Trailer Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (JESEDEF) Menggambarkan Warna yang Hilang karena Rasa Duka

Penulis: Rakli Almughni
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Film Jatuh Cinta seperti di Film-Film

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Official trailer film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (JESEDEF) resmi dirilis pada Kamis, 2 November 2023.

Film ini merupakan garapan Imajinari bersama dengan Jagartha & Trinity Entertainment, serta Cerita Films.

Di dalam trailer film JESEDEF ini menggambarkan banyak elemen yang menarik, yang akan memikat hati penonton dari berbagai kalangan.

Dari trailernya, terlihat kisah cinta dewasa antara dua karakter utama, yaitu Bagus dan Hanna.

Bagus, diperankan oleh Ringgo Agus Rahman memiliki impian untuk menyatakan perasaannya kepada Hanna, dengan membuat sebuah film yang menggambarkan pertemuan mereka kembali dan perjalanan tumbuhnya cinta di antara mereka.

Sementara Hanna, diperankan oleh Nirina Zubir, adalah seorang janda yang baru saja ditinggal wafat oleh suaminya.

Sutradara sekaligus penulis cerita JESEDEF, Yandy Laurens mengungkapkan sisi menarik dari film ini.

Film Jatuh Cinta seperti di Film-Film (Istimewa)

Baca: Jatuh Cinta Seperti di Film-Film Rilis Official Teaser, Hadirkan Kisah Cinta Unik dan Penuh Kejutan

"Kalau dilihat dari trailernya akan menggambarkan tentang warna yang hilang karena rasa duka, seperti yang dirasakan Hanna, tokoh utama wanita di JESEDEF," kata Yandy dalam rilis pers yang diterima TribunnewsWiki, Kamis.

"Tapi, nggak cuma sampai di situ ada sisi-sisi lain yang akan hadir di film ini, termasuk sisi komedi segar yang akan tetap menghibur dan membuat elemen di film ini semakin kaya," imbuhnya.

Kombinasi drama dan kisah sedih mendalam film ini, tak akan jadi istimewa tanpa akting para pemainnya.

Film ini mempertemukan dua bintang kenamaan dalam perfilman Indonesia, Nirina Zubir dan Ringgo Agus Rahman.

Keduanya kembali bersatu dalam satu frame, menciptakan chemistry yang memukau di layar lebar.

Apalagi kisah di film ini, sejalan dengan pengalaman Nirina Zubir yang pernah merasakan kehilangan warna akibat kehilangan seseorang yang berarti dalam hidup.

"Di 2019, di mana Na kehilangan mama di dalam tidur. Malamnya baru ngobrol, dia membawa makanan kesukaan kita. Besok pagi ternyata mama udah meninggal dalam tidur. Wah, maksudnya kalau ditinggal meninggal karena sakit kan kita siap kalau kita harus ikhlas harus kuat, tapi ditinggal dalam kondisi yang kita tidak siap bahkan tidak sempat bilang I love you atau goodbye, itu momen yang gila ya. Ternyata kehilangan tuh kayak gini ya rasanya, benar-benar dunia kita kehilangan warna," kata Nirina Zubir mengenang masa sedihnya.

Baca: Film Jatuh Cinta seperti di Film-Film Rilis First Look, Tampilkan Ringgo Agus Rahman & Nirina Zubir

Dengan cerita yang menyentuh dan relate dengan banyak orang, Ernest Prakasa berharap film ini bisa diterima dengan baik oleh penonton.

"Dengan cerita yang dekat dengan sekitar, semoga film ini bisa membawa antusiasme penonton untuk menyaksikan JESEDEF di bioskop setelah rilis 30 November nanti," kata Ernest.

"Harapannya juga, setelah nonton juga bisa dapat experience yang berbeda dan unik untuk penonton di Indonesia, karena film ini punya elemen visual yang unik, yaitu 80 persen hitam putih dan 20 persen berwarna," tuturnya.

Kisah cinta yang mendasari JESEDEF adalah cerminan dari pengalaman hidup yang penuh warna-warni.

Ini adalah kisah tentang kesempatan kedua, pengorbanan, pertumbuhan pribadi, dan, tentu saja, cinta.

Film ini menghadirkan konflik emosional yang mendalam dan merentangkan jalinan cinta yang penuh dengan rintangan.

Halaman
12


Penulis: Rakli Almughni

Berita Populer