Dini Janda Sukabumi yang Dibunuh Anak Anggota DPR Sudah 12 Tahun Tak Pulang, Tinggalkan 1 Anak

Penulis: Rakli Almughni
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gregorius Ronald Tannur dan Dini Sera Afrianti

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Janda muda bernama Dini Sera Afrianti (29) mengalami nasib yang mengenaskan.

Janda satu anak itu tewas dianiaya kekasihnya yang bernama Gregorius Ronald Tannur (31) yang merupakan anak anggota DPR RI.

Ternyata, Dini yang merupakan warga Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, sudah tidak pulang ke kampung halamannya selama 12 tahun.

Ketua RT 12/RW 04 Desa Babakan, Saepudin mengatakan, Dini memiliki satu anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

"Punya anak satu, umurnya 12 tahun, sekolah SD di sini," ujar Saepudin, Jumat (10/10/2023), dikutip dari Tribun Jabar.

Menurut Saepudin, Dini sudah lama meninggalkan anak dan orang tuanya, bahkan hilang kontak.

Sekira dua bulan sebelum tewas, kata Saepudin, Dini akhirnya menghubungi orang tuanya.

Baca: PM Benjamin Netanyahu Bersumpah Balas Dendam Lebih Besar ke Hamas Imbas 300 Orang Israel Tewas

Dalam komunikasinya itu, Dini mengutarakan kerinduannya kepada orang tua.

"Nah, ada kabar itu dua bulanan ke belakang, selama 12 tahun gak ada kabar."

"Bahkan, ia menyebut kangen kepada orang tuanya, sebelum kejadian ini," terangnya.

Sebelum meninggal, Dini juga sempat mengutarakan keinginannya pulang ke Sukabumi.

"Informasi itu dari keluarga dua bulan yang lalu ada komunikasi di Surabaya dan ingin pulang ke Sukabumi."

"Ternyata sekarang pulang keadaan meninggal," ucap Saepudin.

Alami Luka di Sekujur Tubuh

Penganiayaan yang menyebabkan Dini tewas ini terjadi di sebuah tempat hiburan malam di Jalan Mayjend Jonosewojo, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (3/10/2023).

Baca: Fitri Pengantin Bogor Hilang Usai Dinikahi Mustofa, Bawa Kabur Perhiasan, Mantan Pacar Jadi Sasaran

Dari hasil autopsi yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo, ditemukan banyak luka di tubuh Dini.

Demikian disampaikan tim forensik RSUD dr Soetomo, dr Renny.

"Pada pemeriksaan luar, kami temukan luka memar pada kepala sisi belakang, kemudian pada leher kanan-kiri."

"Pada anggota gerak atas, pada dada bagian kanan dan tengah, kemudian pada perut kiri bawah pada lutut kanan."

"Tungkai kaki atau paha, kemudian pada punggung kanan dan ditemukan luka lecet pada anggota gerak atas," ujar dr Renny, Jumat (6/10/2023).

Tim forensik juga menemukan adanya pendarahan organ dalam, patah tulang hingga memar.

"Kami temukan resapan darah pada otot leher kulit kanan-kiri, patah tulang iga 2 sampai 5, ada luka memar pada organ paru dan luka pada organ hati," tandasnya.

Baca: 250 Warga Israel Tewas Kena Serangan Hamas, Selebriti Gal Gadot Murka: Perempuan-Anak Anak Disandera

Kronologi Penganiayaan

Peristiwa bermula saat korban dan pelaku berkunjung ke tempat hiburan malam.

Saat kejadian, diduga ada perselisihan antara pelaku dan korban sehingga memicu tindakan kekerasan terhadap korban.

Dari pengakuannya kepada polisi, Ronald sempat memukul kepala korban sebanyak dua kali menggunakan botol minuman keras.

Kemudian, saat berada di parkiran, Ronald masih melanjutkan penganiayaannya terhadap korban.

Bahkan, korban yang duduk di bangku penumpang sebelah kiri, tubuhnya sempat terseret sejauh lima meter.

Dalam kondisi sudah tak berdaya, tubuh korban dimasukkan oleh Ronald ke bagasi mobil.

Ronald lantas mengemudikan kendaraannya menuju apartemen yang berada di kawasan Surabaya Barat.

Baca: Viral Foto Ketua KPK Bertemu Syahrul Limpo, Saksi Mata Kaget: Rame-Rame, Bukan Berdua Saja

Melihat kondisi korban yang semakin lemas, Ronald sempat memberikan napas buatan.

Namun, saat itu korban sudah tidak memberikan respons.

Ronald kemudian membawa Dini ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan medis.

Nahas, pihak rumah sakit menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia.

Sosok dan Biodata Gregorius Ronald Tannur

Berdasarkan penulusuran, Ronald yang berumur 31 tahun berprofesi sebagai investor saham yang pernah tercatat memiliki kepemilikan PT Bekasi Asri Pemula, TBK pada tahun 2022.

Ia pernah beberapa kali tercatat sebagai mahasiswa namun tidak sampai lulus.

Seperti pada tahun 2009, Ronald pernah berkuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IEU dengan prodi Manajemen.

Masih di tahun yang sama, pria ini juga tercatat sebagai mahasiswa Universitas Kristen Petra program studi Ilmu Komunikasi.

Sementara itu di akun Facebook Ronald Tannur, pernah berkuliah di Holmes Institute, Melbourne.

Dalam biografi akunnya juga terdapat informasi berupa riwayat pekerjaannya yang begitu mentereng.

Di antaranya, Ronald pernah bekerja di FWD Insurance Indonesia sebagai Closing Agent pada tahun 2015.

Selanjutnya, pada tahun 2016-2020 ia pernah bekerja sebagai Sastek Operator di Southern Meats.

Dan informasi pekerjaan terbarunya itu pada tahun 2018 bekerja di Voyages Ayers Rock Resort.

(tribunnewswiki.com/tribunnews.com)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini



Penulis: Rakli Almughni
BERITA TERKAIT

Berita Populer