Ganjar yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) secara langsung memberikan sinyal akan mengumumkan bakal cawapresnya secara langsung.
Di sisi lain, nama Menko Polhukam Mahfud MD disebut-sebut menguat buat dipilih menjadi cawapresnya.
Ditanya soal hubungan dengan Mahfud, Ganjar menjawab baik baik saja. Namun, hubungan yang baik itu tidak hanya dibangun Ganjar dengan Mahfud.
"Hubungan saya dengan semua orang (kandidat cawapres) yang sering ditulis teman-teman, baik semua. Semuanya," ucap mantan Gubernur Jawa Tengah ini saat ditemui di Menara Kompas, Jakarta, Selasa (17/10/2023).
Secara terpisah, Wakil Ketua Umum Partai Hanura Benny Rhamdani mengungkap inisial calon wakil presiden (cawapres) Ganjar Pranowo memiliki inisial nama "M". Namun, ia tak menyebut sosok itu hanya seorang.
Baca: Mengenang Mahfud Kena Prank Batal Jadi Cawapres di 2019, Sudah Ukur Baju, Digagalkan Sosok Ini
"Sudah saya sampaikan ke media, inisialnya M. Soal inisial M itu siapa, ada Mahfud MD, Mas Erick Thohir, Mas Andika Perkasa, Mas Sandiaga Uno, Mas Ridwan Kamil, Mbak Khofifah. Itu M semua kan?" ucap Benny ketika dihubungi, seraya tertawa, Selasa (17/10/2023) malam.
Ia enggan berkomentar lebih jauh mengenai sosok M tersebut.
Dia hanya mengingatkan bahwa besok akan ada pertemuan empat ketua umum partai politik pengusung Ganjar Pranowo di Kantor DPP PDI-P Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.
Adapun, momen pertemuan ini juga sekaligus pengumuman calon wakil presiden (cawapres) Ganjar Pranowo.
"Iya tapi (soal inisial M) jangan mengarah ke seseorang ya, saya nyebut beberapa nama lho tadi," tutur Ketua Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) ini.
Benny juga dikonfirmasi soal foto yang beredar di kalangan wartawan, yakni foto Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Mahfud MD.
Foto ini disebut-sebut dilakukan di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.
Terkait foto itu, Benny banyak menanggapi dengan candaan dan seolah tak mengetahuinya.
"Saya enggak bisa jawab itu, hahaha," Benny tertawa lagi.
Plus minus
Mahfud juga sempat diprediksi akan menjadi bakal cawapres Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019 silam.
Saat itu Presiden Jokowi kembali maju dalam Pilpres sebagai petahana. Pada hari yang sudah ditentukan untuk pengumuman cawapres, Presiden Jokowi hadir di sebuah rumah makan di Jakarta Pusat bersama para ketua umum partai politik koalisi pemerintahan.
Mahfud juga hadir di sebuah restoran yang tidak jauh dari lokasi pengumuman cawapres. Akan tetapi, saat tiba waktu pengumuman ternyata sosok yang dipilih Presiden Jokowi sebagai cawapres adalah KH Ma'ruf Amin.
Alhasil Mahfud yang sudah mengenakan kemeja putih lengan panjang pulang setelah tak terpilih menjadi cawapres.
Pada 2023 ini, Mahfud kembali disebut-sebut akan menjadi cawapres dan dipasangkan dengan Ganjar.
Sebelummnya Ganjar sudah pernah bertemu Mahfud. Bahkan Ganjar mengunggah foto pertemuan keduanya melalui akun Instagramnya.
Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menyampaikan kelebihan dan kekurangan sosok Mahfud dari sisi politik.
Menurut Agung, jika Ganjar dipasangkan dengan Mahfud maka akan saling melengkapi dan sesuai dengan keinginan PDI-P yang memadukan tokoh nasionalis-religius.
"Keuntungannya, secara elektoral, basis demografi keduanya saling melengkapi karena Ganjar mewakili Jawa Tengah dengan identitas nasionalisnya. Sementara Mahfud merepresentasikan Jawa Timur dengan simbol religiusitas NU (Nahdlatul Ulama)," kata Agung saat dihubungi pada Selasa (17/10/2023).
Dari sisi karakter kepemimpinan, Agung menilai keduanya juga bisa saling menutup kekurangan masing-masing.
"Baik Ganjar dan Mahfud memiliki karakter yang saling melengkapi. Dalam konteks Ganjar sebagai solidarity makers, dan Mahfud sebagai administratur karena bertungkus lumus di yudikatif," ucap Agung.
Akan tetapi, Agung menilai sosok Mahfud juga mempunyai kelemahan.
Baca: Prabowo & Ganjar Bersaing Ketat, Pengamat Sebut Jatim Jadi Kunci Kemenangan dalam Pilpres
Dia mengatakan, Mahfud memiliki tingkat penerimaan yang rendah di mata elite partai politik karena sikapnya selama ini.
"Akseptabilitas elite yang rendah karena selama ini tegas tak pandang bulu," ucap Agung.
Selain itu, kekurangan jika Ganjar menggandeng Mahfud adalah ceruk pemilih di Jawa Timur sudah mulai terbagi karena kehadiran sosok Muhaimin Iskandar (Cak Imin), yang menjadi bakal cawapres Anies Baswedan.
"Otomatis insentif elektoral yang diterima menjadi tak maksimal. Di titik inilah Ganjar-Mahfud mesti habis-habisan di basis lawan seperti luar Jawa, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat yang selama ini menjadi pusat pemilih Prabowo dan Anies," papar Agung.
Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa partainya akan mengumumkan nama calon wakil presiden (cawapres) pendamping Ganjar Pranowo pada Rabu (18/10/2023) pukul 10.00 WIB.
Namun Hasto tak menyebut lokasi tempat diumumkannya cawapres Ganjar.
"Ibu Megawati menegaskan DPP PDI-P untuk berkoordinasi dengan tim TPN Ganjar Presiden, sehingga besok pada Rabu tanggal 18 Oktober 2023 pada jam 10.00 tepat akan diumumkan siapa calon wakil yang akan mendampingi Pak Ganjar," kata Hasto di kediaman Ketum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Selasa (17/10/2023).
Ditanya soal inisial cawapres yang akan diumumkan, Hasto enggan menyampaikan secara gamblang.
Ia hanya mengatakan bahwa cawapres Ganjar berinisial Indonesia Raya.
"Inisialnya Indonesia Raya untuk Indonesia Raya untuk rakyat Indoneaia untuk kemajuan bersama," imbuh dia.
Lebih jauh, Hasto menegaskan bahwa Megawati sudah mencermati dengan matang sosok kandidat cawapres Ganjar.
Pencermatan itu, sebut Hasto, sudah dilakukan sejak lama.
"Jadi pertemuan kalau Ibu Mega bisa dilakukan di ruang publik, jadi tidak ada yang disembunyikan. Maka mohon sabar tunggu pengumuman besok," tutur Hasto.
Sebelumnya, Ganjar Pranowo memberikan sinyal bahwa cawapres pendampingnya akan diumumkan esok hari.
Hal ini disampaikan usai ditanya apakah nama Menko Polhukam Mahfud MD menguat menjadi cawapres dirinya. Seakan enggan mengomentari lebih jauh, Ganjar menyatakan bahwa soal inisial cawapres akan dijawab pada esok hari.
"Inisialnya besok, besok ya. Besok inisialnya," kata Ganjar berulang kali, saat ditemui di Menara Kompas, Jakarta, Selasa.
Ditanya soal hubungan dengan Mahfud, Ganjar menjawab baik baik saja.
Namun, hubungan yang baik itu tidak hanya dibangun Ganjar dengan Mahfud.
"Hubungan saya dengan semua orang (kandidat cawapres) yang sering ditulis teman-teman, baik semua. Semuanya," tegas mantan Gubernur Jawa Tengah ini.