Gibran Tak Kunjung Disanksi PDIP, Pengamat Singgung Statusnya sebagai Anak Presiden

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka pasti sudah dijatuhi sanksi tegas oleh PDIP seandainya dia bukan anak presiden.

Belakangan ini Gibran sering digoda untuk menjadi cawapres pendamping Prabowo Subianto yang didukung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Gibran memilih menanggapi secara abu-abu ketika diminta buka suara tentang rayuan dari pihak Prabowo. Namun, sikap Gibran yang tidak gamblang itu belum membuat PDIP menjatuhkan sanksi kepadanya.

"Saya bertanya-tanya ini biasanya PDIP cukup disiplin menegakkan aturan partainya, tapi belakangan ini memang terlhat begitu kalem," ujar Adi, Jumat, (13/10/2023), dikutip dari Tribun Jakarta.

Adi menduga para kader PDIP sudah kesal dengan sikap Gibran yang seolah mengabaikan keputusan partai untuk menolak dengan tegas semua godaan di luar dukungan kepada Ganjar Pranowo.

"Kalau yang manuver politik ini bukan Gibran, rasa-rasanya sudah lama ditertibkan dan diberikan kartu merah oleh PDIP," kata Adi yang menjadi Direktur Parameter Politik Indonesia.

Baca: Sambut Baik Usulan Gibran Jadi Cawapres, Prabowo: Kalau Sudah Kehendak Rakyat, Gimana?

Saat ini beberapa pengurus Gerindra di berbagai daerah sudah mendukung wacana Prabowo berduet dengan Gibran. Di samping itu, muncul pula sejumlah relawan yang mendukung wacana itu.

Adi mengatakan jika Gibran menerima rayuan menjadi pendamping Prabowo, dia tidak hanya secara otomatis keluar dari PDIP.

"Tetapi secara tidak langsung ini membuka konfrontasi terbuka dengan PDIP, apalagi PDIP cukup keras kaderisasinya selama ini bahwa harus tegak lurus dengan semua keputusan politik partai terutama soal pilpres," ucap Adi.

Mengaku diminta Prabowo

Gibran mengaku sudah berulang kali diminta oleh Prabowo untuk menjadi cawapresnya.

"Semua orang kan sudah tahu. Beliau (Prabowo) sudah minta berkali-kali (jadi cawapres)," ujar Gibran ketika ditemui di kantornya, Senin, (9/10/2013), dikutip dari Tribunnews.

Akan tetapi, peluang Gibran untuk mendampingi Prabowo masih terganjal oleh UU Pemilu yang mensyaratkan umur cawapres minimal 40 tahun.

Untuk mengatasi hal ini, Prabowo telah membawa usulan penurunan batas usia minimal cawapres ke forum koalisi.

Baca: Ketika MK Dipelesetkan Jadi Mahkamah Keluarga di Isu Gugatan Usia Capres Cawapres, Gibran Terseret

Baca: Gibran Sebut Dia & Kaesang Sama Arah Dukungannya, Kaesang Heran: Kok Gitu, Kan Beda Partai

Gibran sendiri meminta masyarakat untuk menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang gugatan batas usia minimal cawapres.

"Ya ditunggu saja di MK," kata Gibran.

Gibran Rakabuming Raka (kiri) dan Prabowo Subianto sebelum mendapatkan dukungan Relawan Jokowi-Gibran Jateng-Jatim pada Jumat, (19/2/2023) (Kompas.com/Fristin)

Ketika ditanya oleh Prabowo tentang kesediaannya menjadi bakal cawapres, putra sulung Presiden Jokowi itu mengaku hanya menjawab bahwa dia belum cukup umur.

"Umurnya tidak cukup. Kan, tidak cukup," kata Gibran.

Gibran mengatakan sudah melaporkan hal itu kepada elite partainya, termasuk kepada Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Sementara itu, baliho bergambar Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka bermunculan di sejumlah tempat. Gibran juga mengaku telah melaporkan hal itu.

"(Soal baliho) Ya saya bilang itu relawan," kata Gibran di Balai Kota Surakarta, Senin, (2/10/2023), dikutip dari Tribun Solo. 

Menjelang Pemilu 2024, Gibran mengklaim menerima banyak tawaran mengisi berbagai posisi.

Menurut Gibran, tawaran itu tidak hanya datang dari internal PDIP, tetapi juga pihak lain, misalnya Gerindra.

Baca: Pakar : Wacana Pencalonan Gibran sebagai Cawapres Bisa Picu Perang Pendukung Prabowo dan PDI-P

PDIP disebut bisa panik

Sementara itu, pengamat politik Ujang Komarudin menduga PDIP akan dilanda kepanikan jika Gibran dijadikan bakal cawapres pendamping Prabowo.

Menurut Ujang, jika hal itu terjadi, tantangan yang dihadapi oleh PDIP dan Ganjar pada Pilpres 2024 akan lebih berat.

"Kalau Prabowo berpasangan dengan Gibran, maka PDIP dengan Ganjar akan berat melawan kekuatan Prabowo yang bersatu dengan Jokowi," kata Ujang, Sabtu, (23/9/2023), dikutip dari Tribun Jakarta.

Pengamat dari Universitas Al Azhar Indonesia mengatakan jika duet Prabowo-Gibran terwujud, sangat mungkin dukungan di dalam internal PDIP terpecah menjadi dua, yakni dukungan terhadap Ganjar dan dukungan terhadap Prabowo yang ada Jokowi dalam perahunya.

"Saya sih melihatnya karena kalau Prabowo gabung dengan Gibran setelah ada keputusan MK maka PDIP akan terbelah.

"Masa petugas partainya, yakni Jokowi dan Gibran ada di Prabowo kan, dan itu bisa membahayakan skema PDIP untuk hattrick menang Pemilu," kata Ujang. 

Baca: Gibran Sebut Arah Dukungannya Sama dengan Kaesang, Kode Bakal Jadi Cawapres Prabowo?

Baca: Prabowo Akan Kalah jika Pilih Gibran Jadi Cawapres, Pengamat Ungkap Sebabnya

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Gibran Rakabuming Raka di sini.



Editor: Febri Ady Prasetyo
BERITA TERKAIT

Berita Populer