakan pindah dari sekolah, terlapor masih sempat menggoda rekan saya dengan mengajaknya ke hotel," tuturnya.
(SURYA/SERAMBI/TRIBUNNEWSWIKI)
Baca berita terkait di sini