Gus Ipul berujar bahwa deklarasi Anies-Cak Imin di Surabaya beberapa waktu yang lalu merupakan deklarasi untuk meninggalkan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
"Ada yang bahkan menilai ini adalah bentuk dari deklarasi untuk meninggalkan Gus Dur," kata Gus Ipul saat menjadi pembicara dalam rilis hasil survei yang digelar Indikator Politik, Minggu, 1 Oktober 2023.
Keponakan Gus Dur itu juga menyebut bahwa selama ini Gus Dur selalu dekat dengan kelompok-kelompok demokrasi dan toleran yang itu dilihat berseberangan dengan kelompok-kelompok yang saat ini didukung Cak Imin.
"Karena berkoalisi dengan orang-orang yang dipersiapkan berseberangan dengan Gus Dur," kata Gus Ipul.
Selain dinilai telah meninggalkan Gus Dur, Cak Imin juga dinilai ingin mengoreksi kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Ini juga semacam mengoreksi keputusan presiden karena kemudian Cak Imin bersama orang-orang yang selama ini berseberangan dengan presiden," kata dia, seperti dikutip dari Tribun Jatim.
Baca: PSI Digenggam Kaesang, Cak Imin Was-was: Kita Harus Waspada, Di Belakangnya Ada Presiden
Baca: KPK Temukan 12 Senpi di Rumah Mentan, Polda Metro Turun Tangan: Kita Dalami dengan Intelkam Polri
Yang pasti, deklarasi Muhaimin di koalisi perubahan telah mengagetkan sejumlah kiai Nahdlatul Ulama.
“Mendadak tiba-tiba (deklarasi). Saya mendapatkan konfirmasi dari banyak kiai tidak mendapatkan informasi. Padahal sebelumnya selalu komunikasi secara intens,” kata Gus Ipul.
Para kiai, kata Gus Ipul, saat ini juga makin intens untuk bertemu, bermusyawarah untuk mencermati aneka dinamika yang terjadi.
Secara organisasi, PBNU memang tidak mungkin terlibat politik praktis.
Akan tetapi, para kiai pengasuh pesantren juga para pengurus NU banyak yang dimintai pendapat umat terkait dinamika yang ada.
"Setelah Cak Imin deklarasi. Diam-diam para kiai konsolidasi lebih intens. Ada Pak Ganjar, Pak Prabowo, Pak Anis bertemu dengan kiai-kiai, itu biasa dan tidak serta merta itu menjadi dukungan. Bisa jadi para kiai pulang dan bermusyawarah dan nanti akan mengarah ke salah satu capres," sambungnya.
Ada beberapa pertemuan para kiai secara diam-diam yang tidak terungkap di publik.
"Pertemuan-pertemuan para kiai ini akan menjadi kekuatan besar," tandasnya.
(tribunnewswiki.com/tribunjatim.com)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini