Gibran memang sering disebut sebagai salah satu kandidat pendamping Prabowo. Di samping itu, PDIP yang menjadi partai tempat bernaung Gibran mengaku tak melarang dia menjadi cawapres Prabowo.
"Semua orang kan sudah tahu. Beliau (Prabowo) sudah minta berkali-kali (jadi cawapres)," ujar Gibran ketika ditemui di kantornya, Senin, (9/10/2013), dikutip dari Tribunnews.
Akan tetapi, peluang Gibran untuk mendampingi Prabowo masih terganjal oleh UU Pemilu yang mensyaratkan umur cawapres minimal 40 tahun.
Untuk mengatasi hal ini, Prabowo telah membawa usulan penurunan batas usia minimal cawapres ke forum koalisi.
Gibran sendiri meminta masyarakat untuk menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang gugatan batas usia minimal cawapres.
"Ya ditunggu saja di MK," kata Gibran.
Baca: Prabowo Akan Kalah jika Pilih Gibran Jadi Cawapres, Pengamat Ungkap Sebabnya
Ketika ditanya oleh Prabowo tentang kesediaannya menjadi bakal cawapres, putra sulung Presiden Jokowi itu mengaku hanya menjawab bahwa dia belum cukup umur.
"Umurnya tidak cukup. Kan, tidak cukup," kata Gibran.
Gibran mengatakan sudah melaporkan hal itu kepada elite partainya, termasuk kepada Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Sementara itu, baliho bergambar Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka bermunculan di sejumlah tempat. Gibran juga mengaku telah melaporkan hal itu.
"(Soal baliho) Ya saya bilang itu relawan," kata Gibran di Balai Kota Surakarta, Senin, (2/10/2023), dikutip dari Tribun Solo.
Menjelang Pemilu 2024, Gibran mengklaim menerima banyak tawaran mengisi berbagai posisi.
Menurut Gibran, tawaran itu tidak hanya datang dari internal PDIP, tetapi juga pihak lain, misalnya Gerindra.
Baca: Baliho Prabowo & Gibran Bermunculan, Gibran Ditawari Masuk Tim Pemenangan Ganjar
Puan mengaku tak melarang Gibran menjadi bakal cawapres pendamping Prabowo.
Puan meyakini Gibran yang menjadi kader PDIP itu adalah anak muda berprestasi dan patut dipertimbangkan menjadi cawapres.
"Ya boleh, anak muda sudah menunjukkan prestasinya di Solo dan salah satu kandidat yang mungkin memang bisa dipertimbangkan," ujar Puan di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDIP di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu, (30/9/2023), dikutip dari Tribunnews.
Putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu meyebut semua punya kesempatan dalam Pilpres 2024.
"Jadi jangan melihat muda tua atau kemudian laki atau perempuan. Semuanya punya kesempatan yang sama untuk bisa maju dan berjuang di kontestasi."
Mengenai wacana Gibran menjadi pendamping Prabowo, Puan menyebut keputusan ada di tangan Gibran sendiri.
"Ya kan yang meminang kan punya pertimbangan tertentu. Tinggal yang dipinang (Gibran) mau atau enggak, itu aja. Kan baru berandai-andai ini," kata Puan.
Baca: Tak Difavoritkan Jadi Cawapres Prabowo, Gibran Disebut Punya Peluang Sama dengan Kandidat Lain
Pengamat politik Ujang Komarudin menduga PDIP akan dilanda kepanikan jika Gibran dijadikan bakal cawapres pendamping Prabowo yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Menurut Ujang, jika hal itu terjadi, tantangan yang dihadapi oleh PDIP dan Ganjar pada Pilpres 2024 akan lebih berat.
"Kalau Prabowo berpasangan dengan Gibran, maka PDIP dengan Ganjar akan berat melawan kekuatan Prabowo yang bersatu dengan Jokowi," kata Ujang, Sabtu, (23/9/2023), dikutip dari Tribun Jakarta.
Pengamat dari Universitas Al Azhar Indonesia mengatakan jika duet Prabowo-Gibran terwujud, sangat mungkin dukungan di dalam internal PDIP terpecah menjadi dua, yakni dukungan terhadap Ganjar dan dukungan terhadap Prabowo yang ada Jokowi dalam perahunya.
"Saya sih melihatnya karena kalau Prabowo gabung dengan Gibran setelah ada keputusan MK maka PDIP akan terbelah.
"Masa petugas partainya, yakni Jokowi dan Gibran ada di Prabowo kan, dan itu bisa membahayakan skema PDIP untuk hattrick menang Pemilu," kata Ujang.
Baca: Pengamat Menduga PDIP Akan Panik jika Gibran Dijadikan Cawapres Prabowo
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan Gibran termasuk sosok yang dianggap layak berduet dengan Prabowo.
Menurut Fadli, pendamping Prabowo adalah seseorang yang bisa melengkapi dia. Sosok tersebut bisa dari kalangan sipil hingga kalangan muda.
"Pasti yang komplementer ya, melengkapi. Artinya kalau Pak Prabowo latar belakangnya militer, ya tentu cawapres kalau bisa sipil, kalau Pak Prabowo senior, cawapresnya tentu junior muda," kata Fadli saat wawancara dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra, di Fadli Zon Library, Tanah Abang, Jakarta, Senin, (14/8/2023), dikutip dari Tribunnews.
"Kalau kita lihat dari calon-calon yang ada pada umumnya, Cak Imin eligible (memenuhi syarat), Pak Erick eligible, Pak Airlangga eligible, Pak Zul juga, Mas Gibran, semuanya eligible," katanya.
Selain masuk bursa cawapres Prabowo, Gibran juga berpeluang menjadi cawapres pendamping Ganjar. Menurut Puan, putra Jokowi itu akan dipertimbangkan.
"Kami mencermati hal tersebut," ujar Puan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, (17/8/2023).
Baca: Anies-Cak Imin Berduet, Pakar : Peluang Erick Thohir dan Gibran Jadi Cawapres Prabowo Terbuka
Baca berita lain tentang Gibran Rakabuming Raka di sini.