Serangannya ke Gaza Dituding Melanggar Hukum, Israel Murka & Minta Sekjen PBB Mundur

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Luar Negeri Israel Eli Cohen berbicara saat sidang Dewan Keamanan PBB di markas PBB, New York, Senin, (24/10/2023).

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Dua pejabat Israel mencak-mencak karena serangan Israel ke Jalur Gaza dituding melanggar hukum oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Bahkan, saking marahnya, salah satu pejabat Israel meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres segera mengundurkan diri.

Kemarahan Israel itu dipicu oleh Guterres yang menyebut ada pelanggaran terhadap hukum kemanusiaan di Gaza. Menurut Guterres, pelanggaran itu jelas terlihat dan dia meminta adanya gencatan senjata demi menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Dikutip dari Euronews, (25/10/2023), pernyataan itu disampaikan Guterres di depan Dewan Keamanan PBB hari Senin kemarin.

Guterres menyinggung risiko perang di Gaza akan melebar ke kawasan Timur Tengah. Oleh karena itu, dia ingin agar aturan dalam perang dipatuhi.

Kata dia, serangan Israel terhadap Gaza secara terus-menerus dan banyaknya korban sipil sudah dalam tahan  mengkhawatirkan. Guterres berujar serangan itu tidak bisa dibenarkan.

“Melindung warga sipil itu adalah hal terpenting dalam konflik bersenjata apa pun,” kata Guterres dikutip dari Euronews.

Baca: Hamas Berhasil Pukul Mundur Serangan Darat Militer Israel, 1 Tentara Zionis Tewas

Baca: Jokowi Kutuk Keras Serangan Militer Israel ke RS Gaza: Indonesia Tak Akan Tinggal Diam!

Di samping itu, dia menyebut melindungi warga sipil bukan berarti menggunakan mereka sebagai “tameng manusia”.  Dia diduga sedang menyinggung isu bahwa Hamas menjadikan tameng manusia.

Guterres menyindir perintah evakuasi jutaan warga sipil dari Gaza bagian utara ke selatan. Perintah ini dikeluarkan militer Israel beberapa waktu lalu.

“Melindungi warga sipil bukan berarti meminta lebih dari satu juta orang mengevakuasi diri ke selatan, di sana tidak ada tempat berlindung, makanan, air, obat-obatan, dan bahan bakar, dan kemudian terus mengebom wilayah selatan,” katanya.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Israel Eli Cohen mengkritik pedas pernyataan Guterres.

“Tidak ada alasan untuk hal ini, dan dia (Guterres) memalukan,” kata Cohen dalam pidatonya di depan Dewan Keamanan PBB.

Lewat akun Twitter miliknya, Cohen mengaku menolak bertemu dengan Guterres.

“Saya tidak akan bertemu dengan Sekjen PBB, setelah pembantaian tanggal 7 Oktober, tidak ada pendekatan yang berimbang. Hamas harus dilenyapkan dari muka bumi!,” ujarnya di Twitter.

Sementara itu, Duta Besar Israel untuk PBB, Giland Erdan, menuding Guterres telah kehilangan segala moralitas dan kenetralannya. Dia juga mendesak Guterres untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Baca: Bocah Palestina Usia 6 Tahun di AS Tewas Ditusuk, Pelaku Terpengaruh Konflik Hamas-Israel

Baca: Iran Ancam Bakal Ikut Campur jika Israel Terus Lancarkan Serangan ke Gaza

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres saat berpidato di Sidang Umum PBB ke-75 pada 22 September 2020 di New York. (Eskinder DEBEBE / UNITED NATIONS / AFP)

AS ingin warga Palestina dilindungi

Mirip dengan Guterres, Menteri Luar Negri Antony Blinken juga meminta warga Palestina dilindungi.

Namun, dia menuding Hamas telah menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia. Kemudian, dia mengatakan Israel harus melakukan “tindakan pencegahan”.

Dia berujar bahwa makanan, air, dan obat-obatan harus diizinkan masuk Gaza demi warga kepentingan warga sipil yang membutuhkannya.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang konflik Hamas-Israel di sini.

 



Editor: Febri Ady Prasetyo

Berita Populer