Dalam pernyataannya, Jokowi tidak menunjukkan sinyal bahwa dia menyambut baik usulan itu.
Jokowi mengaku ingin menghabiskan masa pensiunnya di Kota Surakarta atau Solo setelah lengser dari jabatannya sebagai presiden.
"Saya mau pensiun pulang ke Solo," ujar Jokowi setelah upacara peringatan HUT TNI di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Kamis, (5/10/2023), dikutip dari Kompas.com.
Menurut Jokowi, ada sejumlah tokoh dari kalangan muda yang layak menduduki jabatan Ketua Umum PDIP.
"Banyak yang muda-muda," ujar dia.
Jokowi mengatakan tokoh muda itu di antaranya Puan Maharani dan Prananda Prabowo, kedua anak Megawati.
"Mbak Puan, Mas Prananda, gitu kan," katanya.
Baca: Keras! Bambang Pacul Respons Isu Jokowi Jadi Ketum PDI-P Gantikan Megawati : Mau Mati Suara, Monggo
Sebelumnya, kakak Megawati, Guntur Soekarnoputra, mengusulkan Jokowi menjadi Ketua Umum PDIP. Sementara itu, Megawati diusulkan menjadi anggota Dewan Pembina.
Mengenai usul itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengklaim sekarang bukan waktu yang tepat untuk membicarakan pergantian ketua umum.
"Bagi PDI Perjuangan, semua itu ada tahapan-tahapan. Tahapan saat ini adalah pemilu serentak presiden dan wakil presiden serta pemilu legislatif, kemudian setelah pemilu nanti partai akan mengadakan rapat kerja nasional yang kelima dan kemudian kongres baru akan dilaksanakan pada tahun 2025," kata Hasto di Kantor DPP PDIP,Menteng, Jakarta, Selasa, (3/10/2023).
Menurut Hasto, kongres PDIP bisa saja digelar pada bulan April hingga Agustus 2025. Dalam kongres itu akan ditentukan sosok yang nantinya layak menjadi ketua umum.
"Kongres adalah lembaga pengambil keputusan tertinggi yang nanti akan dihadiri oleh utusan. Utusan ini dalam kultur PDI Perjuangan menyerap demokrasi arus bawah."
Hasto tidak mengungkapkan sosok yang berpeluang menggantikan Megawati. Dia hanya mengatakan bahwa partainya akan menitikberatkan demokrasi arus bawah.
Kata Hasto, dalam persoalan itu, lazimnya ialah menempatkan keluarga Sukarno sebagai tokoh utama penggerak partai.
Baca: SBY Temui Jokowi, Pengamat Sebut AHY Berpeluang Jadi Menteri Gantikan Dito Ariotedjo
"Khususnya Ibu Megawati Soekarnoputri tidak hanya sebagai pendiri dari PDI Perjuangan, tetapi Ibu Megawati terbukti sudah mampu melakukan suatu langkah langkah konsolidasi kepartaian, mampu menghasilkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas dari tingkat kabupaten kota provinsi hingga nasional," kata Hasto.
Hasto menyebut arus bawah PDI masih menghendaki Megawati sebagai pemimpin PDIP. Putri Sukarno itu dipandang mempunyai hubungan batin yang melekat dengan beragam tingkatan, dari anak ranting sampai dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
"Ini dari bacaan arus bawah yang saya lakukan sebagai Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan yang menempatkan Ibu Mega pada suatu posisi yang di dalam sejarah partai itu memang menjadi pengikat, bonding," ucap Hasto.
Ketua DPC PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo atau Rudi, mengaku bangga jika Jokowi menjadi salah satu calon ketua umum partainya.
"Setuju. Pokoknya, kader PDIP yang diusulkan (menjadi ketua umum) oleh siapa pun, berarti punya potensi," kata Rudy, Senin, (2/10/2023).
"Pak Jokowi diusulkan untuk menjadi Ketua PDI-P kan? Ya, tidak masalah."
Baca: Pengamat: Jokowi Bukan Kader Murni PDIP, melainkan Pengusaha yang Jadi Aktor Politik
Akan tetapi, Rudi menyebut hal tersebut tergantung pada keputusan dalam kongres PDIP.
"Itu kongres yang menentukan. Bukan saya bukan Mas Guntur saja, namun kongres."
"Semua keputusan di kongres."
Seperti Hasto, Rudy mengatakan saat ini PDIP masih berfokus menghadapi Pemilu 2024. Kongres dilangsungkan setelah berbagai tahapan pemilu dari pilpres, pileg, dan pilkada selesai dilaksanakan.
"Kita belum bicara kongres kita bicara menang pileg pilpres satu putaran dulu," katanya.
"Nek masalah Ketua Umum DPP, DPD, DPC, PAC, Ranting nanti setelah pilkada selesai."
Rudy menilai usulan Jokowi menjadi calon ketua umum adalah hal wajar. Jokowi dipadang berhasil saat menjadi presiden.
"Sekarang me-manage 270 juta lebih itu aja merdeka nyaman kok. Lha, nek, PDI Perjuangan 140 juta gitu aja kan ya lebih nyaman toh," ujarnya.
Baca: Megawati Disebut Enggan Temui Kaesang, Pengamat: Karena Kaesang & Jokowi Mengacak-acak PDIP
Baca berita lain tentang Jokowi di sini.