Rusia Disebut Beri Hamas Senjata Rampasan dari Ukraina untuk Serang Israel

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pemuda Israel berlari mencari perlindungan saat Hamas menembbak roket ke Israel pada 7 Oktober 2023.

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Intelijen militer Ukraina (UHR) mengklaim Rusia sengaja memberi Hamas senjata rampasan untuk menyerang Israel.

Senjata itu buatan Barat dan dirampas oleh Rusia dari pihak Ukraina di medan tempur.

Menurut UHR, Rusia memberikan senjata rampasan itu agar bisa membuat tuduhan palsu bahwa militer Ukraina menjual senjata bantuan Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa kepada Hamas.

UHR mengatakan pemberian senjata itu akan mencoreng citra Ukraina dan membuat Barat berhenti membantu Ukraina.

“Provokasi lain dari musuh untuk mendiskreditkan Angkatan Bersenjata Ukraina dan membuat rekan-rekan di Barat menghentikan bantuan militer ke negara kita,” kata HUR dikutip Kyiv Independent.

Baca: Tembakkan Ribuan Rudal ke Israel, Hamas Dapat Senjata dari Mana?

Sementara itu, Institut Penelitian Perang (ISW), Rusia berusaha memanfaatkan serangan Hamas terhadap Israel untuk mengalihkan perhatian Barat dari Ukraina.

Setelah serangan tiba-tiba Israel, Rusia menuding bahwa negara-negara Barat mengabaikan konflik di Timur Tengah agar bisa membantu Ukraina.

Sebagai contoh, mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev menyebut bahwa AS lebih memilih membantu “neo-Nazi” daripada mencari solusi permasalah Israel-Palestina.

Meskipun Rusia memberikan senjata kepada Hamas, belum ada bukti bahwa Rusia terlibat langsung dalam serangan Hamas ke Israel.

“Susah dibayangkan bahwa Rusia ikut serta dalam perencanaan serangan ini,” kata Oleg Ignatov, seorang analis di lembaga Crisis Group, dikutip dari Newsweek, (10/10/2023).

Baca: HAMAS Serang Israel, Ketua Fraksi PKS: Indonesia Berdiri Tegak Dukung Perjuangan Bangsa Palestina

Sementara itu, pada bulan Juni lalu elite militer Israel mengaku khawatir bahwa senjata buatan AS dan Barat yang dikirimkan ke Ukraina bisa jatuh ke tangan musuh Israel di Timur Tengah.

“Kami sangat khawatir bahwa beberapa senjata ini jatuh ke tangan Hisbullah dan Hamas,” kata salah satu komandan Israel kepada Newsweek secara anonim.

Asal-usul senjata dipertanyakan

Seorang anggota DPR Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik bernama Marjorie Taylor Greene menyatakan senjata yang digunakan oleh Hamas untuk menyerang Israel itu dibuat oleh AS.

Green kemudian mempertanyakan asal-usul senjata itu hingga jatuh ke tangan Hamas.

Di media sosial Twitter, dia menduga senjata itu berasal dari Afganistan. AS memang meninggalkan banyak amunisi ketika pergi dari negara yang dikuasai Taliban itu.

Green juga menduga barangkali senjata itu berasal dari Ukraina. Hal itu karena AS mengirimkan banyak senjata ke Ukraina untuk melawan serbuan Rusia.

Baca: Israel Resmi Umumkan Perang Melawan Hamas

“Kita harus bekerja sama dengan Israel untuk melacak nomor serial senjata AS yang digunakan oleh Hamas untuk melawan Israel. Apakah senjata itu datang dari Afganistan? Atau dari Ukraina? Ada kemungkinan besar jawabannya dari kedua negara itu,” kata Greene di Twitter, (8/10/2023).

Sementara itu, di media sosial beredar video yang diduga berisi pesan tentang militan Hamas yang berterima kasih kepada Ukraina atas senjata yang diberikannya.

Cara Hamas mendapatkan senjata

Dikutip dari Wion News, Hamas mendapatkan senjata dengan sejumlah cara.

Ketika Israel menarik diri dari Gaza pada tahun 2005, Hamas membuat jalur rahasia pengiriman senjata dari Iran dan Suriah. Jalur itu adalah terowongan rahasia di bawah perbatasan Mesir-Gaza.

Pada tahun 2007 Israel mencegat pengiriman roket Fajr-5 yang dikirimkan kepada Hamas lewat Sudan. Namun, adanya penyelundupan dan pasar gelap membuat Hamas tetap bisa mendapatkan senjata.

Banyak senjata Hamas yang dikirimkan lewat laut. Senjata itu dimasukkan dalam kapsul yang disegel dan diturunkan di lepas pantai Gaza.

Metode ini berisiko karena bisa diketahui oleh Angkatan Laut Israel. Namun, metode ini memungkinkan Hamas mengindari pemeriksaan di perbatasan resmi.

Baca: Bantu Israel Melawan Hamas, AS Kerahkan Kapal Induk Tercanggihnya, Gerald Ford

Hamas berhubungan erat dengan Iran dan Suriah yang menjadi sekutu terpentingnya untuk mendapatkan senjata. Akan tetapi, Hamas juga memperoleh senjata, termasuk roket Fajr-3, Fajr-5, dan M302, dari sumber lainnya di luar negeri.

Bagi Hamas, roket menjadi sejata utama karena lebih murah, efektif, dan menjangkau wilayah luas.

Selama perang di Gaza tahun 2014, ada lebih dari 4.500 roket yang ditembakkan oleh Hamas ke arah Israel.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang konflik Israel-Palestina di sini.



Editor: Febri Ady Prasetyo

Berita Populer