Bahkan, aksi massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Anti LGBT (Granati LGBT) mengancam akan membakar dan merobohkan panggung jika konser Coldplay tetap digelar di GBK.
Granati LGBT menyampaikan ancaman tersebut saat ratusan massa pihaknya menggeruduk Mabes Polri pada Jumat, 10 November 2023.
Granati LGBT mendesak pemerintah agar membatalkan konser grup band asal Inggris tersebut.
Musabab, menerutu mereka, Coldplay identik dengan LGBT.
"Jangan sampai tuntutan kami diabaikan, nanti umat Islam akan marah, nanti rakyat akan marah," teriak seorang orator dari atas mobil komando.
"Kita siap bakar panggung Coldplay, kita siap robohkan jika konser Coldplay tetap digelar," lanjut orang itu.
Baca: Video Shella Trenggalek 2 Menit 20 Detik Viral di X, Seragam Batik Jadi Sorotan, Polisi Bertindak
Sementara itu, Jubir Granati LGBT, Novel Bamukmin mengatakan bahwa penolakan adanya konser Coldplay, karena grup ini membawa simbol-simbol LGBT.
Menurut Novel, permasalahan atas penolakan gelaran konser Coldplay itu, sudah dilayangkan ke Menko Polhukam sejak enam bulan lalu.
Sampai saat ini, kata Novel, pemerintah belum memberikan jaminan Coldplay tak mengkampanyekan LGBT saat konser berlangsung.
"Tuntutan kita adalah, untuk membatalkan konser Coldplay yang sama sekali sampai saat ini, tidak ada jaminan untuk tidak ada kampanye LGBT," kata Novel kepada wartawan, dikutip dari Warta Kota, pada Sabtu, 11 November 2023.
"Sebenarnya ini permasalahan udah lama, enam bulan yang lalu, kita sudah konfirmasi kepada unsur-unsur terkait, enggak ada tanggapan. Artinya tidak ada itikad baik, karena semua yang kita tempuh mereka tolak," lanjut Novel.
Sementara itu, Konser Coldplay sendiri tetap akan digelar sesuai rencana, yaitu Coldplay akan manggung pada 15 November 2023 di SUGBK.
Persiapan pun sedang dilaksanakan, mengingat ini merupakan konser terbesar di tahun 2023 di SUGBK.
Baca: Semua Terharu, Enuh Nugraha Teteskan Air Mata saat Dijemput-Berkumpul dengan Teman Kuliahnya di ITB
Meski ada beberapa pihak yang menentang akan konser tersebut, pihak promotor memastikan bahwa konser tetap akan lanjut.
Namun, pihak promotor bersama aparat keamanan coba mengantisipasi hal yang tak diinginkan.
Berdasarkan ulasan Tribunnews.com, PK Entertainment, promotor konser Coldplay telah mengumumkan soal panduan dan bebrapa informasi penting.
Salah satu paling penting adalah penonton dilarang untuk membawa barang-barang yang dianggap mengganggu jalannya konser Coldplay.
Beberapa barang tersebut di antaranya adalah ada kamera profesional, tongsis, alat musik, drone, botol kaca, kaleng, rokok atau vape, minuman beralkohol hingga senjata tajam.
Tidak hanya itu penonton juga dilarang untuk membawa tas melebihi batas maksimal dengan ukuran A4.
Di luar acara, pihak promotor meminta agar penonton tidak menginap di area konser.
Baca: Inilah Bukti Enuh Nugraha Alumni ITB Masih Jenius, Ditanya Soal Matematika Menjawab Cepat & Benar
Kemudian promotor juga telah menyediakan pintu masuk penonton berkebutuhan khusus seperti pengguna kursi roda dengan pendampingan khusus oleh kru.
Diketahui konser Coldplay di Jakarta diperkirakan akan dipenuhi 60 sampai 70 ribu penonton.
Kepala Unit Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Bangun Didik Susantoro mengungkapkan persiapan konser Coldplay pada 15 November 2023 mendatang.
Menurut Bangun Didik Susantoro, pihaknya telah mempersiapkan soal penutup rumput yang menurutnya baru saja diimpor dari Inggris.
"Bisa dilihat itu ada grass cover baru pihak GBK beli langsung dari UK, dari pihak kami membeli langsung grass cover sesuai dengan permintaan mereka," kata Bangun belum lama ini.
"Di Wembley, di Tottenham Spurs ini sudah digunakan dan sudah teruji," lanjutnya.
Dengan demikian Bangun tidak main-main untuk tetap menjaga keasrian rumput GBK sesuai dengan aturan yang berlaku.
Baca: Detik-detik Enuh Nugraha Ditemukan di Rembang Usai Sebulan Hilang, Langsung Dijemput Alumni ITB 1997
"Bisa diinformasikan ke masyarakat bahwa GBK menjaga rumputnya oleh karena itu GBK beli produk langsung dari UK," ungkap Bangun.
Kemudian beberapa bangku telah dicopot di Tribun Selatan.
Hal itu dilakukan untuk menentukan jalur area evakuasi berdasarkan standar operasional prosedur dari pihak promotor dalam menggelar konser.
"Tribun Selatan bangku itu dicopot untuk persiapan konser Coldplay sebagai jalur area evakuasi. dari SOP promtor harus ada jalur evakuasi jadi kursi tribun dicopot nanti akan dikembalikan seperti semula," ungkapnya.
"(Posisi panggung) Persis di pintu merah area selatan, yg di grass cover nanti akan kita pakai grass untuk jogging track kita cover, itu dicopot karena area backstage belakang panggung, dipangkas sekitar 3000an," sambung Bangun.
Selain itu, Bangun berpesan kepada penonton Coldplay agar menggunakan kendaraan umum dan menaati peraturan yang telah diterapkan oleh promotor.
"Untuk penonton CP, pesan dari kami gbk pertama gunakan transportasi umum karena lahan parkir GBK sangat terbatas, kedua taati SOP sesuai arahan pihak promotor jadi mudah-mudahan GBK people bisa sengan senang nikmati konser, jaga GBK, jaga kebersihan dan jaga keamanan," tandansya.
Baca: Tampang ODGJ Enuh Nugraha saat Muda, Tampan Pakai Kacamata, Teman ITB: Dulu Cerdas dan Suka Menolong
Sementara itu, massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Anti LGBT (Granati LGBT) mengancam akan bakar dan robohkan panggung, jika konser Coldplay tetap digelar di GBK pada 15 November mendatang.
Ancaman itu disampaikan saat ratusan demonstran Granati LGBT, geruduk Mabes Polri, Jumat (10/11/2023).
Mereka mendesak pemerintah agar membatalkan konser grup band asal Inggris tersebut, karena Coldplay identik dengan LGBT.
"Jangan sampai tuntutan kami diabaikan, nanti umat Islam akan marah, nanti rakyat akan marah," teriak seorang orator dari atas mobil komando.
"Kita siap bakar panggung Coldplay, kita siap robohkan jika konser Coldplay tetap digelar," sambungnya.
Novel Bamukmin menegaskan massa Granati LGBT akan melakukan aksi skala besar, jika konser Coldplay tetap berjalan, tanpa adanya jaminan untuk meniadakan kampanye LGBT.
Dia mengaku pihaknya akan menggeruduk GBK, Bandara, hingga hotel tempat singgah para personil band Coldplay.
"Puncaknya tanggal 15 November kita akan melakukan aksi besar-besaran, kami langsung bergerak ke GBK. Bisa juga ada kemungkinan ke Bandara kalau ada informasi band Coldplay datang. Bisa juga kemungkinan kita kepung hotel," jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan wartakotalive.com di Mabes Polri, pada Jumat (10/11/2023) siang, ratusan demonstran yang menggunakan pakaian muslim serba putih, tampak menyampaikan orasi di depan Gedung Museum Polri.
Beberapa di antara mereka, juga terlihat membuat barisan di depan mobil pengeras suara.
Di atas mobil pengeras suara pula, terpampang spanduk bertuliskan "Aksi 1011", "tolak dan batalkan konser Coldplay".
"Kami menilai Band Coldplay di dalamnya ada propaganda LGBT. Bahwa setiap konser Coldplay, mereka selalu membawa simbol-simbol LGBT," ucap salah satu orator di atas mobil pengeras suara.
“Selain itu, mengingat yang terjadi di Palestina banyak warga Palestina dibantai, di Indonesia yang mayoritas umat Islam, malah jingkrak-jingrak. Ngawur apa tidak. Manusia atau binatang,” sambungnya..
Atas hal tersebut, massa Granati LGBT mendesak Kapolri untuk mencabut izin penyelenggaran konser Coldplay di GBK.
“Saya minta kepada kapolri cabut izin Coldplay,” teriaknya.
(tribunnewswiki.com/warta kota/tribunnews.com)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini