Tegas, Gibran Jawab Kekhawatiran Megawati soal Kecurangan Pemilu 2024: Buktikan dan Laporkan Saja

Penulis: Rakli Almughni
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Calon wakil presiden sekaligus petahana Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang juga putra Presiden Joko Widodo menyapa para pendukungnya saat mendaftar di KPU di Jakarta, 25 Oktober 2023.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menanggapi kekhawatiran Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, terkait dengan adanya bau-bau kecurangan dalam Pemilu 2024.

Dengan tegas, Gibran meminta pihak-pihak yang khawatir dengan adanya kecurangan Pemilu 2024, untuk membuktikannya dan melaporkan ke pihak yang berwenjang.

Pihak yang berwenang yang dimaksud tidak lain dan tidak bukan adalah Badan Pengawa Pemilihan Umum (Bawaslu).

"Ya dibuktikan saja kalau ada kecurangan-lecurangan dan dilaporkan saja," kata Gibran kepada wartawan di Solo, Jawa Tengah, Senin 13 November 2023, dikutip dari Kompas.com.

Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mengatakan hal tersebut saat ditanya terkait dengan pernyataan Megawati yang khawatir akan kecurangan di dalam Pemilu 2024.

Sementara itu, terkait dengan tudingan aparat tidak netral mendukung paslon Prabowo Subianto-Gibran, kakak dari Kaesang Pangarep itu meminta melaporkan jika memang ada bukti tidak netral.

"Ya dilaporkan saja kalau ada bukti-bukti (tidak netral)," kata Gibran.

Baca: Bukan Dipecat, Anwar Usman Hanya Diberhentikan dari Jabatan Ketua MK: Masih Jadi Hakim Konstitusi

Akan tetapi, Gibran tidak banyak melemparkan pernyataan saat menanggapi kekhawatiran Megawati itu.

Sebelumnya, Megawati meminta agar kecurangan dalam pemilu dicegah.

Ia mengatakan hal tersebut saat merespons putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023 terkait dengan sayarat usia calon presiden dan wakil presiden yang dinilai banyak pihak sayat dengan nepotisme.

"Jangan biarkan kecurangan pemilu yang akhir ini yang terlihat mulai akan terjadi lagi. Gunakan hak pilihmu dengan tuntutan nurani," ujar Megawati dalam video yang ditayangkan YouTube PDI-P, Minggu, 12 November 2023.

Selain itu, Megawati, juga mengatakan rekayasa hukum tidak boleh terjadi lagi di Indonesia.

Beberapa waktu lalu, MK mengeluarkan putusan yang memicu polemik karena putusan itu membuka jalan bagi anak pertama Presiden Jokowi, Gibran, untuk menjadi Cawapres.

"Apa yang terjadi di Mahkamah Konstitusi akhir-akhir ini telah menyadarkan kita semua, berbagai manipulasi hukum kembali terjadi," kata dia.

Baca: Sindiran Pedas Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto soal Kelahiran kembali Nepotisme di Indonesia

"Itu semua akibat praktik kekuasaan, yang telah mengabaikan kebenaran hakiki, politik atas dasar nurani," imbuhnya.

Kemudian, Megawati melontarkan pujian terhadap Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) yang menjatuhkan sanksi kepada sejumlah hakim konstitusi, salah satunya paman Gibran, Anwar Usman, yang dinyatakan melanggar kode etik.

Menurut Megawati, putusan MKMK telah memberikan cahaya terang di tengah kegelapan demokrasi.

Megawati menilai, putusan MKMK tersebut merupakan bukti kekuatan moral, politik kebenaran, dan politik akal sehat, tetap berdiri kokoh meski menghadapi rekayasa hukum konstitusi.

Putri dari Presiden ke-1 RI Soekarno itu lalu menyayangkan adanya rekayasa tersebut.

Ia mengaku sudah berulang kali berkata bahwa konstitusi harus diikuti dengan selurus-lurusnya.

"Konstitusi tidak hanya ditaati sebagai hukum dasar tertulis. Namun, memiliki roh," ujar Megawati.

Ibunda dari Puan Maharani ini lantas menyebut konstitusi mewakili kehendak, tekad, dan cita-cita tentang tata pemerintahan negara seperti yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa.

Baca: Video Shella Trenggalek 2 Menit 20 Detik Viral di X, Seragam Batik Jadi Sorotan, Polisi Bertindak

Gibran Ledek Pihak yang Kerap Menggunjingnya

Saat kunjungan ke Lampung pada Sabtu, 11 November 2023, Gibran Rakabuming Raka meminta para pendukung di koalisi untuk tidak reaktif jika ada serangan fitnah.

Hal tersebut disampaikan Gibran dalam konsolidasi koalisi di Lampung.

"Jika ada yang nyinyir, jika ada yang fitnah, jika ada yang berstatemen negatif diamkan saja, senyumin saja," ujar Gibran, Sabtu (11/11).

"Jakau mereka nyinyir tersus, tidak berhenti fitnah, itu artinya mereka panik, mereka takut kalah," lanjutnya.

Pada Sabtu (11/11) Gibran lakukan safari politik ke Lampung. Di sana ia bertemu partai koalisi, masyarakat umum, dan sejumlah kelompok relawan.

Gerindra Yakin Gibran Mampu Meraup Suara Pemula di Jakarta

Kehadiran sosok bakal calon wakil presiden (Bacawapres) Gibran Rakabuming Raka dianggap mampu meraup suara pemula di Jakarta saat Pilpres pada 14 Februari 2024 mendatang.

Suara terbanyak itu diperoleh dari pemilih pemula yang memiliki komposisi yang cukup besar dalam daftar pemiliih tetap (DPT) Pemilu.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Indonesia vs Panama U-17 Hari Ini, Piala Dunia U-17 Live di Indosiar & TV Ini

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Nurhasan meyakini, pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka bisa memenangi pertarungan Pilpres 2024 nanti.

Peluang kemenangan itu meningkat karena ada figur Gibran, yang juga menjadi putra pertama Presiden RI Jokowi.

“Menurut saya peluang kami menang lebih besar dengan kehadiran Mas Gibran karena (banyak) pemilih pemula,” kata Nurhasan pada Ahad (12/11/2023).

Menurutnya, kehadiran Gibran sebagai Bacawapres berusia muda, dapat memikat para generasi Z yang kini menjadi pemilih pemula.

Soalnya mereka cenderung sebagai pemilih bimbang atau swing voters.

Para pemilih pemula ini berpotensi memilih Prabowo-Gibran yang dianggap mewakili generasi muda. Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta ini berkata, kondisi Pilpres 2024 di Jakarta bakal berbeda dengan Pilpres tahun-tahun sebelumnya.

“Jadi pemilih Gen Z itu yang tadinya kebanyakan pemilih 'swing voters' insyaallah itu bakal beralih ke kami. Itu ada pengaruhnya (Gibran),” ujarnya.

Baca: Tampang ODGJ Enuh Nugraha saat Muda, Tampan Pakai Kacamata, Teman ITB: Dulu Cerdas dan Suka Menolong

Nurhasan mengungkapkan, pemahaman tentang politik antara Gen Z dengan pemilih setia itu cukup berbeda.

Pemilih setia biasanya akan tetap mendukung parpol atau figur yang akan dicalonkan.

Tetapi Gen Z memilih karena pada kondisi yang ada di lingkungannya.

Baca juga: Relawan Jaringan Merah Putih 08 Yakin Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran, Ini Alasannya

Karena itu, Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung Prabowo-Gibran di Jakarta akan mengambil langkah untuk menguatkan kemenangan saat Pilpres.

“Contoh kalau kami mau ambil (simpati) Karang Taruna, otomatis harus mengamnil pimpinannya dulu, karena cenderung pemilih pemula itu ngikut. Jadi, siapa nih tokoh sentralnya, dan kami bisa meyakinkan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, KIM juga akan membuat kegiatan atau program-program yang melibatkan Gen Z maupun kalangan milenial.

Pelibatan mereka dianggap mampu menarik simpati bagi kemenangan partai.

“Kami harus membuat program-program ke depan untuk bisa mengajak keterlibatan mereka, khususnya kalau bisa menjadi sukarelawan Pemilu yang cerdas,” pungkasnya.

Diketahui ada tiga pasangan Bacapres-Bacawapres yang akan berlaga pada Pemilu 2024.

Mereka adalah Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar; Ganjar Pranowo-Mahfud MD; dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Anies dan Cak Imin merupakan pasangan yang diusung Koalisi Perubahan, yang terdiri dari Partai Nasdem, PKB dan PKS. Sedangkan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD diusung oleh PDI-P, Partai Hanura, PPP dan Perindo.

Sementara itu, Prabowo dan Gibran diusung Koalisi Indonesia Maju yang terdiri dari Partai Gerindra, PAN, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelora, Partai Garuda, Prima dan PSI.

Adapun KPU RI bakal menetapkan pasangan Capres-Cawapres peserta Pilpres 2024 pada Senin (13/11/2023).

(tribunnewswiki.com/kompas.com/tribunnews.com/warta kota)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini



Penulis: Rakli Almughni
BERITA TERKAIT

Berita Populer