Namun Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI menegaskan soal pengelolaan utang pemerintah tidak ditanggung pelunasannya oleh per kepala setiap penduduk Indonesia dengan nominal tertentu.
“Jadi kami mengelola keuangan negara, itu tidak lazim menggunakan perhitungan utang per kepala,” kata Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Deni Ridwan di sela InTalks to Campus di Universitas Warmadewa Denpasar, dikutip dari Antara via Kompas, Kamis (21/9/2023).
Deni menjelaskan menghitung utang tidak sama dengan membagi secara rata jumlah utang pemerintah Indonesia dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini yang mencapai 270 juta jiwa.
Untuk pengelolaan utang, lanjut dia, pemerintah mengalokasikannya melalui APBN di antaranya untuk pembayaran bunga surat berharga negara (SBN).
Baca: Nasabahnya Diduga Bunuh Diri karena Diteror Penagih Utang, Pinjol AdaKami Dipanggil OJK
Baca: INILAH yang Buat Ganjar Jengkel Saat Wawancara tapi Diteriaki: Jadi Presiden Ngutang Lagi Enggak ?
Ia menjelaskan utang pemerintah Indonesia per Agustus 2023 mencapai Rp 7.870,35 triliun.
Dari jumlah itu, sebanyak 89 persen atau Rp 6.995,18 triliun di antaranya bersumber dari Surat Berharga Negara (SBN) dan 11 persen lainnya adalah pinjaman atau sebesar Rp 875,16 triliun.
Apabila dirinci, komposisi SBN itu sebanyak Rp 5.663,94 triliun dibeli oleh investor dalam negeri atau 72,3 persen dengan mata uang rupiah, sedangkan sisanya mencapai Rp1.331.24 triliun adalah valuta asing (27,7 persen).
Sedangkan Rp 875,16 triliun pinjaman itu terdiri dari pinjaman dalam negeri sebesar Rp 25,11 triliun dan luar negeri Rp 850,05 triliun.
Di sisi lain, kata dia, pemerintah pusat memiliki nilai aset mencapai Rp 12 ribu triliun dan belum termasuk aset pemerintah daerah.
Deni pun menambahkan nilai aset tersebut bukan berarti bisa dibagi rata kepada 270 juta jiwa penduduk Indonesia.
Begitu juga dengan penerimaan pajak, dengan target sebesar Rp 2.400 triliun, tidak berarti 270 juta jiwa penduduk Indonesia harus membayar pajak dengan nilai sekitar Rp9 juta per kepala.
Sebelumnya viral di media sosial unggahan pegiat media sosial Jerome Polin melalui TikTok pada 24 Juni 2023 yang menghitung setiap kepala penduduk Indonesia membayar sebesar Rp 28 juta untuk patungan melunasi utang pemerintah RI tersebut.
Konten menghitung utang itu pun mengundang reaksi ratusan ribu warganet dan mendapat ribuan komentar.
Utang negara kita, Indonesia, senilai Rp7.850 tirliun bisa lunas jika rakyatnya patungan sekitar Rp28 juta per orang.
Hal tersebut diungkapkan oleh konten kreator sekaligus ahli Matematika asal Surabaya, Jerome Polin.
Ia membuat sebuah video di TikTok terkait dengan hitung-hitungan untuk melunasi utang Indonesia.
Jerome Polin melakukan hal itu karena diminta oleh salah satu netizen.
"Bang Jer, tolong hitungin utang negara Indonesia kalau suruh rakyat yang bayar per orang berapa, bang?" demikian komentar netizen dengan nama akun Benayaprwra, dikutip TribunnewsWiki, Selasa, 27 Juni 2023.
Melihat komentar tersebut, Jerome Polin pun tampak kaget dengan ekspresi kebingungan.
Meski, begitu, pria berusia 25 tahun itu langsung melakukan perhitungan.
Baca: 2 Tahun Tak Pulang ke Indonesia, Jerome Polin Ungkapkan Rindu-Sayang untuk Orang Tua Lewat Billboard
Ia yang juga penasaran dengan hal itu lantas menghampiri papan tulis putih untuk menghitung iuran warga Indonesia agar bisa melunasi utang tanah air ini.
"Hah? Oke kita hitung, tunggu dulu," kata Jerome.
Berdasarkan data yang Jerome himpun, utang pemerintah Indonesia per 30 April 2023 tercatat sebesar Rp7.849,89 triliun.
Sementara itu, jumlah penduduki Indonesia yaitu sebanyak 273,52 juta orang.
Jerome lantas membagi kedua angka tersebut dengan membulatkannya menjadi 7.850 triliun dibagi 274 juta.
Setelah selesai menghitung, Jerome lantas membeberkan hasilnya.
Ia menjelaskan bahwa untuk melunasi utang negara Indonesia, masyarakatnya harus iuran uang Rp28.690.000 per orang.
Baca: Mengintip Kampung di Bawah Tol Jakarta, Dihuni Ratusan Orang: Ada Musala-Sekolah, Jalan Harus Nunduk
"Jadi per orang itu bayar Rp28.690.000," ucap Jerome sambil menahan tawa.
"Gimana guys, mau patungan nggak?" imbuhnya menawari followersnya untuk melunasi utang Indonesia.
Video yang dibuat Jerome Polin itu lantas menjadi viral di media sosial (medsos).
Video tersebut berhasil FYP dan telah ditonton oleh 1,7 juta pengguna TikTok dan juga mendapat 119,2 likes.
Beragam komentar dari warganet juga mebanjiri konten yang dibuat Jerome itu.
Ada yang mengira bahwa per orang harus membayar Rp28 ribu, tetapi ternyata Rp28 juta.
Selain itu, ada juga warganet yang takut uang iurannya nanti dikorupsi.
Baca: Sosok Anindita Syafa, Mahasiswi Undip Meninggal di Gunung Lawu, Tewas Kena Hipotermia, Mulut Berbusa
"Kirain cuma bakalan Rp28 ribu," kata netizen.
"Nggak dulu, takut dikorupsi," timpal warganet lain.
"Duit dari mana segitu," ujar netizen lainnya.
"Makasih infonya bang, tapi sayang sekali utangku aja belum lunas," timpal warganet lain.
"Per orang. Bayangin 1 keluarga ada 5 orang, 5 x 28 = 140. Satu keluarga = Rp140 juta wkwkwk," ungkap netizen.
Baca berita terkait utang Indonesia di sini